Business is booming.

Tagar Kemanusiaan Trending, Netizen Sesalkan Polisi Masih Tebang Pilih

Tagar Kemanusiaan trending di media sosial Twitter, menyusul tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan karena punya bayi.

Netizen pun bersikap, menanggapi tagar Kemanusiaan yang trending itu hingga tercatat 12.500 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @heycircle_ menulis, “Masih menjadi misteri, alasan kemanusiaan apa nih hahaha semakin kebal hukum si PC”

Lalu akun Twitter @Avendi_Prasetyo menulis, “Putri Candrawathi tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan karena punya bayi. Alasan ini hanya berlaku untuk yang punya banyak duit, tidak berlaku untuk warga biasa miskin. Ini gimana komnas Ham dan kak seto?”

@fuckubtc1 menulis, “harus punya status sosial dan duit dlu kakkk, baru Komnas HAM, kak seto, dann kawan2 bertindak wkwkwkwk”

@DavidC78423205 menulis, “NM jga gtu kmaren gak d tahan gegara ada anak, orang kaya mah bebasss”

@bangrazor07 menulis, “Hukum di dunia kadang suka gitu, tapi hukum akhirat udh seadil-adilnya”

@prayudi_aji menulis, “di negeri ini kita dipertontonkan ke tidak adilan”

@rialdi_jef menulis, “Hukum di Indonesia ini, tumpul ke atas tajam ke bawah”

@Markcoen12 menulis, “Tebang pilih msh berlaku ya”

@antospinx27 menulis, “Hukum negara yg menyedihkan”

@Bayanganku__ menulis, “PC akan sakit terus sampe kiamat”

@Indra71116853 menulis, “Benar2 g profesional & g berkualitas kerja komisi nasional ini, kenapa mereka masih dipakai terus?”

@tigabelassatu4 menulis, “Gw sebagai anak muda yang ga tau tentang bagaimana hukum berjalan disini, setelah terjadinya kasus ini gw jadi sadar bahwa hukum di sini se WOW itu ya, jadi kedepannya ga harus kaget lagi kalo ada kasus seperti ini hehehe”

@RasidinSupono menulis, “Hukuman berlaku hanya utk rakyat gak punya. Tajam ke bawah & akan tumpul ke atas. “Transparan”…? Transparan akan kalah dg nilai transferan’…”

@nnsfrdi menulis, “intinya urusan duit mah diratu dan dirajakan, jd yang miskin makin menderita”

@BaharuddinKadi2 menulis, “Mau pada kemana penegak hukum ….pasti dan pasti akan mati …pengadilan akhirat menunggumu ….”

@Jefrigolden2 menulis, “Beda bro. Mental ibu PC sudah terbiasa hidup mewah..”

@ghmatheexplorer menulis, “Hukum itu adil jika ada uang nya”

@SatriaLangit23 menulis, “melempari atap pabrik dan pabriknya tidak meninggal atau meledak dihukum penjara bersama balitanya, putri candrawatih melakukan pembunuhan berencana dan menyebabkan Brigadir J meninggal, komnas ham, komnas perempuan, polri bebaskan dia tdk ditahan alasan punya balita. Waras gak?”

@bahrozii menulis, “Mungkinkah para petinggi polri takut sambo nyanyi? Dan bisa kebongkar semua borok2?”

@Tama170845 menulis, “jangan disamain dong, itu kan merka rakyat jelata, si PC kan golongan kasta tertinggi.. tpi tenang, Tuhan itu adil kok, dsni mereka selamat, toh pada akhirnya mereka akan mati dengan sendirinya, nah disitu baru hukum akhirat berlaku tanpa memandang jumlah rekening dan orang dlam.”

@km_aghani menulis, “PC sedang suting di acara reuni dengsn KM rekontruksi dengan penampilan yang klimis, kasian si putri malu tapi tak punya malu”

@Syaeeef menulis, “Mereka adalah golongan kaya ya gw tau diri. Semoga ada kejalasan soal komnas ham dan kak seto. Tersangka ibu PC.”

@Jejakhamba1 menulis, “@ListyoSigitP bu PC kapan di tahan pak? ayo pak transparansi keadilan nya”

@GilbertMaxwel18 menulis, “Ntah itu, status dah tersangka masa masih menikmati indahnya rumah.. mungkin sibuk nimbun duit atau nyiapin buat anak²nya biar jangan kelaparan wkru dia dihukum mati”

yy_8901 menulis, “Kalo mau adil, semua yg dipenjara punya anak ya dibebasin la. Emang ga guna tuh si Komas HAM”

@Andi46096981 menulis, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. mana…..keadilannya mana?. Seharusnya keadilan itu tidak memihak…..tapi untuk yg satu ini kok di istimewa kan.”

