Business is booming.

Ozil Pilih Bali United Bukan Rans Cilegon Jika Main di Liga 1

Saya sangat bersemangat ketika tahu di Indonesia, saya punya banyak pengikut di sini

Bintang sepakbola Eropa asal Jerman dan  kelahiran Turki Mesut Ozil sedang berada di Indonesia khususnya Jakarta.

Sejumlah agenda yang terpantau hingga Kamis (26/5/2022) adalah mengunjungi Kedutaan Turki di Indonesia hingga menggelar konferensi pers bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Kedatangan Ozil ke kedutaan Turki di Indonesia dibagikan langsung akun twitter Ozil, @MesutOzil1088

“Thanks for inviting me to the Turkish Embassy in Jakarta, Indonesia // Terima kasih telah mengundang kita ke kedutaan turki”

Nah saat mengelar konferensi pers bersama Sandiago Uno, Ozil sempat ditanya mau bermain di klub apa jika tampil di Liga Indonesia.

Ozil ternyata mengungkapkan bahwa dirinya tertarik bermain di Bali United.

Nah alasannya selain karena Bali United juara Liga 1, ia menyebut keindahan Pulau Dewata menjadi nilai utamanya.

Pernyataan Ozil selama ini seolah bertolak belakang dengan klub yang baru saja promosi ke Liga 1, Rans Cilegon.

Pemilik utama klub tersebut, Raffi Akhmad sempat digembar-gemborkan akan datang marekrut Ozil ke Indonesia.

Rencana itu memudar karena selain harganya mahal, Ozil sendiri memilih Bali United bukan Rans.

Nah, saat menggelar jumpa pers, Ozil sepertinya paham dengan fansnya di Indonesia.

Ia langsung menyapa Assalamualaikum

Mesut Ozil telah hadir di Indonesia dalam rangka produk kolaborasi merk alat olahraga, Concave.

Baca Juga:  Pak Harto Trending, Berawal Aset Tommy Soeharto Disita Pemerintah?

“Saya ingin mengatakan, Assalamualaikum. Saya sangat bersemangat ketika tahu di Indonesia, saya punya banyak pengikut di sini,” ucap Ozil dalam tayangan seperti dilansir Kompas TV.

Ozil pun juga mengaku bahwa ia telah bertemu beberapa dari masyarakat Indonesia dan berterima kasih atas kebaikan hatinya.

Sebelumnya, Mesut Ozil trending karena hendak datang ke Indonesia.

Agenda utama kedatangan Ozil adalah mengunjungi Concave Indonesia, sebuah pabrik sepatu.

Ozil dikenal sebagai Creative Director of Concave Asia

Selanjutnya ia juga akan melakukan coaching clining untuk para pemain sepak bola muda Indonesia

Selain itu ia akan mampir ke kantor Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Profil Mesut Ozil

Mesut zil lahir 15 Oktober 1988.

Ia adalah pemain sepak bola profesional Jerman yang bermain sebagai gelandang serang dan merupakan kapten klub Super Lig Turki Fenerbahçe.

Ozil dikenal karena keterampilan teknis, kreativitas, keterampilan passing, dan visinya.

Ia juga bisa bermain sebagai gelandang sayap.

Lahir dan besar di Gelsenkirchen, Ozil memulai karir klub seniornya bermain untuk klub kota kelahirannya Schalke 04, sebelum menandatangani kontrak dengan Werder Bremen pada tahun 2008, saat masih berusia 19.

Setelah memenangkan DFB-Pokal di musim pertamanya, penampilan individunya menyebabkan pindah ke Real Madrid pada tahun 2010.

Di sana, ia membantu klub memenangkan gelar La Liga, dan peringkat pertama dalam assist liga selama tiga musim berturut-turut.

Pada tahun 2013, zil menjadi subjek dari transfer asosiasi rekor klub saat itu ketika ia menandatangani kontrak dengan Arsenal dengan nilai transfer hingga £42,5 juta (€50 juta), menjadi pemain Jerman termahal yang pernah ada pada saat itu.

Di Inggris, ia memenangkan tiga Piala FA dan membantu mengakhiri kekeringan trofi selama sembilan tahun, sekaligus mencatatkan assist terbanyak kedua dalam satu musim Liga Premier.

Pada tahun 2021, zil bergabung dengan Fenerbahe dengan status bebas transfer.

Baca Juga:  Bu Risma Trending Usai Paksa Anak Tunarungu Bicara, Netizen Kaget

Ozil juga memegang rekor penghargaan Pemain Terbaik Jerman.

Dia membuat debut seniornya untuk tim nasional Jerman pada tahun 2009 pada usia 20, dan tampil di lima turnamen besar.

Dia adalah pemberi assist teratas di Piala Dunia FIFA 2010 dan UEFA Euro 2012, di mana dia membantu Jerman dua kali mencapai semifinal.

Ozil membantu Jerman memenangkan Piala Dunia FIFA 2014, tetapi pensiun dari kompetisi internasional pada 2018, dengan tuduhan diskriminasi dan tidak hormat oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan media Jerman.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...