Business is booming.

Edy Mulyadi Dilaporkan di 3 Polda, Diperiksa di Mabes Polri Siang Ini

Penyidik juga menerima 16 pengaduan dan 18 pernyataan sikap soal Edy Mulyadi

Youtuber Edy Mulyadi akan diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat (28/1/2022) hari ini.

Ia diperiksa sebagai saksi terkait laporan dugaan ujaran kebencian “Jin buang anak”

Edy Mulyadi yang juga dikenal wartawan senior membuat pernyataan itu saat mengkritisi rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan.

Edy menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Edy kemudian minta maaf, namun laporan atas ujaran kebencian soal itu juga masuk ke Mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pihak Edy Mulyadi menyatakan kesediaannya hadir memenuhi panggilan penyidik.

“Yang bersangkutan (Edy Mulyadi, Red) menyatakan bersedia hadir diperiksa Jumat, pukul 10.00 WIB,” kata Ramadhan seperti dilansir Antara.

Edy Mulyadi dilaporkan sejumlah elemen masyarakat di tiga wilayah berbeda, yakni Polda Kalimantan Timur, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Kalimantan Barat terkait ujarannya tentang Ibu Kota Negara (IKN) sebagai tempat jin buang anak.

Laporan tersebut diambil alih oleh Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti. Hingga saat ini sebanyak 38 saksi telah dimintai keterangan, terdiri atas 30 saksi umum dan delapan saksi ahli.

Selain menerima tiga laporan polisi, penyidik juga menerima 16 pengaduan dan 18 pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarakat terkait pernyataan Edy Mulyadi tersebut.

Baca Juga:  Bantuan Nyata Polri Trending di Twitter, Demi Angkat Citra Polisi?

Salah satu kutipan Edy Mulyadi yang diduga menghina Kaltim saat konferensi persnya berbunyi “Ini ada sebuah tempat elit, punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak (IKN baru).”

Kuasa hukum Edy Mulyadi, Djudju Purwantoro mengatakan pihaknya akan hadir terlebih dahulu ke Bareskrim Polri mewakili kliennya untuk menyampaikan beberapa hal kepada penyidik.

Djudju belum memastikan kliennya (Edy Mulyadi, Red) dapat hadir penuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi, oleh karena itu hadir lebih dulu mewakili kliennya.

“Iya kita nanti lihat bagaimana beliau, tapi yang pasti nanti tim kuasa akan mewakili beliau dulu ke Bareskrim gitu,” ujar Djudju.

Edy Mulyadi Minta Maaf

Edy Mulyadi akhirnya minta maaf. Ia minta maaf terkait ucapan Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Kalimat itu disampaikan saat mengritik rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Edy Mulyadi yang pernah menjadi caleg PKS namun gagal itu menayangkan video permintaan maafnya melalui akun youtube pribadinya, BANG EDY CHANNEL.

Video itu ia beri judul EDY MULYADI MINTA MAAF, BEGINI PENJELASAN SOAL “KALIMANTAN TEMPAT JIN BUANG ANAK”

Edy menjelaskan maksud tempat jin buat anak adalah lokasi yang jauh atau terpencil.

Misalnya Monas dulu pernah dibilang tempat jin buang anak.

Atau BSD, Serpong, Bintaro juga pernah dianggap lokasi yang jauh.

Meski telah meluruskan maksudnya Edy tetap menyatakan minta maaf, terutama kepada masyarakat Kalimantan.

Dan meski telah minta maaf, kecaman di akun youtubenya bertebaran dan di posisi teratas.

Bahkan ada yang menganggap, gara-gara menghina Kalimantan, capres yang kelak akan dipilih Edy Mulyadi takkan dipilih orang kalimantan.

“Selamat, anda berhasil membuat siapa pun capres yg anda dukung di 2024 kehilangan banyak pemilih di Kalimantan,” tulis Ali Ichsan di kolom komentar.

Baca Juga:  Padahal Berniat Mendukung Pendemo, Ade Armando Malah Babak Belur Dihajar Massa

Sebelumnya, #TangkapEdyMulyadi trending bahkan hingga hari ini.

Hal itu terkait dengan video mantan caleg PKS tentang IKN atau Ibu Kota Negara baru di Penajam, Kalimantan.

Wartawan Senior Edy Mulyadi saat menyebut Kalimantan Tempat Jin buang anak. Netizen menyerukan #TangkapEdymulyadi (twitter)

Dalam video tersebut, Edy Mulyadi yang dilabeli wartawan senior membuat pernyataan provoakatif terkait IKN.

Misal ia menyebut Kalimantan yang jadi lokasi IKN sebagai tempat jin buang anak.

Ia juga menyebut IKN akan diisi penduduk asal dari China bukan Indonesia.

Bahkan Edy Mulyadi mengecam Menhan Prabowo Subianto yang disebut membiarkan proyek IKN berjalan.

Edy Mulyadi lahir di Jakarta pada 8 Agustus 1966. Ia memulai kiprahnya sebagai wartawan pada 1991 di Harian Ekonomi Neraca.

Dia juga disebut pernah berkarir di beberapa media besar seperti Media Indonesia, Metro TV, TPI sampai Warta Ekonomi.

Selama ini, Edy Mulyadi dikenal sebagai tokoh yang kontra bahkan kerap mengkritik pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, Edy juga diketahui pernah mencalonkan diri sebagai Caleg dari PKS untuk Dapil Jakarta III namun gagal.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...