Business is booming.

Musni Umar Typo Lagi, Kali Ini Salah Ketik Jemput Anies Menjadi Jembut Anies

“Bagaimana bisa ngetik JEMPUT jadi JEMBUT. Secara susunan letak huruf jelas sangat berbeda."

Mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar kembali dibully netizen.

Dan penyebabnya lagi-lagi karena typo atau salah ketik yang bermakna fatal

Kali ini ia mengetik soal kata jemput menjadi jembut, dua kata yang mirip namun maknanya jauh.

Jemput adalah kata kerja yang berarti pergi bersama atau memungut dengan ujung jari.

Sementara Jembut adalah kata benda yang berarti rambut yang terletak pada sekitar kelamin manusia dewasa.

Musni Umar sendiri typo saat membagikan cuitan soal perang survei (Pilpres) dimana ia menilai soal banyaknya orang selalu jemput Anies.

Ia membagikan cuitan per tanggal 30 Novemper dan sejak itu trending hingga hari ini 2 Desember 2022.

Sebelumnya Musni pernah melakukan typo serupa yang juga membuatnya dibully.

Kala itu, dalam cuitan melalui akun @musniumar, ia mengomentari sebuah berita di detik.com.

Berita itu berjudul Tiket Jakarta-Aceh Rp 9,6 Juta, Alvin Lie Bicara Problem Kapasitas Pesawat

Lalu @musniumar membagikan komentar pada Jumat (29/4/2022):

“Mahal sekali. Pantas diprotes. Ada warga Aceh yang siasati mahalnya toket Aceh-Jkt. Kalau mau ke Jakarta lewat KLAI Malaysia baru ke Jakarta. Katanya  jauh lebih murah.

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Wempi Ramandei, Akmil 1995, Danrem 174/ATW

Nah tulisan tiket ia ketik menjadi toket Aceh-Jkt, netizen pun heboh.

Terkait salah ketik jemput menjadi jembut, dalam pencarian di twitter langsung menunjuk akun @musniumar dan @aniesbaswedan.

Selebihnya kata Jembut mengarah pakai wanita-wanita seksi yang biasa berkeliaran di twitter.

Nah cuitan typo Musni Umar pun lebih banyak mengundang komentar dibanding retweet atau like.

Persisnya hingga berita ini diturunkan memperoleh 2.394 komentar, 1.132 retweet dan 1.562 like

Nah terkait typo jemput menjadi jembut memang cuma beda satu huruf, tetapi netizen bingung karena di keyboard letak huruf P dan B berjauhan.

“Bagaimana bisa ngetik JEMPUT jadi JEMBUT. Secara susunan letak huruf jelas sangat berbeda. Cuma 2 kemungkin. 1. Lagi mupeng. 2. Emang WanAbas Jembut,” tulis @Kanjen***** seraya membagikan cuitan Musni Umar dan Keyboard di sebelahnya.

“Sampai segitunya Pak REKTOR… TERMASUK JEMBUT ANIS DIHITUNG DISETIAP DAERAH BUAT ELEKTABILITAS,” kata @AK*****

“Kirain jembut siapa yang trending, rupanya jembut pak Anies disebut sama  @musniumar,” Demikian akun @Pence******

“Wah gara2 om  @musniumar jadi tranding. Mulai hari ini  Kita sah kan julukan ke junjunngnya “Jembut Anies”. SAH.”  @_Umamlik

Typo Musni Umar Sebelumnya

Sebelumnya toket trending. Toket yang dimaksud bukan sebutan untuk buah dada wanita melainkan typo atau salah ketik dari Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar.

Dalam cuitan terbarunya, melalui akun @musniumar, ia mengomentari sebuah berita di detik.com.

Berita itu berjudul Tiket Jakarta-Aceh Rp 9,6 Juta, Alvin Lie Bicara Problem Kapasitas Pesawat

Lalu @musniumar membagikan komentar pada Jumat (29/4/2022):

“Mahal sekali. Pantas diprotes. Ada warga Aceh yang siasati mahalnya toket Aceh-Jkt. Kalau mau ke Jakarta lewat KLAI Malaysia baru ke Jakarta. Katanya  jauh lebih murah.

