Business is booming.

Tagar #Kapolri Trending Berganti Jadi #Irjen Sambo, Netizen Dukung Listyo Sigit Serius

Tagar #Kapolri sempat tranding di media sosial Twitter pada Selasa (19/7/2022) pagi namun tagar tersebut tiba-tiba berganti menjadi tagar #Irjen Sambo.

Tagar #Irjen Sambo diramaikan netizen hingga mencapai 6.248 ciutan (Tweets), setelah Kapolri Listyo Sigit Nonaktifkan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Berikut hiruk-pikuk sambutan netizen saat Kapolri mengumumkan nonaktifkan Irjen Sambo terkait peristiwa penembakan sesama anggota polri.

Seperti akun Twitter @BiLLRaY2019 menulis, “BREAKING NEWS… Kapolri Listyo Sigit Nonaktifkan Kadiv Propam Ferdy Sambo #BravoPolri”

Lalu akun @SantorinisSun menulis, “Dinon-aktifkan! Jabatan sementara diemban oleh Wakapolri. Serius keliatannya sih kali ini”

Akun @mohmahfudmd menulis, “Mengapa kita yakin Kapolri akan melakukan itu? 1- Kapolri sejak awal bilang kita tak akan me-nutup”i tp takkan grusa grusu; 2- Kita takkan bs menghindar dari public common sesnse; 3- Jika tdk bertindak scr Presisi publik akan membuka fakta-fakta baru yg akan memperburuk situasi.

@Mohamad50983447 menulis, “Kasus makin jelas, ada hubungan gelap, di bekin jebakan di rumah itu, artinya siapa sutradara itu pak,”

@Habibi39718700 menulis, “Mantap prof. Saatnya kapolri menunjukan kualitasnya sebagai pimpinan polri.”

@wazacky menulis, “Sungguh penting momentum kasus Penembakan Brigadir J ini utk mereformasi Kepolisian, tentu saja jika Kapolri dan jajarannya mau ambil peluang.”

@Zombie_9Q menulis, “1. Nafas ngos-ngosan, terasa berat dalam memberikan statment! 2. Turut men”iya”kan terjadinya tembak-menembak! 3. Gestur tubuh!? 4. Sangat kurang tegas dalam membuat keputusan! Mungkin karna pak Kapolri @ListyoSigitP kurang tidur…”

@knpiharis menulis, “Dalam pencopotan sementara Irjen Sambo saya sangat mengapresiasi sekali Kapolri, tapi dalam hal ini teknologi yang dipunya Polri pastinya akan sangat cepat bisa mengungkap kasus ini. POLRI bisa mengetahui pergerakan Irjen Sambo, Bharada E dan Brigadir J”

@tvOneNews menulis, “Alasan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Dinonaktifkan Kapolri Listyo Sigit: Agar Peristiwa Terang Benderang!”

@TheEagle_BEN menulis, “JANGAN CUMA MENONAKTIFKAN SAMBO. KAPOLRI @ListyoSigitP JUGA HARUS COPOT KAPOLRES JAKARTA SELATAN DARI JABATANNYA. KARENA DARI AWAL MENCOBA MENUTUP NUTUPI KASUS PEMBUNUHAN INI.”

@kulitbumi menulis, “Irjen Sambo dinonaktifkan. Seharusnya paling tidak ada 3 orang lagi yang harus di nonaktifkan yaitu : Kapolda Metro Jaya, Kabag Paminal dan Kapolres Metro Jaksel. Agar Polri benar benar obyektif menangani kasus polisi tembak polisi”

@kayu_bondol menulis, “Dikira polisi rakyat Indonesia akan heboh dg kisah pelecehannya. Maaf pak @ListyoSigitP, kami sdh belajar dr kasus Pak Antasari. Kami tdk mau ditipu 2 kali. Dan skrg anda hrs buktikn ucapann anda sendiri …

Irjen Pol Ferdy Sambo Dinonaktifkan dari Kadiv Propam

Baca Juga:  Profil Stadion Abdullah Bin Khalifa, Stadion Keberuntungan Timnas Indonesia?

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Irjen Pol. Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Provesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri terhitung mulai Senin.

“Malam ini kami putuskan untuk Irjen Pol. Ferdy Sambo untuk sementara jabatannya dinonaktifkan dan kemudian jabatan tersebut diserahkan ke Pak Waka Polri untuk selanjutnya tugas tanggung jawab di Propam akan diemban Wakapolri,” kata Sigit seperti dikutip Antaranews.com di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Menurut Sigit, keputusan ini diambil untuk mengantisipasi adanya spekulasi-spekulasi berita yang muncul dan akan berdampak pada penyidikan yang sedang berjalan.

“Untuk menjaga apa yang telah kami lakukan selama ini terkait komitmen menjaga objektivitas, transparansi dan akuntabel bisa dijaga, agar rangkaian proses penyidikan yang saat ini dilaksanakan betul-betul bisa dilaksanakan dengan baik dan membuat terangnya kejadian ini,” kata Sigit.,

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan bakal transparan dan objektif dalam menyelesaikan kasus baku tembak antaranggota polisi yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo.

Kapolri membentuk tim gabungan melibatkan pihak internal dan eksternal Polri untuk mengungkap kasus penembakan antaranggota yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam

Tim ini, kata dia, beranggotakan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Kabareskrim, Asisten Kapolri Bidang SDM, dan beberapa usur lain yang dilibatkan seperti Provos dan Paminal dengan penanggung jawab Wakapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono.

Tim ini juga melibatkan mitra kepolisian dari unsur eksternal, yakni Kompolnas dan juga Komnas HAM.

Sebelumnya, pada Jumat (8/7), Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Jakarta Selatan.

Peristiwa itu diduga dilatarbelakangi terjadinya pelecehan dan penodongan pistol terhadap P, istri Irjen Ferdy.

Baca Juga:  Mi Gacoan Kembali Trending, Dianggap Selalu Viral dan Kini Termasuk Minuman Mixue
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...