Business is booming.

Tagar Mahfud MD Trending, Netizen Terusik Bukan Kriminal Biasa

Tagar Mahfud MD trending di media sosial Twitter, menyusul kasus polisi tembak polisi yang menyeret Brigadir J ke liang kubur sampai kini belum juga tuntas.

Tak heran netizen pun terusik dengan pernyataan Menteri Mahfud MD yang menyebut, kasus tewasnya Brigadir J bukan kriminal biasa.

Ada sedikitnya 4.173 ciutan (Tweets) beragam yang disampaikan netizen pada tagar Mahfud MD itu. Berikut ciutan mereka.

Seperti akun Twitter @MrsRachelIn menulis, “Kalau bukan kriminal biasa, apakah artinya masuk dalam Extraordinary Crime?? Mahfud MD Sebut Kasus Tewasnya Brigadir J Bukan Kriminal Biasa”

@c4ll_m3_l0rD menulis, “Berarti bisa minta tolong Interpol, FBI bahkan CIA?”

@bungastro menulis, “Apakah ada bocoran 340”

@MrsRachelIn menulis, “340 itu apa ? Bocorin dong”

@rizieqdivist menulis, “Mksdnya bukan pembunuhan biasa (388) tapi berencana (340)”

@mx00711 menulis, “Kayaknya kalau pembunuhan berencana, bisa diancam hukuman mati ya?”

@jackob_simbolon menulis, “Pisiko politis..ini sangat berat untuk di kelola oleh POLRI.. Ini menyakup banyak petinggi2 dan pejabat.. S4mbo memang org kuat.. Menurut hemat saya,,apabila kasus ini di ungkap sepenuhnya,maka akan banyak kasus2 petingg yg terkuak..”

@bocahangel10 menulis, “Terlalu banyak intrik…jd ribet…nama baik polri dipertaruhkan”

@MarojahanPanja4 menulis, “Tetap kriminal biasa cuman emang sengaja aja dibuat rumit agar sulit terungkap kebenaran entah demi alasan apa. Yg kejahatan exraordinary hanya teroris korupsi dan ilegal mining”

@ChabyZaina menulis, “berat sie untuk mendobrak.. elit yg solid dipolri.. tapi satu pendekar ini ane masih yakin punya kemampuan dan nyali full BONGKAR.. sampai yang berakting tegar menggebu2 depan kamera sekali pun.. “

@kacangbakwan menulis, “mentri yg satu katanya ahli hukum, tapi suka contempt of court, bahkan kayaknya tau skenario Tuhan. Diem itu emas boss”

@GomarusBudiatn4 menulis, “Apakah akan jadi misteri pengungkapan kasus ini ?!.”

@BengkeltanahONE menulis, “Pak Mahfud …biarlah proses penyidikan berjalan, ini sdh mulai jelas semua persoalan”

@singo_karyo menulis, “Kalau diklasifikasikan “Luar Biasa”, alangkah baiknya kalau yg menyelidiki dan yg menyidik itu Polisi Militer saja.”

@Bangjon999 menulis, “Dengan adanya Menkopolhukam Mahfud Md, bisa memberikan keadilan bagi keluarga korban dan kasus bisa segera selesai secara transparan”

@Leonita_Lestari menulis, “Ini tidak sama dengan kriminil biasa, ada psycho hierarchy” kata Mahfud MD. Ucapan pak Mahfud itu adlh salah satu poin penting. Pada akhirnya muncul & disebut. Maka ketika panjang ceritanya, kita diminta sabar. Yang jelas, Presiden sdh berkali-kali minta agar diusut tuntas.”

Mahfud MD Sebut Kasus Tewasnya Brigadir J Bukan Kriminal Biasa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J bukan kasus kriminal biasa.

Sehingga, kata Mahfud, butuh kesabaran lebih dalam menunggu terungkapnya kasus baku tembak yang melibatkan dua ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo itu.

Baca Juga:  BNPT Trending, Netizen Kritik BNPT Tdk Membangun Kondusifitas?

“Saya katakan, maaf ini tidak sama dengan kriminal biasa, sehingga memang harus bersabar karena ada psiko hierarkial, ada juga psiko politisnya, jadi kalau seperti itu secara teknis penyidikan itu sebenarnya katanya gampang,” ujar Mahfud dikutip sindonews.com di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

“Sehingga kita semua harus sabar tetapi saya katakan kemajuan-kemajuan untuk sudah bagus,” sambungnya.

Kemajuan tersebut, kata Mahfud, berupa tindak tegas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam menangani kasus ini. Yakni dengan pembuatan tim khusus, penonaktifan Kadiv Propam, hingga autopsi ulang.

“Kasus itu terjadi tanggal 8, baru diumumkan tanggal 11. Tiga hari kan. Orang ribut ini nggak wajar. Lalu Kapolri responsif, dia lalu bentuk timsus. Rakyat tidak puas lagi itu harus dinonaktifkan, kalau dia masih aktif di situ nanti penyelidikannya bisa nggak objektif, bisa terpengaruh. Oke dinonaktifkan Sambo, Kadiv Propam. Pokoknya ada 3. Itu dia nonaktifkan kan sudah responsif Kapolri,” jelasnya.

“Ada lagi ‘Pak itu autopsinya nggak bener. Harus ulang’. Ulang. ‘Siapa Pak yang autopsi? Hanya dari Pusdokes Polri tidak boleh, supaya libatkan banyak institusi’. Sudah dipenuhi oleh Kapolri. Apa kurang bagus tuh? Kan sudah bagus tuh,” sambungnya.

Dengan tindakan Kapolri tersebut, kata Mahfud, masyarakat tinggal mengawal dan menunggu karena Kapolri sudah melakukan langkah-langkah terbuka.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...