Profil Mahmoud Ahmadinejad, Mantan Presiden Iran Tewas Akibat Serangan Udara Israel-AS.
Dilansir dari The Jerusalam Post, serangan udara Israel-AS menghantam kediaman Ahmadinejad di Narnak, timur laut Teheran.
Mahmoud Ahmadinejad, yang menjabat sebagai presiden Iran dari tahun 2005 hingga 2013, tewas dalam serangan udara Israel-AS.
Demikian dilaporkan Kantor Berita Buruh Iran pada hari Minggu.
Sebelumnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei meninggal juga akibat serangan udara Israel-AS.
Dilansir dari The Jerusalam Post, serangan udara Israel-AS menghantam kediaman Ahmadinejad di Narnak, timur laut Teheran.
Serangan tersebut menewaskan dirinya dan beberapa pengawal, klaim media pro-rezim tersebut.
Serangan di Narnak kemungkinan terjadi pada Sabtu malam, menurut laporan media internasional.
Sebelum menjadi presiden, Ahmadinejad menjabat sebagai gubernur Provinsi Ardabil dan walikota Teheran.
Setelah dua periode menjabat, ia diangkat oleh pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Profil Mahmud Ahmadinejad
Mahmud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad kelahiran 28 Oktober 1956(69 tahun).
Mahmud Ahmadinejad adalah Presiden Iran yang keenam dan memperoleh 61.91% suara pemilih pada pilpres Iran tanggal 24 Juni 2005
Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005.
Ia pernah menjabat wali kota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden.
Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran, 1979.
Pada Pemilihan Presiden Iran 2013, ia digantikan oleh tokoh konservatif moderat Hassan Rouhani
Pada 2024, ia menyatakan akan maju dalam Pemilihan Presiden Iran dan akan bersaing dengan beberapa kandidat salah satunya Pelaksana tugas Presiden Iran saat ini Mohammad Mokhber, tetapi ia dinyatakan tidak lolos.
Ahmadinejad lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.
Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.
Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986.
Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran.
Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.
Ahmadinejad lalu terpilih sebagai wali kota Teheran pada Mei 2003.
Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan wali kota-wali kota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan.
Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.
Setelah dua tahun sebagai wali kota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran.
Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979.
Iran mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, tetapi tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.