Business is booming.

Gempa Mag 7,3 Guncang Filipina, Warga Berhamburan, Menara Pengawal Bantay Ikut Bergetar

Saat gempa terjadi, menara Bantay itu ikut bergerak dan nyaris berobohkan bangunan.

Gempa dengan magnitudo 7,3 mengguncang Filipina. Lokasi gempa di sekitar provinsi Abra di daerah pegunungan.

Gempa cukup kencang itu membuat sejumlah karyawan di kota Abra, berhamburan keluar dari gedung.

Gempa itu dipicu pergerakan di patahan lokal pada kedalaman 25 kilometer (15 mil).

Survei Geologi AS mengukur kekuatan gempa pada 7,0 dan kedalaman pada 10 kilometer (6 mil).

Gempa dangkal cenderung menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Dalam video yang beredar, gempa hampir merobohkan Menara Pengawal Bantay, atau Bantay Belfry.

Menara itu terletak di kota kecil bernama Bantay, 10 menit dari Kota Vigan.

Saat gempa terjadi menara itu ikut bergerak dan nyaris berobohkan bangunan.

Para pengujung berlarian, sebagian menjerit.

Menara yang dibangun pada tahun 1591 itu ikut bergoyang seraya menggugurkan puing-puing bangunan.

Menara tersebut pernah berfungsi sebagai menara pengawas bagi penjajah Spanyol sebagai pertahanan terhadap potensi risiko invasi bajak laut.

Kata ‘bantay’ berarti ‘penjaga’ dalam bahasa Tagalog; dan meskipun Menara Pengawal Bantay diubah menjadi menara lonceng oleh gereja terdekat pada tahun 1857.

Menara ini masih digunakan sebagai menara pengawas selama dua Perang Dunia karena lokasinya yang strategis.

Filipina terletak di sepanjang “Cincin Api” Pasifik, sebuah busur patahan di sekitar Samudra Pasifik tempat sebagian besar gempa bumi dunia terjadi.

Itu juga dihantam oleh sekitar 20 topan dan badai tropis setiap tahun, menjadikannya salah satu negara paling rawan bencana di dunia.

Sebuah gempa berkekuatan 7,7 menewaskan hampir 2.000 orang di Filipina utara pada tahun 1990.

Baca Juga:  Profil Marsma TNI Ardi Syahri, AAU 1996, Kadispenau
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...