Business is booming.

Profil Jose Mourinho, Cetak Sejarah Manajer Pertama Capai Final 3 Kasta Kompetisi Eropa

Dia secara luas dianggap sebagai salah satu manajer terhebat sepanjang masa

Jose Mourinho trending. Ia baru saja mengantar AS Roma ke babak final Uefa Europa Conference League (UECL).

Meski kompetisi kasta Eropa paling bawah, sukses itu merupakan special bagi Mourinho.

Ia bahkan menangis menyambut keberhasilan AS Roma menembus final UECL.

Jose Mourinho pun menjadi manajer pertama yang mencapai final tiga kasta kompetisi Eropa yakni UCL UEL dan UECL.  (Champions League, Europa League dan Conference League).

AS Roma ke babak final UECL setelah mengalahkan klub Inggris, Leicester City 1-0 (agregat 2-1) melalui gol tunggal mantan pemain MU, Tammy Abraham.

Di babak final UECL, Roma akan menghadapi wakil Belanda Feyenoord yang singkirkan Marseille dengan agregat 3-2.

Persisnya Mourinho sukses mencapai final #UCL 2004, 2010, #UEL 2003, 2017 dan #UECL 2022.

Mengutip dari akun Twitter Opta Joe, Jose Mourinho pernah mencapai final Piala UEFA 2002-2003 dan Liga Champions 2003-2004 bersama FC Porto.

Saat itu, semuanya berakhir dengan gelar juara.

Kemudian gelar Liga Champions juga diberikan Jose Mourinho kepada klub Italia, Inter Milan. Saat itu di musim 2009-2010, Inter Milan meraih gelar ketiganya di ajang ini usai menumbangkan Bayern Munich 2-0.

Pelatih berusia 59 tahun ini juga pernah membawa Manchester United melaju ke partai final Liga Eropa 2016-2017 Ajax Amsterdam.

Baca Juga:  Profil The Corrs, Akan Tampil di Jakarta 18 Oktober, Tiket Konser Tak Bisa Dipindahtangankan

Terakhir kompetisi Liga Konferensi Eropa 2021-2022. Potensi Jose Mourinho mengantarkan AS Roma juara Liga Konferensi Eropa 2021-2022 sangat besar.

Di partai puncak, AS Roma akan menghadapi Feyenoord Rotterdam di Arena Kombetare, Tirana, Albania pada Kamis, 26 Mei 2022 dini hari WIB.

Tentang Jose Mourinho

Nama lengkapknya Jose Mario dos Santos Mourinho Felix, GOIH kelahiran 26 Januari 1963.

Ia adalah manajer sepak bola profesional asal Portugal dan mantan pemain yang saat ini menjadi pelatih kepala klub Serie A Italia Roma.

Dia secara luas dianggap sebagai salah satu manajer terhebat sepanjang masa dan merupakan salah satu manajer paling terkenal yang pernah ada.

Setelah karir yang lancar sebagai gelandang di liga Portugal, Mourinho pindah ke pelatihan, pertama sebagai juru bahasa untuk Sir Bobby Robson di Sporting CP dan Porto.

Selanjutnya menjadi asisten di Barcelona di bawah Robson dan penggantinya, Louis van Gaal.

Setelah tampil mengesankan dengan tugas singkat di Benfica dan Uniao de Leiria, Mourinho kembali ke Porto sebagai manajer pada tahun 2002.

Ia memenangkan Liga Primeira dua kali, Taça de Portugal, Piala UEFA, dan Liga Champions UEFA, gelar Piala Eropa pertama Porto sejak 1987.

Keberhasilan itu membuatnya pindah ke Inggris bersama Chelsea pada tahun 2004, di mana ia memenangkan dua gelar Liga Premier, Piala FA, dan dua Piala Liga dalam tiga musimnya di klub.

Setelah itu ia pergi pada 2007 di tengah laporan perselisihan dengan pemilik klub Roman. Abramovich.

Pada tahun 2008, Mourinho bergabung dengan klub Italia Inter Milan, di mana ia memenangkan Serie A dua kali, termasuk treble Eropa Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions UEFA pada 2010.

Baca Juga:  Profil Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji, Alumni AAL 1998, Danguskamla Koarmada III

Ini membuatnya menjadi salah satu dari lima pelatih yang memenangkan Piala Eropa dengan dua klub, dan kemudian pada tahun itu, membuatnya mendapatkan Pelatih Terbaik Dunia FIFA pertama.

Mourinho kemudian pindah ke Real Madrid, di mana ia memenangkan La Liga pada 2011–12 dengan rekor poin penghitungan, menjadi pelatih kelima yang memenangkan gelar liga di empat negara.

Dia juga memenangkan Copa del Rey dan Supercopa de Espaa.

Mourinho meninggalkan Real Madrid pada tahun 2013 dan bergabung kembali dengan Chelsea, di mana ia memenangkan gelar liga dan Piala Liga lainnya, tetapi dipecat pada tahun 2015 setelah hasil yang buruk.

Pada tahun 2016, Mourinho ditunjuk di Manchester United, dan memenangkan Liga Eropa UEFA, Piala Liga, dan FA Community Shield di musim pertamanya.

Pada tahun 2018, setelah Manchester United mengalami hasil buruk di liga, dia dipecat.

Pada 2019, ia menjadi manajer Tottenham Hotspur, mencapai final Piala Liga di musim keduanya tetapi dipecat pada April 2021.

Dia segera dipekerjakan oleh AS Roma.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...