@nonanov98 menulis, “Orang-orang Komnas Ham kalu punya mata dan otak seharusnya malu sama kinerja mereka sendiri”

@EgaPrawono menuli, “Kak setooo lgi gak denger dan gak lihat karna udah dikasi duit sekoperr”

@HerySubairi menulis, “Para pemangku kebijakan sepertinya tidak sepenuhnya menjalankan amanat UUD 45. ini kenyataan sebenarnya yg terjadi di negeri ini.”

@Hendi95319563 menulis, “Hukum cuma buat orang miskin doang nih?”

@ShintaNainggo14 menulis, “Mana keadilan itu pak orang yg bersalah pantas dihukum jgn karna si putri ini banyak uang.”

@HerryAstanto menulis, “Jangan2 ada yang dapet uang nih….aromanya khas banget”

@MaliaAsdata menulis, “@jokowi @mohmahfudmd @ListyoSigitP @DPR_RI @DivHumas_Polri .. harus Adil donk pak.. jangan tebang pilih.. kita negara hukum..”

@XDA328 menulis, “Betul, cuman alasan doang. Aslinya karena udah pake duit aja”

@rifin_are menulis, “Kalau ga ada duit ya ga ada yang peduli”

@my_Amoxilyn menulis, “HAM gak ngurusin orang yg gak berduit, nggak cuan!!”

Putri Candrawathi mengajukan permohonan tidak ditahan

Putri Candrawathi, tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, mengajukan permohonan tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan, masih memiliki anak kecil dan kondisi kesehatannya masih kurang stabil.

“Terkait penahanan Bu Putri, kami sudah mengajukan permohonan tidak dilakukan penahanan, karena alasan-alasan sesuai Pasal 31 ayat (1) KUHAP, kami boleh mengajukan itu karena alasan kemanusiaan,” kata pengacara Putri Candrawathi, Arman Hanis, ditemui di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, usai pemeriksaan, Rabu, pukul 23.53 WIB.

Baca Juga:  Profil Brigjen Pol Johanes R Manalu, Akpol 1996, Dosen Kepolisian Utama Tk II Lemdiklat Polri

Arman dikutip Antaranews.com mengatakan kliennya meski tidak ditahan, tetapi diwajibkan untuk menjalankan wajib lapor dua kali dalam seminggu.

“Ibu Putri masih mempunyai anak kecil dan Ibu Putri masih dalam keadaan tidak stabil, sehingga kami mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan terhadap Ibu Putri tetapi diberikan wajib lapor dua kali seminggu,” kata Arman.

Arman menegaskan status kliennya bukan tahanan kota, tetapi mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan karena alasan kemanusiaan.

“Kami mengajukan permohonan itu ya alhamdulillah saat ini penyidik mengabulkan permohonan tadi,” ujarnya.

Putri Candrawathi diwajibkan lapor dimulai minggu depan.

Terkait agenda pemeriksaan Putri Candrawathi hari ini, Arman menyebutkan kliennya menjalani pemeriksaan dari pukul 13.00 WIB dan berakhir 23.45 WIB (pukul 00 kurang 15 menit).

“Ada 23 pertanyaan. Pertanyaan itu dikonfrontir dengan seluruh tersangka,” kata Arman lagi.

Semua tersangka yang dikonfrontasi kecuali Ferdy Sambo, adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

“(Yang dikonfrontasi) semua terkait juga dengan konfirmasi rekonstruksi kemarin,” kata Arman.

Untuk kedua kalinya Putri Candrawathi menjalani pemeriksaan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (19/8).

Pemeriksaan pertamanya pada Jumat (26/8), ditanyai 80 pertanyaan, kemudian kembali dilakukan pemeriksaan lanjutan, Rabu (31/8).

Selama menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, keberadaan Putri Candrawathi luput dari pantauan media.

Istri mantan Kadiv Propam tersebut berhasil mengelabui media untuk masuk dan keluar dari Gedung Bareskrim Polri.

Pada hari pertama pemeriksaan sebagai tersangka, Putri masuk lewat Lobby Utama Gedung Bareskrim Polri yang hanya digunakan perwira tinggi masuk.

Saat bersamaan kuasa hukum lewat lewat pintu belakang Bareskrim yang sudah ditunggu oleh media.

Kemudian saat pulang juga, Putri keluar terpisah dengan pengacara, kejar-kejaran kendaraan pun terjadi.

Baca Juga:  Profil Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan, Dirreskrimsus Polda NTT

Pola yang sama juga digunakan Putri pada pemeriksaan kedua hari ini, tidak terpantau Putri masuk dalam Gedung Bareskrim.

Lagi-lagi yang terpantau adalah pengacaranya, sementara media telah memantau dua pintu masuk Bareskrim Polri.

Begitu juga saat keluar gedung hari ini, Arman mengaku kliennya keluar dari pintu samping yang jarang diakses oleh umum, kecuali penyidik.

Arman beralasan tidak ada maksud kliennya menghindar dari wartawan, dan menyebut wartawan tidak siaga saat kliennya sedang keluar.

“Bukan menghindar, tadi lewat samping saya antar ke situ, kalian saja lagi tidur,” kata Arman.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...