Jokowi Trending, Netizen Curiga Ada Sandiwara Terselubung?
pemerintah membentuk tim khusus untuk menghalau ulah peretas Bjorka
Tagar Jokowi trending di media sosial Twitter pada Selasa (13/9/2022), menyusul pemerintah membentuk tim khusus untuk menghalau ulah peretas Bjorka yang menyerang sejumlah situs pemerintahan.
Tim khusus bernama Tim Respon Darurat (emergency response team) itu terdiri dari Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Kominfo, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Netizen pun bereaksi menanggapi tagar Jokowi hingga tercatat 39.200 ciutan (Tweets) mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @HenryS75761541 menulis, “Data segudang sdh digondol Bjorka barulah dibntuk tim khsus. Sampeyan telat, bos. Bjorka mnjadi titipan kerinduan mndlam publik untuk membongkar dan mempermalukan gerombolan aparat negara yang kinerjanya tak becus mengurus negeri. Bjorka dtang, publik snang.”
Lalu akun Twitter @zarazettirazr menulis, “Katanya data yg dibocorkan itu hoax”
@soemantri_a menulis, “Klo emang hoak buat pengalihan isu, ko akun si Bjorka ilang bg?? Trs ko bisa data2 penjabat pada kelayaban dimana2, trs ko pemerintah bisa sepanik itu buat nyari s bjorka??”
@Kijusi11 menulis, “Hoax tapi panik.. atau cuma alasan buag buang2 anggaran?? Wow”
@isalgusfandi menulis, “Ya, padahal sudah di senggol masalah ini lewat kominfo, cma balasan kominfo aj ngawur, smoe data para pejabat di post baru lah ketar-ketir, samoe buat tim khusus, instasi kominfo, bssn, bin, ngapain mereka kan bekerja dibidang IT, masa diam aj,justru presiden buat tim khusus”
@MensosJ menulis, “Tanda² jatuhnya pak de dan lord opung kian nyata, HRS, HBS, EM dibebaskan. Setelah sambo timbul lagi pembobolan data pejabat, lalu demo tolak kenaikan bbm bersubsidi…. Dah ga mempan jurus lugu: YOK GA TAU, KOK TANYA SAYA HMMM….”
@Gunawanilyas1 menulis, “Kata nya Data Nya Aman Ternyata Meradang……lemah sekali Bangsa ini”
@sant_sugeng menulis, “Nah bener juga nih. Ngapain ngurusin hoax ? Kenapa ga fokus aja sama menambah pemasukan biar bisa cepat melunasi hutang?”
@ImamNganuu menulis, “Hahahaahh…sandiwara semuanya..untuk menutupi hal yg besar..apa itu??…simak terus si bjorka, lama2 akan kepeleset..”
@fraudfornothing menulis, “Klarifikasi hoax dari pemerintah adalah fakta”
@pedas_cemilan menulis, “@kemkominfo nggak jadi hoax? Karena sekarang akhirnya panik. Rakyat nanya tuh Pak”
@love_kadrun menulis, “Hoax kok bikin tim chusus, ah bener aja…haha”
@mahfoezz menulis, “duh keluar anggaran lagi? katanya apbn udh berat buat bayar utang+bunganya”
@Bebque__ menulis, “Netijen kemaren “hecker bla bla aja udah aneh kok dipercaya” noh presiden mu bikin team khusus.”
@arhcha menulis, “ehh tau2nya berita itu hanya utk pengalihan issue,, iyaa ntu heker utk mengalihkan isu lain,,, BBM naik wkwk”
@Fratatatata menulis, “Ama “halah data lama baru dimunculin lagi kok heboh” template banget komenannya wkwk”
@JustAFreeStyle menulis, “Ingat. Hanya pemilik otoritas yg memiliki priviledge data rahasia. Dan hacker hanya diketahui oleh kelompoknya. Jadi, bila nantinya ada klaim hacker ditangkap, lalu dituding macam2. Maka kita perlu tahu, siapa yg memudahkan ia bs masuk ke data rahasia.”