Nah tulisan tiket ia ketik menjadi toket Aceh-Jkt, netizen pun heboh.

Baca Juga:  Hastag Scientist Ganteng Trending, Dia Aktor Sehun, Mengapa Trending?
Salah ketik tiket menjadi toket oleh akun @musniumar

Profil Musni Umar

Dirangkum dalam akun miliknya Arahjaya.com, Prof. Dr. Musni Umar, SH., M.Si., Ph.D adalah Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), sosiolog terkemuka dan peneliti.

Namun jabatan rektor Universitas Ibnu Chaldun Sejak tanggal 29 Oktober 2022 sudah tak lagi disandang.

Ia digantikan pakar hukum Rahmah Marsinah yang terpilih menjadi rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta periode 2022-2026 .

Musni Umar menyelesaikan Ph.D dalam bidang Sosiologi di Faculty of Social Sciences and Humanities, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Magister dalam bidang Sosiologi di Universitas Indonesia (UI).

Pernah mengikuti program pasca sarjana ilmu politik di UNAS dibawah bimbingan Prof. Dr. Deliar Noer dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisyahbana (tidak diselesaikan).

Pendidikan sarjana (S1) diselesaikan di Perguruan Ilmu Alqur’an (PTIQ) dan sarjana hukum di Universitas Islam Jakarta (UUD).

Memperoleh gelar Adjunct Profesor dari Asia e University, Malaysia.

Semasa menjadi mahasiswa, pernah menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa, aktivis HMI dan aktivis mahasiswa 77/78.

Pernah mendekam di penjara “Kampus Kuning” bersama AM. Fatwa, Arief Rachman, pimpinan dewan mahasiswa/senat mahasiswa Jakarta serta pimpinan ormas mahasiswa dan pemuda serta tokoh masyarakat tahun 1978.

Memulai berkarir di swasta sebagai karyawan dengan jabatan terakhir Industrial Relations Manager.

Kemudian keluar dan mendirikan perusahaan sendiri dan menjadi Direktur Utama.

Di akhir pemerintahan Presiden Soeharto, Fahmi Idris dan Fadel Muhammad mengajak bergabung di DPP Golkar dengan jabatan sekretaris departemen koperasi dan wiraswasta merangkap anggota koordinator bidang ekonomi.

Pemilu 1997 terpilih menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara (PAW) dari Fraksi Partai Golkar.

Pada saat menjadi anggota DPR RI, Musni Umar mendirikan Pondok Pesantren Hubbul Wathan di Desa Toli-Toli Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dan menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hubbul Wathan sampai sekarang.

Baca Juga:  Profil Irjen Pol Edfrie Richard Maith, Akpol 1995, Deputi BNPP

Saat itusempat memberi beasiswa puluhan anak-anak miskin untuk melanjutkan pendidikan.

Setelah selesai di DPR RI, Musni Umar melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia.

Pada masa pemerintahan SBY, Musni Umar dipilih menjadi anggota merangkap juru bicara Eminent Persons Group Indonesia-Malaysia bersama Prof. Dr. Quraish Shihab, Des Alwi, Ali Alatas, Pudentia, dan Wahyuni Bahar dengan Ketua Jenderal TNI Purn Try Sutrisno.

Pada tahun 2015 diangkat menjadi wakil rektor bidang akademik Universitas Ibnu Chaldun.

Gebrakan yang dilakukan antara lain memberi beasiswa tamatan SLA sebanyak 200 orang dari kalangan tidak mampu yang bermukim di kawasan padat, kumuh dan miskin di Johar Baru Jakarta Pusat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Ibnu Chaldun.

Aktivitas lain, melakukan penelitian dan menjadi narasumber di berbagai stasiun TV, serta menjadi pembicara di dalam dan luar negeri.

Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini hampir setiap hari menulis artikel yang dipublikasikan di arahjaya.com, wawancara dengan media dan radio serta menganalisis masalah sosial yang dipublikasikan di Youtube.

Musni Umar telah menulis puluhan buku dan ratusan jurnal dan artikel. Tahun 2021 akan meluncurkan 6 buku yang sudah di edit (disunting).

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...