Business is booming.

Harmoko Trending, Ternyata Jadi Menteri Orde Baru Paling Diingat Netizen

Harmoko membuat kejutan besar pada konferensi pers dengan meminta presiden Soeharto mundur

Harmoko trending. Mantan menteri penerangan itu trending menyusul adanya kuis nama menteri paling diingat di Era Orde Baru.

Ada pun kuis dibuat akun bernama  @abu_waras

“Kuis Hari Minggu Bonus AutoFolbek  Engga Pake Lama: SIAPAKAH NAMA MENTERI DI ERA SOEHARTO YANG PALING  KELEN INGAT? Sebutkan Nama dan Posisi Menterinya.”

Nama-nama Menteri Era Soeharto tentu sangat banyak karena ia berkuasa lebih dari 30 tahun.

Ternyata nama Harmoko paling diingat, selain karena sering tampil di TV, juga karena penampilan dan gaya bertutur yang khas.

Dan jangan lupa, diakhir Pak Harto berkuasa, ternyata Pak Harmoko pula yang meminta Soeharto mundur.

Ia juga yang mengetuk palu lengsernya penguasa orde baru tersebut.

Kebetulan ketika itu Harmoko memang menjadi Ketua DPR/MPR dimana Soeharto menyatakan lengser.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Harmoko

@Ben70Ben: Yang paling kuingat adalah Harmoko. Sering di TVRI menyampaikan harga2 kebutuhan pokok dr cabe keriting, gula, worten tanpa daun, gabah, dll. Dan harga2 tsb begitu terkontrol waktu itu.

@SyahrilTng: Harmoko Mentri penerangan, Sudarmono wakil presiden, Mentri agama Munawir syadzali , Abdul Ghofur Mentri olah raga,

@Bayhaqi88866525: Harmoko …. Menteri Penerangan … Atas petunjuk bapak presiden Harga cabe rawit keriting

@RajoMudo48: Pak Harmoko.. Klo beliau sudah mengumkan harga sembako malam… Besok pagi seluruh Indonesia di pasarnya harga sembako 1 harga.. Beda ama yg sekarang.. Malam umumin harga HET minyak goreng, besoknya minyak goreng hilang..

@duja_djkn: Menteri legend era pak harto: menteri penerangan harmoko, menristek BJ Habibie, menlu ali alatas

Baca Juga:  Profil AKBP Davis Busin Siswara, Akpol 2005, Wakapolres Metro Bekasi Kota

@qrArp: Jaman Orba Hari-hari Omong Kosong ( Harmoko )

@historia_id: Palu yang dipakai ketua DPR/MPR Harmoko patah. Patahlah kekuasaan Presiden Soeharto setelah berkuasa selama 32 tahun.

@DB89059038: Bapak Harmoko dan pa Moerdiono

@fyasof83: Paling tak ingat haji Harmoko..dengan gaya rambut  disisir rapi pakai minyak kemiri…wis pokoe mbudeng gak mudeng itu kabar harus didengarkan…

Haji Harun Mohamad Kohar (7 Februari 1939 – 4 Juli 2021).

Ia lebih sering disapa Harmoko, meski juga biasa dipanggil Bung Harmoko.

Ia adalah seorang politikus dan jurnalis Indonesia yang aktif pada masa Orde Baru.

Harmoko menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari tahun 1997 sampai 1999, dan merupakan faktor mundurnya presiden Soeharto selama demonstrasi mahasiswa.

Lahir dari keluarga sederhana di Jawa Timur, pada 7 Februari 1939, Harmoko lulus dari sekolah jurnalistik, dan menjadi jurnalis.

Ia aktif selama rezim Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru, bekerja di sejumlah surat kabar yang berbeda, termasuk Merdeka, Merdiko, dan Harian Mimbar Kita.

Pada tahun 1970, ia mendirikan surat kabarnya sendiri, Pos Kota.

Pada tahun 1970, ia terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Jakarta, dan dua tahun kemudian, ia terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat.

Dalam pemilihan umum 1977, Harmoko terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, sebagai anggota organisasi Golongan Karya (Golkar) yang berkuasa.

Pada tahun 1983, ia diangkat Menteri Penerangan, kemungkinan karena latar belakangnya di jurnalisme.

Kepiawaiannya dalam menjaga citra Orde Baru dan penampilan Suharto membuatnya dijuluki ‘influencer-in-chief’.

Pada tahun 1993, Harmoko terpilih sebagai Ketua Golkar, menjadi tokoh sipil pertama yang memegang jabatan tersebut.

Pada Juni 1997, ia diangkat menjadi menteri negara untuk urusan khusus, jabatan yang dijabatnya hanya tiga bulan karena pada Oktober 1997, ia dipilih untuk menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Baca Juga:  Daftar Delapan Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia yang Akhirnya Ditahan Polda Sumut

Terlepas dari kesetiaan bertahun-tahun kepada Presiden Soeharto, setelah demonstrasi mahasiswa yang meluas menyerukan perubahan pemerintahan, Harmoko membuat kejutan besar pada konferensi pers dengan meminta presiden untuk mundur dalam waktu lima hari.

Kemungkinan karena fakta bahwa dia mungkin kesal dengan pemecatannya sebagai menteri informasi, pemecatannya sebagai calon wakil presiden, dan rumahnya dibakar oleh pengunjuk rasa.

Soeharto melihat permintaan Harmoko sebagai pengkhianatan, sementara Tadjus Sobirin, mantan Ketua Umum Golkar Jakarta menyebut Harmoko “Brutus”

Hal itu ia sampaikan saat rapat pimpinan partai.

Merujuk kepada senator Romawi Marcus Junius Brutus, yang membunuh paman buyutnya Julius Caesar.

Harmoko meninggal pada tanggal 4 Juli 2021 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto karena COVID-19, dan dimakamkan keesokan harinya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...