Business is booming.

Gunung Merapi Trending, Keluarkan Awan Panas Hingga Kamis (10/3) Dini Hari

Masyarakat kawasan rawan bencana 3 Gunung Merapi secara mandiri, turun ke tempat yang aman

Gunung Merapi Merapi trending karena  mengalami erupsi dan awan panas.

Tercatat sebanyak 149 kali gempa guguran pada Rabu (9/3/2022) malam dari pukul 10.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Awanpanas guguran #Merapi tanggal 9 Maret 2022 terjadi mulai pukul 23.18 WIB dan hingga Kamis 10 Maret dini hari masih berlangsung.

“Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati daerah potensi bahaya yg telah ditetapkan serta meningkatkan kewaspadaan.” Demikian @BPPTKG.

@BPPTKG adalah akun Resmi BPPTKG – PVMBG – Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia 🇮🇩.

Mereka membuat hastag merapi siaga atau #MerapiSiaga.

Sejumlah warga langsung melakukan evakuasi mandiri dengan turun ke lokasi aman.

Sedang warga usia lansia diamankan petugas dengan cara diungsikan.

“Terkait aktivitas Merapi malam ini Masyarakat kawasan rawan bencana 3 Gunung api Merapi secara mandiri, turun ke tempat yang aman,” tulis akun @merapi_uncover.

Sekitar pukul 03.00 WIB, @BPPTKG melaporkan bahwa awanpanas guguran #Merapi tanggal 10 Maret 2022 pukul 01.00, 01.22, 01.35, 01.59, 02.07 WIB.

Tercatat di seismogram dengan amplitudo max 75 mm dan durasi max 191 detik. Jarak luncur max ±2.000 m ke arah tenggara.

Sebelumnya balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami 149 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Selasa (8/3) pukul 00.00-24.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu, menyebutkan selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat satu kali gempa frekuensi rendah, satu kali gempa tektonik dan satu kali gempa hembusan.

Baca Juga:  Zahra Nur Khaulah Muncul Lagi dan Langsung Tranding

Berdasarkan pengamatan visual, tampak asap berwarna putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas puncak.

Pada periode pengamatan itu, tercatat tujuh kali guguran lava pijar keluar dari gunung itu dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Deformasi atau perubahan bentuk tubuh Merapi yang dipantau BPPTKG menggunakan electronic distance measurement (EDM) menunjukkan laju pemendekan jarak rata-rata 0,6 cm dalam tiga hari.

Sementara itu berdasarkan pengamatan aktivitas Gunung Merapi periode 25 Februari-3 Maret 2022, BPPTKG menyatakan adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya berupa bekas guguran, namun tidak teramati perubahan ketinggian yang signifikan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...