Business is booming.

Istana Trending, Netizen: Makin Hari Makin Terkuak Busuknya?

Presiden Jokowi memberi pengarahan kepada pejabat utama Mabes Polri serta Kapolda dan Kapolres

Tagar Istana trending di media sosial Twitter pada Jumat (14/10/2022), menyusul Presiden Jokowi memberi pengarahan kepada pejabat utama Mabes Polri serta Kapolda dan Kapolres seluruh Indonesia di Istana.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Istana yang trending hingga tercatat 15.900 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Lalu akun Twitter @aimrod menulis, “Panggilannya mayan mendadak, meth kan mayan lama juga di urin”

@arxhux menulis, “tp itu mereka dikasih tes dadakan apa gmn sih”

@aimrod menulis, “Keknya dites dadakan”

@inilahdotcom menulis, “Sejumlah perwira polisi terindikasi mengonsumsi narkoba. Indikasi tersebut mencuat dalam pemeriksaan kesehatan (rikes) sebelum mereka masuk ke Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jumat siang (14/10/2022).”

@adamqyb menulis, “Polisi rusak dan bejat bukan terjadi secara tiba2, mungkin dimulai dari 5-7 tahun yang lalu. Sejak jokowi jadi presiden.”

@vmdfmfrmha menulis, “Apapun itu, kejadian baru² ini memang luarbiasa. Kalau polri berubah jadi bersih dibawah pak jokowi, akan jadi prestasi sepanjang masa untuk Indonesia. Semoga 2023 keatas pimpinan TNI/POLRI hanya dipegang oleh orang² yg otak SEJERNIH dan SEBERSIH Jend. Hoegeng.”

@fauzanhariz menulis, “Bapak almarhum Hoegeng sendiri tidak cukup. Terbukti, semasa beliau memimpin, institusi inipun sudah banyak penyakit, terlebih beliau juga “babak belur” ketika hendak bekerja dengan bersih, konon dihalangi oleh rezim. Entah dosa apa pada bangsa ini…”

@prasetia_bhayu menulis, “Ya intinya semua lapisan kudu bersinergi”

@dicky_tinton menulis, “Lha gmn ga rusak, dr proses perekrutan aja sdh hrs bayar mahal”

@damarwidi99 menulis, “Budaya KKN tumbuh subur di era Orde Baru, reformasi yg seharusnya membersihkan justru melahirkan pemain2 baru yg tidak kalah ganas dr pejabat di era sebelumnya
Reformasi hanya sebatas jargon, blm jd kesadaran kritis baru utk memperbaiki bangsa ini”

@RichardGvnniN menulis, “wkwkwk apaapa jokowa jokowi padahal beginian udah dari zaman kamu lahir aja udah banyak. e atau kamu baru hidup tahun 2014 pas Jokowi terpilih jadi presiden? ya pantes agak lain sih”

@wibusapien menulis, “Dari dulu polisi udah rusak bejat, gak ada hubungannya sama Jokowi”

@Bbuyognani1 menulis, “Bukan sejak pak Jokowi jadi presiden tapi emang udh dari lama banyak yg busuk dijajaran seragam coklat ini, dari masuk yg pake duit pelicin sampe gembong narkoba yg dilindungi”

@KhoirilKholis menulis, “Iyaa karena dulu mereka aman-aman aja wkwkwk sekarang baru kebongkar”

@jibuthilal menulis, “Masuk akal”

@ArWiPam menulis, “Aamiin… semoga diijabah… kita semua love TNI PolRI yang bersih… 🇮🇩”

@jeff_ikhlas menulis, “Mustahil”

@Widino menulis, “Seru bgt ya mantauin kasus kasus yg kebongkar di institusi ini

@anakrmhtangga menulis, “🐠Makin hari makin terkuak ya busuknya
🐟 hmm, jadi gk yakin masuk polici”

@AgroFishLombok menulis, “kalau mau berbenah, mereka yg dipanggil ke istana pulangnya dibekali surat pensiun dini semua, potong satu level paling pucuk, siapa tahu tunas yg baru muncul nantinya bersih dan benar2 sehat.”

@SaritaTambayong menulis, “Gak mungkin. Sistemnya harus di rubah biar yg gak bener mau gak mau harus bener.”

@Dorraemon_ menulis, “Habis kasus Sambo dan kasus Kanjuruhan dilanjutkan dengan kasus Narkoba yang Melibatkan perwira tinggi 1 kelas dengan Sambo karna sama sama Bintang 2 !!”
Inalilahi wainalilahi Rojiun, Hancur, Hancur Polri klo kek gini!”

Kadiv Humas Polri Tepis Kabar 8 Kapolda Positif Narkoba

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menepiskan kabar tentang sejumlah kapolda kedapatan positif narkoba, sebelum ke Istana Negara, dan menegaskan merupakan kabar yang tidak benar.

Baca Juga:  Profil Laksma TNI Wawan Trisatya Atmaja, AAL 1996, Kini Danguspurla Koarmada III

Dedi saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat (14/10/2022), mengatakan telah mengonfirmasi isu tersebut ke Sekretaris Pimpinan (Spripim) Polri.

“Enggak ada info dari mana? sudah saya tanyakan ke spripim,” ujar Dedi.

Sebuah pesan berantai terkait hasil tes urine sebelum berangkat ke Istana Negara didapti delapan kapolda positif mengandung narkotika.

“Hari ini kan semua kapolda dikumpulin di istana. Terus, sebelum ke istana dites covid dan lain-lain termasuk narkoba. Ada delapan kapolda positif amphetamine,” isi pesan berantai yang diterima wartawan.

Sebelumnya ramai diberitakan penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa oleh Divisi Propam Polri diduga terkait narkoba.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bakal memberikan keterangan resmi sore ini di Mabes Polri, usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

“Setelah ini nanti kami akan rilis masalah TM (Teddy Minahasa). Ini merupakan bagian komitemen kami untuk menindak tegas masalah hal-hal yang disampaikan Pak Presiden terkait judi online, narkoba dan komitmen kami melakukan bersih-bersih di institusi Polri,” kata Kapolri di Istana.

Irjen Pol Teddy Minahasa sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat. Ia dimutasi sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol Nico Afinta yang dimutasi sebagai Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya.

Mutasi Irjen Nico tertuang dalam surat telegram Kapolri dengan nomor: ST/2134/X/KEP/2022 yang diterbitkan Senin, tanggal 10 Oktober.

Sementara itu, Jumat pagi tadi saat rombongan perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri berangkat menuju Istana di PTIK, namun Irjen Pol Teddy Minahasa tidak terlihat dalam rombongan kapolda.

Sejumlah kapolda yang tampak hadir menaiki bus menuju Istana adalah Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi,

Baca Juga:  Sidang Pantukhir Komcad di Kodam XVIII/Kasuari, Rekrut Sekitar 200 Orang

Kemudian mantan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Irjen Pol Rusdi Kurniawan yang dimutasi sebagai Kapolda Sumatera Barat ikut dalam rombongan pati Polri, juga ada As SDM Polri Irjen Pol Wahyu Widada, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, dan Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto, dan kapolda lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wartawan masih menunggu keterangan resmi dari pihak Mabes Polri terkait penangkapan tersebut.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...