Business is booming.

Rahajeng Rahina Saraswati Trending Lagi, Berarti Sudah 210 Hari Sejak Perayaan Tahun 2021

Rahajeng Rahina Saraswati. "Semoga Ilmu Pengetahuan Senantiasa Menerangi Pikiran Setiap Manusia"

Rahajeng Rahina Saraswati trending. Tanggall 26 Maret 2022 ini memang merupakan hari Rahajeng Rahina Saraswati

Hari Raya Saraswati menurut kalender Bali dirayakan sekitar 210 hari atau 7 bulan sekali.

Perayaan terakhir seperti dilansir media ini adalah tanggal 28 Agustus 2021.

Rahajeng Rahina Saraswati adalah penghormatan kepada dewi ilmu pengetahuan dan seni.

Berikut cuitan netizen tentang Rahajeng Rahina Saraswati

@instiki_: Rahajeng Rahina Saraswati, civitas INSTIKI. Semoga kita semua senantiasa diberkati dengan ilmu pengetahuan suci yang memberikan kecerdasan, kebijaksanaan, dan kebahagiaan sejati.

@midnighthito: Rahajeng Rahina Saraswati. Meskipun buku d bantenin, masi ada tugas dan uts yang memberikan alasan tuk bljr

@Mankjay: rahajeng rahina saraswati yaa semuanya..

@Kanwil_Bali: Atas nama Pimpinan dan Seluruh Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali mengucapkan Rahajeng Rahina Saraswati. “Semoga Ilmu Pengetahuan Senantiasa Menerangi Pikiran Setiap Manusia”

@ayesthetical: Dulu motivasi pengen tinggal di Bali tuh ya ini, namaku dah Bali banget bro, tinggalnya aja yg belum. Mana ada perayaannya.

Tentang Rahajeng Rahina Saraswati

Kata Rahajeng Rahina Saraswati adalah hari bertepatan dengan perayaan Hari Raya Saraswati untuk seluruh umat yang merayakan.

Perayaan Hari Raya Saraswati sangat penting bagi umat Hindu di seluruh dunia

Di dalam perayaan ini, mereka akan bersuka cita menyenandungkan rasa syukur atas kemuliaan Dewi Saraswati, sang simbol ilmu pengetahuan.

Di Denpasar Bali, umat Hindu menyambut Hari Raya Saraswati dengan menggelar persembahyangan di Pura Jagatnatha Denpasar.

Pelaksanaan persembahyangan di masa pandemi menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pada Hari Raya Saraswati ini, umat Hindu memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam menifestasinya sebagai Dewi Saraswati.

Baca Juga:  Profil Angga Yunanda, Trending Sabtu Dini Hari, Netizen Mengira Selingkuh

Saraswati adalah salah satu dari tiga dewi utama dalam agama Hindu, dua yang lainnya adalah Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga).

Saraswati adalah sakti (istri) dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta.

Saraswati berasal dari akar kata sr yang berarti mengalir.

Dalam Regweda V.75.3, Saraswati juga disebut sebagai Dewi Sungai, disamping Gangga, Yamuna, Susoma dan yang lainnya.

Saraswati adalah dewi yang dipuja dalam agama weda.

Nama Saraswati tercantum dalam Regweda dan juga dalam sastra Purana (kumpulan ajaran dan mitologi Hindu). Ia adalah dewi ilmu pengetahuan dan seni.

Saraswati juga dipuja sebagai dewi kebijaksanaan.

Dalam aliran Wedanta, Saraswati di gambarkan sebagai kekuatan feminin dan aspek pengetahuan — sakti — dari Brahma.

Sebagaimana pada zaman lampau, ia adalah dewi yang menguasai ilmu pengetahuan dan seni.

Para penganut ajaran Wedanta meyakini, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan seni, adalah salah satu jalan untuk mencapai moksa, pembebasan dari kelahiran kembali.

Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri.

Ia tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa para pelajar pada kesahajaan.

Saraswati dapat digambarkan duduk atau berdiri di atas bunga teratai, dan juga terdapat angsa yang merupakan wahana atau kendaraan suci darinya, yang mana semua itu merupakan simbol dari kebenaran sejati.

Selain itu, dalam penggambaran sering juga terlukis burung merak.

Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri)/mulat sarira dan ego.

Di masing-masing lengan tergenggam empat benda yang berbeda, yaitu:

Baca Juga:  Abbas Kutuk Serangan Brutal Israel Terhadap Gubernur Palestina, Pakai Bom Suara

Lontar (buku), adalah kitab suci Weda, yang melambangkan pengetahuan universal, abadi, dan ilmu sejati.

Genitri (tasbih, rosario), melambangkan kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual.

Wina (kecapi), alat musik yang melambangkan kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan.

Damaru (kendang kecil).

Angsa merupakan semacam simbol yang sangat populer yang berkaitan erat dengan Saraswati sebagai wahana (kendaraan suci).

Angsa juga melambangkan penguasaan atas Wiweka (daya nalar) dan Wairagya yang sempurna, memiliki kemampuan memilah susu di antara lumpur, memilah antara yang baik dan yang buruk.

Angsa berenang di air tanpa membasahi bulu-bulunya, yang memiliki makna filosofi, bahwa seseorang yang bijaksana dalam menjalani kehidupan layaknya orang biasa tanpa terbawa arus keduniawian.

Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni, dirayakan oleh umat Hindu di Bali yang jatuh pada hari Saniscara (Sabtu) Umanis (Legi), wuku Watugunung.

Perayaan ini dilaksanakan setiap 210 hari (atau 7 bulan menurut kalender Bali), sebagai penghormatan kepada dewi ilmu pengetahuan dan seni.

Banten Saraswati yang lumrah dipergunakan pada Hari Suci Saraswati adalah dalam bentuk Tamas yang kecil mungil dan sederhana.

Banten ini biasanya dihaturkan pada lontar-lontar yang ditaruh dalam sebuah ‘Dulang’. Begitu pula buku-buku bacaan pada hari itu dibantenin atau diupacarai.

Tujuan daripada penghormatan ini adalah untuk rnenrohon anugrah-Nya dalam pembawaannya sebagai seorang Dewi yang amat cantik yaitu Dewi Saraswati.

Yang menuntun umat-Nya dari kegelapan menuju pada kecemerlangan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...