Iran Trending, Benarkah Warganya Suka Cita karena Timnas Iran Disingkirkan AS?
Dilaporkan sejumlah warga Iran justru senang dan menari-nari karena timnas negaranya disingkirkan AS.
Iran trending. Timnas negara Timur Tengah itu tersingkir di babak penyisihan Grup B Piala Dunia 2022 setelah dikalahkan AS 1-0.
Gol tunggal AS dalam laga yang digelar di Stadion Al Thumama, Doha, itu dicetak nama yang cukup akrab yakni Cristian Pulisic menit 38.
Selain membuat Iran harus angkat koper, hasil itu membuat AS lolos 16 besar mendampingi timnas Inggris yang saat bersamaan mengalahkan timnas Wales 3-0.
Iran pun harus puas berada diperingkat tiga dimana posisinya digeser AS, negara yang dianggap musuh Iran dalam alam nyata (politik).
Performing under pressure. pic.twitter.com/YSRLjR2a26
— U.S. Men's National Soccer Team (@USMNT) November 29, 2022
Selanjutnya dibabak 16 besar, Inggris akan menghadapi Senegal yang merupakan runner up Grup A Sedang AS menghadapi timnas Belanda.
Klasemen Akhir Grup B
1 Inggris 3 2 1 0 9-2 +7 7
2 AS 3 1 2 0 2-1 +1 5
3 Iran 3 1 0 2 4-7 -3 3
4 Wales 3 0 1 2 1-6 -5 1
Nah yang membuat Iran trending diduga karena fakta ironi yang tengah terjadi di Iran.
Dilaporkan sejumlah warga Iran justru senang dan menari-nari karena timnas negaranya disingkirkan AS.
“Iran adalah negara yang orang-orangnya sangat menyukai sepak bola. Sekarang mereka (warga Iran) turun ke jalan di kota Sanandaj & merayakan kekalahan tim sepak bola mereka melawan AS. Mereka tidak ingin pemerintah menggunakan olahraga untuk menormalkan rezim pembunuhnya.” tulis sebuah akun di twitter.
“Warga di Teheran, ibu kota Iran, merayakan kemenangan #USMNT atas Iran. Orang-orang berteriak “Amerika! Amerika! Amerika!”
“Saya telah melihat beberapa video seperti ini malam ini, di mana wajahnya tidak diburamkan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa jam ke depan. Jadi meskipun mereka “hanya berpesta”, harap buramkan wajah mereka dan jangan sebarkan video sampai tidak ada.” Demikian akun lainnya mengkhawatirkan.
Bahkan CNN Indonesia melaporkan bahwa para demonstran di Iran melepaskan kembang api dan merayakan kekalahan tim nasional negaranya dari Amerika Serikat (AS) di Piala Dunia 2022, Selasa (29/11).
Republik Islam itu telah mengerahkan pasukan keamanan negara untuk melawan apa yang disebutnya “kerusuhan” yang pecah setelah Mahsa Amini meninggal pada 16 September, tiga hari setelah penangkapannya karena diduga melanggar aturan berpakaian wanita Iran.
An Iran fan holds a shirt with the name of Mahsa Amini. The 22-year-old died days after being arrested and reportedly beaten by Iran’s morality police in September for allegedly not adhering to the nation’s dress code for women. pic.twitter.com/CuEAtc8BJj
— B/R Football (@brfootball) November 25, 2022
Kampung halamannya di Saqez, serta kota-kota lain di provinsi barat Kurdistan, telah menjadi pusat protes terhadap aturan ulama.
Video lain oleh aktivis Kurdi Kaveh Ghoreishi menunjukkan sebuah lingkungan pada malam hari di kota Sanandaj dengan suara sorak sorai dan klakson meraung setelah Amerika Serikat mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu.
Kembang api juga digunakan di Mahabad, kota lain di Kurdistan, menyusul kekalahan Iran, menurut video yang dibagikan secara online.
Kelompok hak asasi manusia Hengaw yang berbasis di Norwegia mengatakan pengendara Iran merayakan kemenangan AS dengan membunyikan klakson mereka di Mahabad.
Dikatakan kembang api juga menerangi langit di Marivan, kota lain di provinsi Kurdistan di mana pasukan keamanan melakukan penumpasan mematikan terhadap protes.
Kembang api dan sorakan juga terdengar di Paveh dan Sarpol-e Zahab, di provinsi Kermanshah, tambahnya.
Tim nasional Iran telah menghadapi pukulan ganda dari pemerintah dan tekanan publik setelah protes, dengan beberapa orang Iran melakukan rooting untuk tim lawan.