Business is booming.

Profil Surya Paloh, Dicuekin dan Disindir Jokowi Terburu-buru Usung Capres 2024

Dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai Capres 2024 menjadi tandanya.

Surya Paloh trending. Kehadirannya di acara ulang tahun Partai Golkar membuatnya jadi bahan pembicaraan

Betapa tidak, dalam posisi sebagai anggota koalisi pendukung Presiden Jokowi-Maruf Amin,Surya Paloh seolah telah menyatakan keluar.

Dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai Capres 2024 menjadi tandanya.

Bukan hanya secara etika dinilai tidak pantas, namun juga karena Anies Baswedan merupakan sosok yang selama ini antitesis atau berbeda haluan dengan parpol pendukung Jokowi.

Pilihan dukungan yang terkesan buru-buru itu tampaknya menganggu hubungan baik dengan parpol lainnya termasuk Presiden Jokowi.

Sikap Nasdem sebenarnya sudah ditebak saat Surya Paloh kerap bertemu Anies Baswedan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun tatkala Nasdem mendeklarasikan Anies menjadi Capres saat pilpres masih dua tahun tetap saja mengejutkan.

Surya Paloh mungkin juga sudah menghitung matang, kalkulasi politiknya sudah terlatih.

Surya Paloh bahlan tak peduli Nasdem jpernah dimusuhi pendukung Anies Baswedan.

Metro TV, TV milik Surya Paloh pernah diplesetkan menjadi Metro Tipu.

Sebutan Nasdem menjadi Nasdrun pun menjadi teka-teki apakan Nasdem kini akan dipilih pendukung Anies dalam Pemilu mendatang atau sebaliknya.

Yang pasti dengan julukan tersebut, kemungkinan Nasdem takkan memperoleh dukungan dari fans Jokowi.

Dan mungkin saja, tanpa memilih Anies pun Nasdem akan ditinggalkan pendukung Jokowi.

Politik Nasdem terlalu ditentukan Surya Paloh sebagai politisi sekaligus pengusaha.

Video Presiden Jokowi tak lagi mau menyambut hangat rangkulan Surya Paloh menjadi buktiny.

Bahasa tubuh Jokowi pada ulang tahun ke-58 Partai Golkar yang digelar di JIEXpo Kemayoran Jumat (21/10/2022) malam, tak bisa dibohongi.

Saat itu Jokowi tengah berdiri disamping Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Mantan Wapres Jusuf Kalla yang juga petinggi di Golkar.

Saat tiba harus salaman dengan Surya Palloh, tampak pria brewok itu berusaha akrab dengan Jokowi dan berusaha merangkulnya.

Namun gesture atau bahasa tubuh Jokowi menanggapi sebaliknya.  Ia tak berusaha membalas rangkulan Surya Palloh.

Saat Surya Palloh menebar senyum, Jokowi tak mau menanggapi senyumnya.

Dari gerakan tangannya tampak ia justru ingin secepatnya lepas dari Surya Palloh.

“Bahasa Tubuh Jokowi Pak Jokowi Tak Bisa Membohongi Perasaannya.”  Demikian tulisan dalam video yang dibagikan akun instagram @abi_hasantoso, salah satu pendukung Jokowi.

Lalu saat Presiden Joko Widodo memberikan sambutan, ia pun seolah menyindir Surya Paloh.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-58 kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar,” ujar Presiden seperti dilansir siaran pers laman presidenri.go.id.

Baca Juga:  Peneliti Senior INDEF Meninggal Dunia karena Covid-19

Menurut Presiden, Golkar merupakan partai politik yang sudah matang dan punya pengalaman malang-melintang serta banyak makan asam garam dalam perpolitikan Indonesia.

Oleh sebab itu, Presiden meyakini bahwa Partai Golkar akan cermat dalam menentukan calon presiden dan wakil presiden 2024.

“Saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati, tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden 2024,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki jam terbang yang tinggi. H

Hal tersebut terutama dikarenakan situasi dunia saat ini yang penuh dengan ketidakpastian, bahkan diprediksi akan lebih gelap di tahun 2023.

Sebagai contoh, Presiden menyebut bahwa saat ini sudah banyak negara yang mengalami krisis dan menjadi “pasien” Dana Moneter Internasional (IMF).