@Ghost_bot1 menulis, “Sebaiknya org kominfi yang jawabannya ngawur itu, harus melepaskan jabatannya, terbukti bingung menghadapi masalah kebocoran data dari hari pertama sampai sekarang dan malah saling melempar tanggung jawab.”
Bjorka Cuma Punya Data Umum
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate menyebut data yang dimiliki oleh peretas Bjorka adalah data umum.
“Di rapat dibicarakan bahwa memang ada data-data yang beredar salah satunya oleh Bjorka, tapi data-data tersebut setelah ditelaah sementara adalah data-data yang bersifat umum. Bukan data-data spesifik dan bukan data-data ter-update,” kata Menkominfo Johnny G Plate dikutip Antaranewscom di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin (12/9/2022).
Johnny G Plate mengaku baru melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.
“Tim lintas kementerian lembaga dan BSSN, Kominfo, Polri dan BIN berkoordinasi untuk menelaah secara dalam,” ungkap Johnny.
Johnny juga menyebut akan dibentuk tim khusus yaitu “emergency response team” untuk menjaga tata kelola data yang baik di Indonesia.
“Juga untuk menjaga kepercayaan publik. Jadi akan ada ‘emergency response team’, (anggotanya) dari BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN untuk melakukan asesmen-asesmen berikutnya,” tambah Johnny.
Johnny juga mengaku ada keterbatasan pemerintah dalam melakukan komunikasi publik.
“Saya mengajak rekan-rekan media, ini data sangat strategis dan data juga bisa terkait dengan ‘sovereignity’, kedaulatan kita, termasuk sangat geopolitis. Mohon media jangan sampai memberitakan yang memberikan dampak kebingungan kepada masyarakat karena ini banyak hal-hal teknis yang kadang salah kutip yang mengakibatkan satu dengan lainnya warga bangsa kita saling ‘mem-bully’. Jangan sampai,” ungkap Johnny.
Ia berharap saat menghadapi serangan peretasan dapat dibangun kekuatan nasional dan bergotong royong menghadapi semua bahaya, termasuk dalam ruang digital.
“Bahaya dalam ruang digital tersebut adalah bentuknya tindakan kriminal digital. Ini harus kita jaga bersama-sama, bangun kerja bersama. Berbeda pendapat itu normal dalam demokrasi. Namun, saat untuk kepentingan negara secara keseluruhan, mari kita jaga kekompakan,” tuturnya.
Menkominfo juga mengatakan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) telah disetujui di rapat tingkat 1 oleh panja Komisi 1 DPR dengan pemerintah.
“Kami sekarang tunggu jadwal untuk pembahasan dan persetujuan tingkat 2 yaitu rapat paripurna DPR, mudah-mudahan nanti dengan disahkan RUU PDP jadi UU PDP ada payung hukum yang lebih baik untuk menjaga data,” kata Johnny.
Terbaru, peretas dengan identitas Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden Jokowi, termasuk surat dari BIN.
Klaim dari Bjorka tersebut kemudian diunggah oleh salah satu akun Twitter “DarkTracer : DarkWeb Criminal Intelligence”, yang kemudian viral dan sempat menjadi salah satu topik pembahasan terpopuler (trending topic) di Twitter hingga Sabtu pagi.
Dalam unggahan di akun Twitter itu disebutkan bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirimkan BIN dengan label rahasia telah bocor.
Peretas dengan identitas Bjorka juga sebelumnya kerap mengklaim telah meretas data-data terkait kependudukan Indonesia, seperti data registrasi “SIM Card Prabayar” dan data milik salah satu provider telekomunikasi.
is thi true or no … Bjorka #bjorkanism pic.twitter.com/NWrTbs8n9Q
— CEO Strong Man (@yewiyanan19) September 12, 2022