Business is booming.

Rajab Ternyata Jatuh 3 Februari Bukan 2 Februari, Netizen Saling Kabar

@thv95___: hilalnya blm keliatan katanya, jadi kemungkinan 1 rajab nya besok

Rajab trending. Bulan Rajab dalam tanggalan Islam sebelumnya diketahui jatuh hari ini 2 Februari 2022.

Namun PBNU mengabarkan bahwa awal Rajab 1443 H jatuh hari Kamis 3 Februari 2022.

Bergesernya awal bulan Rajab dari Rabu menjadi Kamis membuat netizen mempertanyakan kebenarannya.

Ini karena terkait amalan puasa bulan Rajab yang akan dilakukan umat muslim.

Berikut cuitan terbaru sejumlah netizen terkair Rajab

@urmoon42: Jadi, yang bener 1 Rajab tuh kapan yaa?

@kayyeeen; katanya 1 rajab nya jatuh di hari kamis soalnya blm ada hilalnya

@thv95___: hilalnya blm keliatan katanya, jadi kemungkinan 1 rajab nya besok

@jellafyu; astagfirullah lupa ada puasa rajab, untung beso bukan hari ini Loudly crying face

@khxbintae: iya puasa rajab, tp katanya masih besok

@ileagirl: Engga soalnya ternyata rajab mundur jadi besok, dan gue udah ga ada utang Smiling face with tear

@chitamaniez30: Bulan Rajab adalah bulan yang istimewa

@istighfarguiss: ya Allah ini ga jadi tgl 1 rajab

@Hildaherliana_; Tranding di twitter sahur puasa rajab. MasyaAllah begitu banyak dari kita yang menyambut bulan bulan sebelum puasa ini dengan gembira. Semoga Allah hadirkan banyak kebaikan dan keberkahan dalam hidup kita semua

Seperti dilansir web resmi NU yakni NU.or.id, Keputusan ini didasarkan pada laporan tim rukyat yang tidak melihat hilal di seluruh Indonesia pada Selasa Pon 29 Jumadal Akhirah 1443 H / 1 Februari 2022 M.

“Dari 22 titik lokasi rukyatul hilal bil fi’li yang tersebar di delapan provinsi, tidak satu pun yang berhasil melihat hilal. Rata-rata terhalang mendung dan hujan. Dengan demikian, maka umur bulan Jumadal Akhirah digenapkan (istikmal) 30 hari,” kata Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Keagamaan dan Hubungan Lembaga KH Zulfa Mustofa, Selasa (1/2/2022) malam.

Baca Juga:  Profil Pratama Arhan, Gugat Cerai Istrinya Nur Azizah, Netizen Serbu Instagramnya

Keputusan itu, menurut Kiai Zulfa, sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan pendapat imam mazhab yang empat (al-madzâhib al-arba’ah).

Karena, ketika hilal terhalang mendung, maka usia bulan digenapkan 30 hari.

PBNU mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk mengisi bulan Rajab dengan berbagai amal kebaikan.

Sebab, bulan ini adalah salah satu bulan istimewa, karena di dalamnya turun perintah salat lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Bagi kaum Nahdliyin, Rajab juga menjadi istimewa karena Nahdlatul Ulama dilahirkan pada bulan ini, tepatnya pada 16 Rajab 1344.

“Keistimewaan itu semakin bertambah karena dalam kalender hijriah, tahun ini Nahdlatul Ulama memasuki usia ke-99 tahun,” pungkasnya penulis kitab Tuhfatul Qashi wa al-Dani, sebuah kitab mengenai sosok Syekh Nawawi Banten itu.

Sebagai informasi, data hisab LF PBNU menunjukkan keadaan hilal sudah berada jauh di atas ufuk, tepatnya +3 derajat 14 menit 51detik dan lama hilal 15 menit 23 detik, dengan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.

Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Selasa Pon 1 Februari 2022 pukul 12:46:14 WIB.
Sementara itu, letak matahari terbenam 17 derajat 13 menit 29 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 20º 32’ 49” selatan titik barat.

Adapun kedudukan hilal berada pada 3 derajat 19 menit 20 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 5 derajat 22 menit 35 detik.

Berdasarkan hisab yang sama maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Jayapura, Papua dengan tinggi 1 derajat 58 menit dan lama hilal di atas ufuk 9 menit 22 detik.

Baca Juga:  Relawan Gibran Dukung Prabowo 2024, Spekulasi Liar Bermunculan, DPP PDIP Panggil Gibran

Sementara parameter hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat dengan tinggi 3 derajat 19 menit dan lama hilal di atas ufuk 15 menit 41 detik).

Karena di seluruh Indonesia tinggi hilal adalah positif di atas dua derajat, maka pada saat matahari terbenam hilal masih di atas ufuk.

Artinya, tinggi hilal di seluruh Indonesia secara keseluruhan sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah (hilal mungkin teramati).

Meskipun demikian, karena hilal tidak terlihat, maka Jumadal Akhirah digenapkan 30 hari sehingga awal Rajab jatuh pada Kamis (3/2/2022).

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menginstruksikan kepada para perukyah Nahdlatul Ulama se-Indonesia untuk melaksanakan nukyah awal bulan Rajab 1443 H pada hari Selasa Pon, 29 Jumadal Akhirah 1443 H/1 Februani 2022.

Surat bernomor 74/C.1. 34/01/2022 itu ditandatangani Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa dan Wakil Sekretaris Jenderal H Nur Hidayat pada Selasa (1/2/2022).

Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan suci yang disebutkan dalam Alquran dimana perang dan pertempuran tidak diperbolehkan.

Tiga bulan suci lainnya adalah Dzulqidah, Dzulhijjah dan Muharram.

Beberapa ulama menyebut bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan suci.

“Konsep pertempuran sangat komprehensif. Ini bisa merujuk pada memerangi kemarahan, melawan depresi, melawan kebiasaan buruk dan melawan ketidakadilan,” kata mantan Manajer Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Komite E-Dakwah di Kuwait Mohsen Haredy dikutip dari About Islam, Senin (31/1/2022).

Kemudian, ia melanjutkan, setiap Muslim harus memerangi semua hal ini sepanjang tahun terutama di bulan Rajab.

Dalam hadits ini, Nabi SAW memberi nama lain bulan Rajab yaitu Rajab Mudar.

Dinamakan setelah suku Mudar karena mereka dulu menghormati bulan ini.

“Seperti yang ditunjukkan hadits, tiga dari empat bulan suci berurutan dan bulan Rajab datang 5 bulan setelah bulan Muharram. Oleh karena itu, sebagian ulama menyebutnya Rajab al-Fard, yaitu Rajab yang menyendiri,” kata dia seperti dilansir Republika.

Baca Juga:  Sejarah Rita Pasaraya Cilacap dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Ada 15 nama lain yang diberikan kepada bulan Rajab yang disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Kitabnya yang terkenal Tabyeen Al-Ajab bima Warada fi Fadl Rajab.

Para cendekiawan Muslim sepakat tidak ada satu pun hadits shahih tentang keutamaan bulan Rajab, kecuali hadits yang dikutip di atas tentangnya sebagai salah satu dari empat bulan suci.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...