Business is booming.

Sambo Masih Trending, Netizen Kawal Terus Kasus Pembunuhan Brigadir J

Tagar Sambo masih trending di media sosial Twitter pada Rabu (17/8/2022), menyusul Tim Khusus Polri diminta Lemkapi bersikap hati-hati menetapkan tersangka baru kasus Ferdy Sambo.

Netizen pun terus bersikap sampai hari ini atas kasus Ferdy Sambo hingga ciutannya tercatat 83.500 ciutan (Tweets). Berikut diantaranya ciutan mereka.

Seperti akun Twitter @Diraja_meta menulis, “Psikopat, audit kinerja Sambo seluruhnya. Periksa rekeningnya, @PPATK masih planga plongo?”

@fachanel5 menulis, “Berarti tinggal dua kemungkinan, pertama kasus perselingkuhan yang di ketahui brigadir y, atau yg terbaru isu adanya hubungan terlarang antara kedua nya. Hemm. Menarik”

@honestutdfans menulis, “Kalo gay kyknya aga ga makesense dah. 1. J mau nikah 2. Sambo punya simpenan polwan cantik
3. Kalo sambo suka knp dia bunuh cb? Sakit hati karna j nikah? Knp hrs sakit hati? Dengan nikah hrsnya itu jd cara buat nutupin alibi kalo mereka gay dong?”

@cuakep86 menulis, “Kaum LGBT ini fenomena gunung es dan menjangkau seluruh instansi termasuk instansi vital ! persatuan kuat dan uang-nya tak berseri, apalagi bisa dekat grup ilegal ..”

@makmurofficial menulis, “wah, jelas ujungnya ( peran pengganti disiapkan ) mau dihukum seperti apa, kurang apa negara ini… dengan pemain pengganti”

@bagusrifai2 menulis, “Jangan jangan bintang 2 juga bohong”

@muhairfn menulis, “Menurut gw yg paling dikasihani supir nya sihh, udah gaji kecil jabatan kecil. Kena hukuman yg ngk kecil. Ngk ikutan disuruh apalagi dibentak maybe saat itu. Mana ngk gemetar”

@Jojo868687 menulis, “Bner .. tapi klo kaya gini .. biasa.nya si Sambo di kasih jatah,. Sudah matikan penghalang.nya…. jadi kehidupan.nya udah ada yg tanggung….”

@BaygonvsHit menulis, “Sopirnya ikut dalam eksekusi dia ada didalam ruangan dimana si j dibunuh”

@AlieRiszaAlie menulis, “Kecepatan naik pangkat emang sangat instan dilingkungan POLRI drpd rekan2 lainnya yg seangkatan maupun diatasnya..itulah matang sebelum.waktunya..dan yg jelas orang ini tamak dan gila pangkat. Halal segala cara.”

@irwanuzzbek0161 menulis, “percuma aja kalau dicopot doang…. langsung pecat supaya tidak bisa intervensi lagi, dan penyakitnya langsung musnah dan tidak kumat dikemudian hari…”

@HukumDan menulis, “Seperti ini lah kira kira skema komunikasi Sambo dangan para pengikut garis keras yang mau saja melibatkan diri ikut terlibat dalam rekayasa Kasus pembunuhan Brigadir J.”

@ArumikaChika menulis, “banyak drama,besok alasannya apalagi?”

@rinbeelovrz menulis, “Motif tdk dishare ke publik demi menjaga semua pihak (pihak : citra polri)”

@Widinarko1 menulis, “Kejam & layak dpt hkuman setimpal.”

