Business is booming.

Waduh Trending, Panglima Pajaji Sebut Jokowi Berbohong hingga Kutuk IKN

Saya sampai dunia kiamat pun tidak pernah menyetujui proyek IKN

Tagar Waduh trending di media sosial X (Twitter) pada Selasa (19/3/2024), menyusul Panglima Pajaji dari Suku Dayak menyebut Presiden Jokowi sebagai pembohong hingga melontarkan kecamannya terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Waduh yang trending hingga tercatat 7.509 ciutan yang mereka sampaikan.

Seperti pemilik akun Twitter @Mastur122 menulis, “DPR telah menyetujui tentang pembangunan IKN, sedangkan suara DPR adalah suara rakyat, lalu kita rakyat bisa apa??? jangan nggedabrus asal ngomong.”

Lalu pemilik akun Twitter @RinaShaqueena menulis, “Aksinya protesnya harus nyata dung, bukan hanya statement atau pernyataan doang, mestinya suku dayak semuanya turun kejalan melakukan aksi demo besar-besaran..🙏”

@kang_santoss menulis, “Halah pret! Dulu kelen puja puja itu jokowi, sekarang mulai kelihatan boroknya baru koar2, padahal proyek udah jalan. Panglima panglima boneka macam kelen mana ada artinya di depan penguasa?! 🤣 Inilah pentingnya sekolah dan pendidikan! Gelar panglima doang kaga ada artinya! 🤣”

@PutraBachtiar9 menulis, “Jangan cuma dikutuk, bikin mampus mrk semua penguasa yg sudah bejad akhlaknya yg menekan Rakyat Indonesia dgn jahatnya.”

@Prasetyocahyo12 menulis, “Anda ini gimana sih, panglima harus nya berpikir kedepan untuk rakyatnya. Kalau IKN terbentuk nanti anak cucu anda bahagia. Bisa mudah cari pendidikan dan kerja. Jgn lah anda hanya memikirkan diri sendiri. Umur kita bisa singkat bro.”

@java_chips96 menulis, “Dulu pas ada orang jawa tidak setuju IKN, eh komentarnya dibales orang kalimantan “kamu orang jawa diam saja, urusi daerahmu, daerah kami baik baik saja” lah sekarang kok keook.”

@andersontampu18 menulis, “Benar juga yang dia bilang, masyarakat yg ada disana aja rumahnya disuruh robohin, kn bajingan, kenapa gak rumahnya aja ditata rapi biar masyarakat disana tetap ada disana.”

@DesemraysYahya menulis, “Makanya bagi yg punya tanah warisan nenek moyang di urus dari sekarang. IKN itu di bangun untuk pemerataan ,biar kalian maju dalam segala hal.”

@surpa_i menulis, “Aneh sih, seharusnya belum di mulai udh harus bersuara, agar uang tdk buang percuma.”

@RTobazz menulis, “Selamatkan bumi Borneo dari kerusakan alam yang makin parah….yang untung hanya segelintir orang, sementara suku2 pribumi akan makin tergusur, pernahkah putra daerah dan warga diajak bermusyawarah dan mencapai mufakat?”

@lombokpetualang menulis, “Betul kok baru sadar skrng nich, mana nich orang kalimatan sadar gak sich bumi kalian akan dimanfaatkan krn mereka te klo dijawa mereka gak mungkin dpt melakukanx krn pendudukx yg padat jdi ayok melek skrng tentang dan tolak IKN sebelum terlambat.”

Panglima Pajaji Dayak Kutuk Proyek IKN

Panglima Pajaji dari Suku Dayak, kembali melontarkan kecamannya terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.

Baca Juga:  Profil Kombes Pol Nurcholis, Akpol 1992, Irwasda Polda Metro Jaya

Dikutip dari tayangan video yang beredar di media sosial, Panglima Pajaji bahkan menyebut Presiden Jokowi sebagai pembohong.

“Bapak insinyur Presiden Haji Joko Widodo, bapak sudah membohongi kami lagi. Apa buktinya? Buktinya masyarakat kami resah di Kalimantan,” katanya dikutip siap.viva.co.id pada Kamis (14/3/2024).

Menurut pria asal Dayak itu, kegelisihan warga Kalimantan semakin menjadi sejak adanya proyek pembangunan IKN.

“Ini tambah masuk lagi proyek IKN, pembangunan IKN di Kalimantan. Saya sampai dunia kiamat pun tidak pernah menyetujui proyek IKN itu, pemindahan IKN di Kalimantan dan saya akan mengutuk tempat itu,” tegasnya.

“Saya akan kutuk. Ingat, saya tidak pernah menyetujui barang itu dan saya sampai dunia kiamat pun saya tidak pernah menyetujui pemindahan IKN di Kalimantan,” sambungnya.

Sebab, menurut Panglima Pajaji, IKN hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang.

“Karena itu nantinya (akan jadi tempat) tangan-tangan penguasa garis keturunannya. Bukan untuk masyarakat kami yang ada di Kalimantan,” katanya dengan mata melotot.

Namun demikian, hingga kini video itu belum terkonfirmasi.

(Sumber: siap.viva.co.id)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...