“Sekarang yang sudah masuk pasien IMF itu ada 14 negara, sudah masuk jadi pasien, dan 28 negara lagi sudah antre di depan pintunya IMF, diperkirakan akan muncul angka nanti 66 negara. Oleh sebab itu, betul-betul pemimpin ke depan ini harus kita piih yang memiliki jam terbang yang tinggi,” paparnya.

“Karena, sekali lagi, dalam pembangunan sebuah negara penting sekali yang namanya stabilitas politik. Kita juga butuh stabilitas keamanan, apalagi dalam situasi dunia yang sangat sulit, sulit dihitung, sulit dikalkulasi, sulit diprediksi,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md.

Hadir juga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Plt. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Mardiono, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Profil Surya Paloh

Dirangkum dari Wikipedi, Dr. (HC). Drs. H. Surya Dharma Paloh lahir 16 Juli 1951 (71 tahun).

Ia adalah Pengusaha Media dan Pimpinan Media Group yang memiliki Harian Media Indonesia, Lampung Post, dan Stasiun Televisi Metro TV.

Ia sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Demokrat.

Surya Paloh aktif dalam politik dan dia adalah mantan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004-2009.

Ia juga pendiri ormas Nasional Demokrat, yang kemudian dianggap sebagai penerus Partai Nasdem (Partai Nasional Demokrat). Lahir dari pasangan Daud Paloh dan Nursiah Paloh.

Penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Brawijaya Tahun 2022

Lencana Bintang Astha Hannas 2019

Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra dari Presiden RI 2015

Gelar Honorary Profesorship (Profesor Kehormatan) dari Beijing Foreign Studies University, Beijing, Cina, pada Rabu, 10 September 2014

Baca Juga:  Jejak Karier AKBP Erwin Pratomo, Dicopot Sementara Demi Kasus Istrinya

Surya Paloh lahir di Banda Aceh 16 Juli 1951, ia besar di kota Pematangsiantar, Sumatra Utara.

Ia menjadi pengusaha di Kota Medan. Aktivitas politik menyebabkannya pindah ke Jakarta, menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dua periode.

Justru di kota metropolitan ini, kemudian Surya Paloh terkenal sebagai seorang pengusaha muda Indonesia.

Surya Paloh mengenal dunia bisnis tatkala ia masih remaja.

Sambil bersekolah ia berdagang teh, ikan asin, karung goni, dan lain-lain. Ia membelinya dari dua orang tauke sahabat yang sekaligus gurunya dalam dunia usaha, lalu dijual ke beberapa kedai kecil atau ke perkebunan PT Perkebunan Nusantara.

Di Medan, Surya Paloh mendirikan perusahaan karoseri sekaligus menjadi agen penjualan mobil.

Sembari berdagang, Surya Paloh juga bersekolah di SMA Negeri 7 Medan serta setelah itu ia menjenjang ke perguruan tinggi negeri Di Fakultas Hukum, Universitas Sumatra Utara namun tidak selesai.

Ia melanjutkan pendidikannya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Islam Sumatra Utara, Medan.

Dikenal karena aktif organiasi, Surya Paloh membuat organisasi massa yang sama-sama menentang kebijakan salah dari pemerintahan Orde Lama.

Surya Paloh menjadi salah seorang pimpinan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).

Setelah KAPPI bubar, ia menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar pada Sekretariat Bersama Golkar.

Beberapa tahun kemudian, Surya Paloh mendirikan Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI), lalu ia menjadi Pimpinan PP-ABRI Sumatra Utara.

Bahkan organisasi ini, pada tahun 1978, didirikannya bersama anak ABRI yang lain, di tingkat pusat Jakarta dikenal dengan nama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).

Saat masih dalam 14 tahun, Surya sudah memulai bisnis leveransir, di sebuah kota kecil Serbelawan tahun 1965.

Ketika memasuki SMA Negeri 7 Medan tahun 1967, Surya bekerja pula sebagai Manajer Travel Biro Seulawah Air Service.

Setamat SMA duduk di bangku kuliah, Surya dipercaya mengelola Wisma Pariwisata, di Jalan Patimura, Padang Bulan, Medan oleh pemilik Baharuddin Datuk Bagindo, yang juga memiliki pabrik korek api PT BDB di Pematang Siantar.

 

Sejak tahun 1973 bersama kakak iparnya Jusuf Gading, Surya dipercaya sebagai Direktur Utama PT Ika Diesel Bros untuk menjalankan usaha distributor mobil Ford dan Volkswagen, di Medan.