@Jackal761 menulis, “Kalo Bintara dan perwira pertama melanggar kode etik di upacarain…dilepas baju seragam nya….kalo jendral bintang dua masa gak pake acara pelepasan baju yg disiarin live buat disaksikan seluruh rakyat indonesia…kira2 wani ora?…”

@DyahAyuPerwita1 menulis, “Apa masih bisa bernafas lega pak? Tidur nyenyak? Gusti Allah ora sare (kalau bapak msh ingat bapak ciptaan Tuhan spt yg pernah bapak ucapkan sebelumnya)”

@Rahmat66802978 menulis, “Bohong koq masih di percaya omongan nya shg harus kumpulin lagi bukti2 di magelang padahal tinggal periksa ibu PC kan selesai urusan nya.”

@CanchanEmecan menulis, “Instansi Polri tolong dibersihkan dr orang2 macam ini dong. Sampe akar2nya”

@TulusPrasetia menulis, “Kunci ada di Bharada E. Jika dia berani mengungkap kebenaran nya. Hanya saja dia butuh perlindungan sebelum dan setelah peradilan. Karena “kekuatan” sambo cukup mengerikan hingga bisa melibatkan 31 pihak ke jurang dramanya.”

@saidalzou menulis, “Lanjut ga nih ceritanya Mengalir sampai mana Ato udahan aja? Demi menjaga perasaan”

@dodondwiprastyo menulis, “Sabar, saya juga masih menunggu cerita selanjutnya. BTW nggak ada sutradara Korea yang mau mengangkat ini jadi serial drama gitu ya?”

@CrushHopeless1 menulis, “Gw kagak percaya itu motif pribadi. Pelecehan sdh terbantahkan. Perselingkuhan terbongkar ? Sesama jenis ? Bullshit ! Ingat, ada 60 an anggota polisi yg dg sukarela mau nyebur ke jurang bareng Sambo. Dah jelas kasus kolektif, Coba @PPATK telusuri aliran dana satgassus!”

Timsus diminta hati-hati tetapkan tersangka baru kasus Sambo

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) meminta Tim Khusus (Timsus) Polri untuk bersikap berhati-hati menetapkan tersangka baru kasus Irjen Pol Ferdy Sambo

“Sikap ini diperlukan untuk menjaga demoralisasi puluhan anggota Polri yang saat ini menghadapi pemeriksaan,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan dikutip Antaranews.com dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Baca Juga:  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Sebut Kerusuhan Prancis karen IslamoFobia

Ia menegaskan, hal itu sangat penting karena banyak di antara mereka semata-mata lebih kepada korban skenario Ferdy Sambo.

Menurut Edi Hasibuan, Tim Khusus Polri harus adil, transparan, akuntabel dan terbuka dalam memberikan putusan atas pemeriksaan puluhan anggota Polri yang diduga tidak bekerja profesional dalam menangani perkara pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam, 8 Juli 2022.

“Jangan karena tekanan publik, anggota Polri yang seharusnya cukup dijerat pelanggaran etik tapi harus dikorbankan menjadi tersangka hanya untuk memenuhi harapan publik,” katanya.

Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta ini mengatakan puluhan anggota Polri itu harus dipastikan perannya, apakah terkait langsung dengan peristiwa pidana atau menjadi korban skenario mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Menurut kami ini sangat penting diperhatikan tentang kondisi mental dan moral anggota serta kewibawaan institusi Polri saat ini. Tidak ada salahnya Tim Khusus Polri perlu mendapatkan masukan dari pengawas eksternal polri,” katanya.

Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo di rumah dinas Kadiv Propam, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022.

Awalnya, Fredy Sambo menyatakan Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E. Namun, ternyata tidak ada tembak menembak. Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.

Polri telah menetapkan dan menahan empat tersangka yakni Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir R dan KW.

Sebanyak 56 polisi telah menjalani pemeriksaan oleh tim inspektorat khusus karena diduga melanggar disiplin dan etika saat menangani perkara ini.

Dari jumlah itu, 16 polisi diantara telah menjalani penempatan khusus di Mako Brimob dan Div Propam Polri.

 

 

 

 

Baca Juga:  Profil Benny Indra Ardhianto, Wabup Klaten, Meninggal Usia 33 Tahun

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...