Business is booming.

Tagar Mutasi Trending, Netizen Beri Kapolri Pujian

Tagar Mutasi trending di media sosial Twitter pada Jumat (5/8/2022) pagi, menyusul berlarut-larutnya kasus polisi tembak polisi.

Tagar mutasi menjadi suatu jawaban Kapolri kepada masyarakat atas carut-marut kasus polisi tembak polisi yang tidak tuntas.

Maka itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mutasi 25 personel polisi yang diduga hambat kasus penembakan Brigadir J.

Sedikitnya 1.616 ciutan (Tweets) disampaikan netizen atas tagar Mutasi tersebut. Berikut ciutan mereka;

Seperti akun Twitter @pengarang_sajak menulis, “Dear Pak Sigit @ListyoSigitP.. Gue minta maaf pernah meragukan.. Ternyata Anda polisi jempolan yg tidak tersandera apa pun.. Mutasi Pati begini bersih2 di Polri.. Semoga Polisi2 Baik yg Berprestasi bisa dapat kesempatan lebih besar..”

Lalu akun @SuperMantabbb menulis, “Mutasi tu maksudnya di pindah tugas doang kan ..bkn di pecat atau di sangsi kan….”

@Aries_Perboden menanggapi, “Nggk punya jabatan tpi msih merasakan gaji dri rakyat,mending pecat sekalian”

@bikepeole menulis, “kalo beritanya sudah ga heboh lagi, kemungkinan bisa di mutasi balik lagi ga ya?..”

@bascolia menulis, “Sudah berat. Karena zaman sosmed sekarang ini, pimpinan polri gak akan berani ambil resiko kalau sudah pernah ada rekam jejak jelek. Brotoseno contohnya, dipecat akhirnya.”

@JambulMbok menulis, “Aku yakin kok walau agak lama akan menjerat banyak oknum yg terlibat, semoga ini awal polisi benar² presisi, apalagi untuk kasus² lainnya seperti; narkoba dll itu saja harapan saya, aku pendukungmu pak Listyo Sigit…#BravoPolri”

@sunartoadhie32 menulis, “Mutasi ma biasa di Institusi Polri. Apanya yg jempolan. Yg terpenting penegakan hukum yg adil, transparan. Sudah nampakkah..? Gmn dgn Sukro..? Gmn dgn penghina Presiden..? dll…”

@Mangjohan10 menulis, “Saya percaya Bapak Kapolri
@ListyoSigitP mampu menuntaskan kasus Brigadir J.”

@haribanjarnahor menulis, “Blm yakin 100% transparan, krn pemilik rumah meninggalnya brigadir jadi petinggi yanma. seperti drama berjilid2 saja akhirnya korban hanya prajurit bawahan.”

@Joen_Sihotang menulis, “Sabar lah….
Bisa jadi kapolri cuman dapat laporan yg gak benar….
Jadi dia tak bisa berbuat banyak…
Hanya saja tekanan dr masyarakat buat dia bingung….
Jadi dia mungkin pelan2 menyelidiki….
Pemimpin ga bis gegabah….
Harus menelaah….”

@aminbukid menulis, “Saya lihat ekspresi wajah pak Kapolri sangat serius banget gak ada senyum sedikit pun dan suaranya sedikit bergetar menyampaikan,menandakan pak Listio bersungguh2x akan membuktikan buka kasus ini sejujurnya meskipun menyakitkan.semoga kedepan kepolisian semakin terpercaya”

@KAlfasiri menulis, “Mutasi,,, kalo berat pelanggarannya jangan cuma mutasi dong pak…jangan ragu untuk memecat anak buah bapak… Yg muda masih banyak , yg saya Yaqin mereka siap ” merubah ” kebiasan2 lama yg bagi kami masyarakat biasa sudah muak dengan permainan2 busuk yg masih ada d tubuh polri.”

@hemaviton99 menulis, “Harusnha di COPOT DULU.tanpa jabatan.. Dan terbukti slaah ,enghambat,lamgsung pidana dan PECAT mereka pak @ListyoSigitP ..kenapa cuma dipindah?”

@jokowiethes menulis, “Benar bg .. Kali ini gue salut dgn Kapolri .. Berani mengambil tindakan super tegas dengan membuang “duri²” yg ada di tubuh Polri ..
Walau awal nya gue pesimis dengan dia ..”

@FurqonJimmy menulis, “MOHON IDZIN JENDRAL… KALAU CUMA DI MUTASI KASUS BRIGADIR J GAK AKAN SELESAI SEMESTINYA DI COPOT DARI POLRI…”

@ArisIrwanMaulan menulis, “Kenapa tidak di pecat aja dari kepolisian?”

@am_zilt menulis, “Saya juga mengaku salah sudah sempat kecewa padahal sangat mendukung waktu awal dilantik. Tapi ternyata sekarang Beliau sudah menunjukkan ketegasan yang saya harapkan. Mohon maaf, Pak @ListyoSigitP Semoga Bapak selalu sehat dan terus dalam lindungan Tuhan YME”

@sakyavajrapani menulis, “Pak Kapolri, dukungan begitu besar dari Masyarakat, Presiden, politisi, anggota DPR dan msh banyak lagi, tetapi anda msh bermain catur. Langsung tangkap saja semuanya, Pak, kami yakin anda sbnrnya sdh tau siapa dalangnya.”

@Tauruz35060672 menulis, “Maafkan saya pernah meragukan Bapak Kapolri ternyata Bapak hebat teruskan bersih2 pak semua yang menghambat proses dan penghilangan barang bukti. ijin jenderal jangan lupa dokes atau dokter rs polri yg otopsi bodong pertama kali pecat juga. Bravo Kapolri” 

Kapolri sebut 25 polisi tidak profesional tangani TKP Duren Tiga
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Inspektorat Khusus Tim Khusus (Irsus Timsus) Polri telah memeriksa 25 polisi terkait dengan ketidakprofesionalan dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Sebanyak 25 personel ini kami periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP,” kata Sigit dikutip Antaranews.com di Mabes Polri, Jakarta, Kamis malam.

Selain itu, kata Kapolri, ada beberapa hal yang pihaknya anggap membuat proses olah TKP dan hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan.

Baca Juga:  Bawaslu Trending, Netizen: Ngapain Komentar, Tahapan Pemilu Aja Belum?

Sigit mengatakan bahwa mereka telah menjalani pemeriksaan oleh Irsus Timsus Polri di bawah pimpinan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol. Agung Budi Maryoto.

Ia lantas memerinci personel tersebut, yakni tiga personel perwira tinggi (pati), lima personel berpangkat kombes polisi, tiga personel berpangkat AKBP, dua personel berpangkat kompol, tujuh personel perwira pertama (pama), serta lima personel bintara dan tamtama.

“Mereka dari kesatuan Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, dan juga ada beberapa personel dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim,” kata Sigit.

Terhadap 25 personel tersebut, kata Sigit, telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Di samping itu, juga akan diproses secara pidana apabila dari pemeriksaan yang berlangsung terdapat tindak pidananya.

“Malam ini saya keluarkan surat telegram (TR) khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik,” kata jenderal bintang empat itu.

Sigit meyakini tim khusus akan bekerja keras dalam mengungkap insiden tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kasus secara transparan sehingga penyidikan bisa dipahami dan menginginkan penyidikan betul-betul transparan.

“Saya yakin timsus akan bekerja keras, kemudian menjelaskan kepada masyarakat sehingga membuat terang peristiwa yang terjadi,” kata Kapolri.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...