Business is booming.

Susanti Trending Lagi Tatkala Netizen Malaysia Minta Indonesia Tak Nonton Upin dan Ipin

Kalau indonesian takmo guna bahasa melayu sebagai bahasa rasmi ASEAN, Jangan tengok upin ipin lagi

Susanti trending lagi. Tokoh Indonesia dalam film kartun Malaysia Upin & Ipin jadi bahan pembicaraan tatkala netizen Malaysia mengomentari ide Bahasa Melayu jadi bahasa resmi ASEAN.

Seperti diketahui, usulan tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.

Dia menjawab pertanyaan di Majelis Tinggi tentang upaya mengangkat bahasa nasional Malaysia ke tingkat internasional.

Usulan itu dianggap aneh oleh netizen Indonesia.

Ini karena bahasa Melayu di Indonesia seperti bahasa daerah.

Bahasa Melayu hanya digunakan oleh suku Melayu yang ada di Indonesia.

Sementara yang digunakan seluruh suku Indonesia untuk berkomunikasi yang bahasa Indonesia.

Oleh karena itu usulan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua di Asia Tenggara atau ASEAN dianggap mengada-ada.

Lalu seorang netizen Malaysia dengan akun @erdina_nadya hari ini menulis.

“Kalau indonesian takmo guna bahasa melayu sebagai bahasa rasmi ASEAN ni senang je. Jangan tengok upin ipin lagi dah ok?”

Cuitan tersebut lalu dijawab akun @dadankkonelo

“Ok. Minta tolong juga pulangkan susanti kembali ke indonesia.”

Nah sejak itu nama Susanti trending.

Susanti ialah seorang rekan sekelas Upin dan Ipin yang berasal dari Jakarta, Indonesia.

Walaupun bertutur dalam bahasa dan pelat Indonesia, namun bahasa yang digunakannya amat mudah difahami oleh rakan-rakan setempat.

Sebagai anak orang berada, Susanti kelihatan agak pandai dengan teknologi berbanding rakan-rakan sekelasnya selaku penduduk kampung.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Susanti

@matchaaaaa_____: Ayo susanti, pak alan udah menunggu di rumah

Baca Juga:  PSSI Gugat Mata Nadjwa Kasus Pengaturan Skor, Netizen Anggap Aneh

@FgHiJkLmN17: Bang dikomen Susanti asli Indonesia

@susanti_frans: aku pulang

@anlelelah: Debat antar negara

@mizumasita: Gue lebih ska naruto gue diem

@hrvuox: cape bgt gua kwtawa

@bvlgowgi: Wkwkwkw anjirrr ksian susanti terpojok dsna tiap ada bginian

@darmaja09: ketika reply mendapat like lebih banyak darpada tweet aslinya

Susanti Saat Timnas Indonesia Bantai Malaysia

Sebelumnya nama Susanti muncul ketika  Timnas Indonesia hajar Malaysia 4-1 untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF tahun lalu.

Nah diantara yang trending akan ke menangan Timnas Garuda adalah Susanti.

Susanti adalah satu-satunya pemeran serial kartun Upin dan Ipin yang berasal dari Indonesia.

Sebuah cuplikan video yang menggambarkan Susanti berteriak sendirian diserial kartun itu pun beredar.

Awalnya para pemain Upin dan Ipin yang bergembira dan bersorak-sorak karena Malaysia memang menang duluan.

Hasil akhir ternyata Indonesia menang telak 4-1.

“Susanti pun bergembira atas hasil ini” Demikian seorang netizen, @kangnugo85

Susanti ialah seorang rakan sekelas Upin dan Ipin yang berasal dari Jakarta, Indonesia.

Dia berpindah ke Kampung Durian Runtuh bersama keluarganya.

Susanti tampil dengan kulit cerah dan tidak sawo matang macam kebanyakan kawan-kawannya, mungkin kerana bersolek tebal.

Ini menunjukkan bahwa dia berasal dari sebuah keluarga yang berada.

Walaupun bertutur dalam bahasa dan pelat Indonesia, namun bahasa yang digunakannya amat mudah difahami oleh rakan-rakan setempat.

Sebagai anak orang berada, Susanti kelihatan agak pandai dengan teknologi berbanding rakan-rakan sekelasnya selaku penduduk kampung.

Tentang Wacana Bahasa Melayu di ASEAN

Seperti diberitakan ChannelnewsAsia, Malaysia akan berdiskusi dengan para pemimpin regional untuk menjadikan Bahasa Melayu atau bahasa Melayu sebagai bahasa kedua di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.

Baca Juga:  Konser Iwan Fals Gaung Merah seGALAnya Ketujuh Digelar di Lapangan Yonif 202 Bekasi

Dia menjawab pertanyaan di Majelis Tinggi tentang upaya mengangkat bahasa nasional Malaysia ke tingkat internasional.

Ismail Sabri mengatakan selain di Malaysia, bahasa Melayu sudah digunakan di beberapa negara ASEAN seperti Indonesia, Brunei, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan dan sebagian Kamboja.

Dia mengatakan selama kunjungannya ke Kamboja baru-baru ini, dia diberitahu ada 800.000 Melayu-Cham yang menggunakan bahasa Melayu.

Dan di Vietnam, ada sekitar 160.000 penutur Melayu di antara mereka yang keturunan Melayu-Cham.

“Ada juga populasi kecil penutur bahasa Melayu di Laos,” tambahnya.

“Makanya di seluruh ASEAN ada orang yang bisa berbahasa Melayu. Oleh karena itu tidak ada alasan mengapa kami tidak dapat menjadikan bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa resmi ASEAN,” kata Ismail Sabri.

Perdana menteri menambahkan bahwa dia akan membahas masalah ini dengan rekan-rekan ASEAN-nya.

“Saya akan berdiskusi dengan para pemimpin negara ASEAN lainnya, terutama di negara-negara yang sudah menggunakan bahasa Melayu.

“Saya akan berdiskusi dengan mereka tentang menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua di ASEAN. Setelah itu, kami akan berdiskusi dengan para pemimpin negara ASEAN lainnya yang telah penduduk yang berbahasa Melayu,” kata Bapak Ismail Sabri.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri menanggapi anggota Senat Isa Ab Hamid yang ingin mengetahui upaya pemerintah memberdayakan bahasa Melayu dalam hubungan diplomatik dan luar negeri Malaysia.

“Saat ini, hanya empat dari 10 negara ASEAN yang menggunakan bahasa Inggris dalam acara resmi di tingkat internasional. Sedangkan enam negara lain menggunakan bahasa ibu untuk urusan resmi yang memerlukan terjemahan,” katanya kepada Senat.

Ismail Sabri mengatakan bahwa dia selalu meminta kementerian luar negeri untuk menyiapkan catatan pidato dan dokumen terkait dalam bahasa Melayu untuk referensinya ketika melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Baca Juga:  Gaga Trending, Netizen Bertanya Keberadaannya Saat Laura Dikremasi

“Kita tidak perlu malu atau canggung menggunakan bahasa Melayu di tingkat internasional. Upaya pemberdayaan bahasa Melayu juga sejalan dengan salah satu bidang prioritas Kerangka Kebijakan Luar Negeri Malaysia yang diluncurkan pada 7 Desember tahun lalu,” katanya.

Kementerian luar negeri juga diminta untuk menyediakan kelas bahasa Melayu bagi staf kementerian yang telah ditempatkan di luar negeri bersama anak-anak mereka.

Meski demikian, Ismail Sabri mengakui bahwa beberapa anak pejabat diplomatik memiliki penguasaan bahasa Melayu yang lemah karena mereka belajar di sekolah internasional.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...