Business is booming.

Sosok Lettu Muhammad Ikbal, AAL 2018, Gugur di Papua Saat Usia 22 Tahun

Jajaran TNI Angkatan Laut di seluruh Indonesia, Senin (28/3), menggelar doa bersama

Korban penembahan KKB Papua, Lettu (Anumerta) Muhammad Ikbal ternyata baru lulus Akademi Angkatan Laut(AAL) tahun 2018.

Saat penembakan terjadi pangkatnya masih Letda. Ia memperoleh kenaikan pangkat setelah gugur di Papua, Sabtu (26/3/2022) sore.

Selain Letda Mar Muhammad Ikbal, S.Tr.(Han) yang dinaikkan pangkatnya menjadi Lettu Mar Anumerta.

Juga Pratu Mar Wilson Anderson Here dinaikkan pangkatnya menjadi Praka Mar (Inf) Anumerta.

Lettu Mar Anumerta Muhammad Ikbal selanjutnya dibawa ke Kendari dan Praka Mar (Inf) Anumerta Wilson Andersen Here ke Kupang untuk dimakamkan secara militer.

Sedangkan untuk personel yang mengalami cidera berat dan ringan masih dirawat secara intensif di RS. Timika.

Siapa Lettu Mar Anumerta Muhammad Ikbal?

Ia merupakan alumni AAL angkatan 63, usianya masih 22 tahun.

Ia menjadi bagian 102 lulusan AAL alumnni 1998 yang dilantik Presiden Jokowi.

Dari 102 nama lulusan AAL angakata 63, Ikbal beraada diurutan 99 dengan nomor 22721/P.

Korban penembahan KKB Papua, Lettu (Anumerta) Muhammad Ikbal ternyata baru lulus Akademi Angkatan Laut(AAL) tahun 2018. foto .aal.ac.id

Muhammad Ikbal, sudah dimakamkan di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Ia berencana menikah pada November 2022 dengan wanita bernama Jasinta Firda Pertiwi yang berasal dari Surabaya.

Hal itu disampaikan Kaharuddin ipar almarhum ditemui usai pemakaman di Desa Anggotoa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (28/3/2022) malam.

Ikbal dimakamkan di pemakaman umum keluarga sekitar 30 meter di belakang rumah duka.

“Almarhum itu rencana mau menikah itu di bulan 11 (November 2022),” kata ipar almarhum di rumah duka.

Baca Juga:  Saddil Ramdani Berpikir Positif Beberkan Saran agar Menang Menghadapi Yordania yang Lebih Tangguh

Dia bercerita, bahwa keluarga almarhum akan melakukan lamaran usai lebaran tahun ini, sebab almarhum telah selesai melaksanakan tugas di Papua.

“Bahkan rencana keluarga, setelah lebaran itu kan almarhum sudah selesai Satgas, jadi rencana setelah lebaran keluarga sudah sepakati persiapan untuk melakukan lamaran secara resmi,” ujar dia seperti dikutip Antara.

Dia mengaku bahwa keluarga sangat kehilangan sosok almarhum apalagi sebagai salah satu penopang ekonomi keluarga.

“Kalau di mata keluarga almarhum itu jujur sangat-sangat istimewa, selain itu almarhum juga sebagai penopang keluarga, keluarga sangat sayang mencintai almarhum,” ujar dia.

“Almarhum rajin shalat, baik sekali sama keluarga, penampilannya biasa-biasa saja, tidak sombong,”

TNI AL Berduka

Jajaran TNI Angkatan Laut di seluruh Indonesia, Senin (28/3), menggelar doa bersama atas gugurnya Lettu Mar Anumerta M. Ikbal Dan Praka Mar Anumerta Wilson Anderson Here.

Dua prajurit Satuan Tugas  (Satgas) Muara dan Pesisir (Mupe) Korps Marinir TNI AL akibat serangan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) di Nduga.

Kegiatan doa bersama ini merupakan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono sebagai ungkapan rasa empati dan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya dua prajurit Korps Marinir TNI AL tersebut.

Selain itu, Kasal juga memerintahkan seluruh Jajaran TNI AL mengibarkan bendera 1/2 tiang selama 3 hari berturut-turut mulai hari Senin (28/3) sebagai tanda duka.

Di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Cilangkap, kegiatan doa bersama ini dilaksanakan di tempat ibadah di lingkungan Mabesal sesuai agama masing-masing.

Untuk prajurit beragama Islam mengambil tempat di Masjid Al Arif dipimpin Kolonel Laut (KH) Harun Alrasyid, yang dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono.

Baca Juga:  Profil David Raya, Pemain Terbaik Saat Arsenal Singkirkan Porto via Adu Penalti

Mereka menggelar sholat ghaib, pembacaan Surat Yasin dan istighosah.

Sedangkan untuk yang beragama Hindu melaksanakan doa bersama di Pure Ade Saka dipimpin JM Serma I Wayan Susila dengan acara Tri Sandya, kramaning sembah dan doa pitra puja, yang diikuti Askomlek Kasal Laksda TNI ING Sudihartawan dan umat Hindu.

Sementara untuk personel yang beragama Nasrani (Protestan dan Katholik) dipusatkan di Gereja Bukit Kasih Mabesal, dipimpin Pendeta Martinus dan diikuti Pati Sahli Kasal Bidang Sumber Daya Pertahanan Negara Laksma TNI Frendy Saragih, serta prajurit dan PNS umat Nasrani.

Doa Bersama juga dilaksanakan oleh Jajaran TNI AL di seluruh Indonesia di tempat-tempat ibadah masing-masing satuan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...