Kangen Band Tiba-tiba Trending, Netizen Mengakui Lagu-lagunya Enak?
Pendewasaan adalah ngaku Kangen Band lagunya bagus. We were just following the hate train.
Kangen Band tiba-tiba trending.
Netizen akhirnya mengungkapkan bahwa lagu-lagu kangen band enak didengarkan terutama saat sendirian.
Meski demikian untuk mengakui menyukai Kangen Band selama ini dinilai tak mungkin.
Ini karena citra grup band asal Lampung yang dikenal tidak bagus.
Terutama saat personil kangen band tersandung narkoba.
Juga saat personilnya Andika dicap tukang kawin cerai.
Selain itu Kangen Band dicitrakan band kampung, band papan bawah.

Berikut cuitan terkini tentang Kangen Band.
@WidasSatyo: Pendewasaan adalah ngaku Kangen Band lagunya bagus. We were just following the hate train.
@MafiaWasit: Pecinta sepakbola Indonesia ke PSSi itu kayak anak senja tahun 2000’an ke Kangen Band, benci dan selalu menghina setengah mati tapi ketika di dalam kos selalu bisa menikmati dan hafal lirik karya-karyanya!
@jwooo127: Lagu2 Kangen Band emang bagus si, tapi gatauk kenapa kalo aku nyetel lagunya, temen2 pada ngejek, “Yahaha jamet lu nyetel lagu Kangen Band,”
@txtfromT: Dipikir2, nih lagu Kangen Band relate sama orang2 fwban yg akhirnya kejebak sama perasaannya sendiri. Alias terlanjur baper, lalu mulai overthinking dan posesif WKWKWKKK
@luckycityxu: siang siang paling enak dengerin lagu lagu nya kangen band
@Santuy38742693: Lagu Kangen Band easy listening semua.
@aps_1994: Lagu Kangen Band emang enak, easy to listen, n not deserve the hate
Tentang Kangen Band
Kangen Band adalah grup musik dari Indonesia. Grup musik ini dibentuk pada 4 Juli 2005 di Bandar Lampung, Lampung.
Lagu populernya ialah Tentang Aku Kau Dan Dia,dan lagu adaptasi dangdutnya adalah Selingkuh.
Pada Awal januari 2022 Kangen Band meluncurkan single ke 7 mereka, Yang berjudul “Aku Rela” video klip nya di tayangkan di channel kanal youtube “Kangen Band Official”
Video klib Aku Rela yang ditayangkan 14 Januari 2022 sudah memperoleh 179,977 views
Kangen terdiri dari Dodhy (Gitar), Andika (Vocal), Tama (Gitar), Bebe (Bass), Izzy (Keyboard), dan Baim (Drum).
Album perdana mereka adalah Tentang Aku, Kau, Dan Dia (2007) Kangen Band meluncurkan dua album sekaligus: Yang Sempurna—yang merupakan repackage dari album perdana—
Salah satu lagu dalam album ini, Tentang Bintang dan Selingkuh menjadi hit yang populer di masyarakat.
Selain itu, Kangen Band juga berhasil masuk sebagai Grup Band Tervaforit pada SCTV Award 2007.
Pada tahun yang sama, mereka membintangi sebuah sinetron berjudul Aku Memang Kampungan, yang bercerita tentang perjalanan karier mereka.
Pada tahun 2008, Kangen Band meluncurkan album ketiga yaitu Bintang 14 Hari.
Bintang 14 Hari menyajikan warna musik yang berbeda dengan menampilkan unsur Melayu dan mengeksplorasi unsur Jawa.
Di album ini, Kangen menggaet arranger Andi Bayou dengan backing vocal Eren.
Pada 6 Mei 2009, Kangen Band merilis album ketiga mereka yang diberi judul Pujaan Hati, dengan hit single Terbang Bersamaku dan Pujaan Hati.
Sementara itu album kelima jangan bertengkar 2011-2012 anjlok.
Pada tahun ini Kangen Band memang terpuruk.
Dua personilnya, Andika Mahesa Dan Izzy Tertangkap memakai narkoba, dan jadwal perilisannya pun di tunda.
Pada tahun 2012-2014, Andika mengundurkan diri dari Kangen Band karena menolak membayar denda Rp1 Milyar kepada Warner Musik sehubungan dengan bersolo-karirnya di luar prosedur.
Lalu tahun 2014-2016 Doddhy mengundurkan diri.
Pada tahun 2016 Reyhan mengundurkan diri.
Tahun 2016-2018 Andika kembali.
Kangen Band dinilai sebagai sebuah fenomena yang menggambarkan naik kelasnya kalangan ekonomi bawah ke kelas menengah secara masif.
Meskipun disambut meriah oleh pasar dengan penjualan yang mampu menembus 300.000 keping, kehadiran mereka mengejutkan karena baik penampilan maupun kualitas musik dianggap di bawah band menengah-elit.
Kehadiran mereka juga dituduh merusak kualitas musik Indonesia.
Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Rollingstone, vokalis band Naif, David Bayu Danangjaya, secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap Kangen Band, termasuk label tempat bernaung band tersebut.
Keberatan David dilatari oleh banyaknya produser musik yang pada saat itu cenderung mematikan heterogenitas musik Indonesia dengan hanya fokus menggarap band-band bercorak pop melayu.
Dalam bukunya Cracking Zone, pakar manajemen perubahan Rhenald Kasali mengungkapkan bahwa cemoohan terhadap Kangen Band menggambarkan
“kegalauan psikologis masyarakat menengah ke atas (di Indonesia) dalam menerima strata sosial yang lebih rendah sebagai konsumen pada strata yang sama…”
Penolakan tersebut menyimbolkan ketidakmampuan menafsirkan kode-kode baru kehidupan sosial.
Kasali juga menyamakan fenomena penolakan ini dengan kegalauan psikologis yang dialami bangsa Amerika pada tahun 60-an, ketika Martin Luther King memimpin gerakan kaum sipil membebaskan Amerika dari belengu-belenggu perbedaan warna kulit.