Business is booming.

Air Mata Jose Mourinho Jadi Viral, Catat Rekor Tembus Final Liga Eropa Bersama Empat Klub

Mourinho pelatih pertama yang mampu mencapai final kompetisi Eropa bersama empat klub berbeda.

JOSE Mourinho begitu emosional pada detik-detik terakhir laga melawan Leicester City di semifinal Liga Konferensi, Jumat (6/5/2022) dini hari.

Ia mondar-mandir di depan bangku cadangan saat-saat terakhir laga. Begitu wasit meniupkan peluit panjang, ia terhenti dengan kepalan tangan.

Jose Mourinho menangis. Ini merupakna tangisan pertama dalam sejarah kepelatihannya.
AS Roma yang dilatihnya sejak musim 2021/2022 ini meraih tiket final Liga Koferensi dengan kemenangan 1-0 berkat gol Tammy Abraham.

Ini bukan pencapaian terbesar dalam karier kepelatihan Special One, julukan Mourinho. Mourinho menorehkan lebih banyak trofi yang lebih besar.

Tapi kali ini ia begitu emosional karena merasa mampu mengatrol Giallorossi menembus final pertama di liga tingkat Eropa setelah tahun 1991.

Capaian ini sekaligus mengantar Mou mencetak rekor. Pelatih berpaspor Portugal ini menjadi pelatih pertama yang mampu mencapai final kompetisi besar Eropa bersama empat klub berbeda.

Yakni bersama Porto (Piala UEFA dan Liga Champions), Inter Milan (Liga Champions), Manchester United (Liga Europa), dan kini Roma (Liga Conference).

Tentu saja, itu di luar capaian yang lebih besar berupa trofi Liga Champions bersama beberapa klub.

Itu sebabnya, Jose Mourinho meneteskan air mata setelah Roma mengalahkan Leicester City untuk mencapai final Liga Konferensi Eropa.

Mourinho tidak dapat menahan emosinya hingga menangis saat dia memeluk staf pelatihnya selama perayaan akhir pertandingan yang berlangsung di Olimpico yang menjadi kandang AS Roma.

Baca Juga:  Profil El Rumi, Menang TKO atas Winson Reynaldi dalam Celebrity Fight

Gol awal Tammy Abraham di Stadio Olimpico sudah cukup untuk mengamankan kemenangan 1-0 untuk Roma, dengan kemenangan agregat 2-1.

Roma sekarang akan menghadapi tim Belanda Feyenoord di final yang akan berlangsung di Albania pada 25 Mei 2022.

Mourinho memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih pertama yang memenangkan tiga kompetisi tingkat Eropa: Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.

“Saya sangat lelah. Saya ingin segera pulang!” kata Mourinho kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan.

“Ini adalah kemenangan keluarga. Bukan hanya yang ada di lapangan dan di bangku cadangan, tapi di stadion. Ini pencapaian terbesar kami. Empati dan rasa kekeluargaan yang telah kami ciptakan bersama para penggemar membuahkan hasil,” katanya lagi.

Sebagaimana dilaporkan Metro.Co.Uk, Mou menyebut penampilan Roma luar biasa.

“Orang lain mungkin melihatnya secara berbeda. Tetapi ketika penjaga gawang Anda melakukan dua penyelamatan selama 120 menit melawan tim Liga Premier dengan begitu banyak kualitas menyerang, itu berarti kami telah melakukan sesuatu yang baik.”

Ia menyebut pemain pantas mendapatkan ini. Roma masih memiliki tiga pertandingan Serie A tersisa untuk diakhiri sebaik mungkin.

“Kami memiliki lintasan yang fantastis untuk mencapai final. Kami kehilangan poin di Serie A untuk mencapai itu. Tetapi sekarang kami berada di final dan kami ingin menang,” katanya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...