Lalu, pada tahun 1975 ditunjuk pula menjadi kuasa usaha direksi Hotel Ika Darroy, terletak di Banda Aceh, merangkap sebagai Direktur Link Up Coy, Singapura, yang bergerak di bidang perdagangan umum.

Surya Paloh mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986.

Koran yang dicetak berwarna ini, laku keras.

Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah.

Sayang, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, keburu di cabut SIUPP-nya oleh pemerintah.

Baca Juga:  DPRD Kota Tangerang Akhirnya Batalkan Anggaran Seragam Louis Vuitton

Isinya dianggap kurang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia.

Kendati bidang usaha penerbitan pers mempunyai risiko tinggi, bagi Surya Paloh, bidang itu tetap merupakan lahan bisnis yang menarik.

Ia memohon SIUPP baru, namun, setelah dua tahun tak juga keluar.

Minatnya di bisnis pers tak bisa dihalangi, ia pun kerjasama dengan Achmad Taufik Menghidupkan kembali Majalah Vista.

Pada tahun 1989, Surya Paloh bekerja sama dengan Drs. T. Yously Syah mengelola koran Media Indonesia.

Atas persetujuan Yously sebagai pemilik dan pemimpin redaksinya, Surya Paloh memboyong Media Indonesia ke Gedung Prioritas.

Penyajian dan bentuk logo surat kabar ini dibuat seperti Prioritas.

Kemajuan koran ini, menyebabkan Surya Paloh makin bersemangat untuk melakukan ekspansi ke berbagai media di daerah.

Disamping Media Indonesia dan Vista yang terbit di Jakarta, Surya Paloh bekerjasama menerbitkan sepuluh penerbitan di daerah.

Kesepuluh media tersebut adalah Harian Atjeh Post dan Mingguan Peristiwa di Aceh, Harian Mimbar Umum di Medan, Harian Sumatra Ekspres di Palembang, Harian Lampung Pos di Bandar Lampung, Harian Gala di Bandung, Harian Yoga Pos di Yogyakarta, Harian Nusa Tenggara dan Bali News di Denpasar, Harian Dinamika Berita di Pemimpin Perang BanjarBanjarmasin, serta Harian Cahaya Siang di Manado.

Surya Paloh menghadirkan koran Proritas di pentas pers nasional dengan beberapa keunggulan.

Pertama, halaman pertama dan halaman terakhir di cetak berwarna. Kedua, pengungkapan informasi kelihatan menarik dan berani.

Ketika, foto yang disajikan dikerjakan dengan serius. Faktor-faktor itulah yang menyebabkan koran ini dalam waktu singkat, berhasil mencapai sirkulasi lebih 100 ribu eksemplar.

Tidak sampai setahun, break event point-nya sudah tercapai.

Ancaman yang selalu menghantui Prioritas justru bukan karena kebangkrutan, tetapi pencabutan SIUPP oleh pemerintah.

Terbukti kemudian, ancaman itu datang juga. Koran Prioritasnya mati dalam usia yang terlalu muda karena pemberitaannya dianggap kasar dan telanjang.

Salah satu pengusung kebebasan pers adalah Surya Paloh.

Kebebasan pers menjadi yang Surya perjuangkan baru memperoleh pembenaran pada era reformasi.

Pers akhirnya memperoleh kebebasannya yang hilang melalui Permenpen Nomor 1/Per/Menpen/1984 dicabut oleh Menpen Yunus Yosfiah pada tahun 1998.

Pada 18 November 2000, Surya mengundang Presiden Abdurrahman Wahid untuk meresmikan pendirian Metro TV sebagai sebuah stasiun televisi berita pertama di Indonesia.

Lambang kepala burung rajawali putih mulai muncul pada dua entitas media yang berpengaruh miliknya, koran Media Indonesia dan stasiun televisi Metro TV.

Seminggu kemudian tepatnya pada 25 November 2000 Metro TV mulai mengudara pertama kali, menyajikan siaran berita selama 18 jam setiap hari dengan dukungan teknologi yang fully digital.

Kemudian, tanggal 1 April 2001 Metro TV siaran non-stop selama 24 jam setiap hari. Kehadiran Metro TV menjadi sebuah terobosan terbesar dalam dunia pertelevisian nasional.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...