Business is booming.

Toket Trending karena Rektor Ibnu Chaldun Musni Umar Salah Ketik Tiket jadi Toket?

Netizen: Kalo typo kenapa gak di apus dan post ulang

Toket trending. Toket yang dimaksud bukan sebutan untuk buah dada wanita melainkan typo atau salah ketik dari Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar.

Dalam cuitan terbarunya, melalui akun @musniumar, ia mengomentari sebuah berita di detik.com.

Berita itu berjudul Tiket Jakarta-Aceh Rp 9,6 Juta, Alvin Lie Bicara Problem Kapasitas Pesawat

Lalu @musniumar membagikan komentar pada Jumat (29/4/2022):

“Mahal sekali. Pantas diprotes. Ada warga Aceh yang siasati mahalnya toket Aceh-Jkt. Kalau mau ke Jakarta lewat KLAI Malaysia baru ke Jakarta. Katanya  jauh lebih murah.

Nah tulisan tiket ia ketik menjadi toket Aceh-Jkt, netizen pun heboh.

Salah ketik tiket menjadi toket oleh akun @musniumar

Berikut cuitan netizen tentang toket salah ketik Musni Umar.

@DavidWijaya82: Istighfar pak, bulan puasa ngomongin toket aja

@TitingYS (salah) Satu huruf tp fatal

@DiodeSmd: Lucu ya banyak sekali yg koreksi dan jd guyonan karena typo “toket”, silakan cek huruf (i dan o) bersebelahan tak ada kesengajaan

@RANGERmounts: Othok othok toket…. Tokett

@HesoyamCeje: Kalo typo kenapa gak di apus dan post ulang

@KaraengPudji: Excuse me?? Toket???

@bambangASuryo: Apa yg ada dalam pikirannya keluar secara otomatis hehehe

Profil Musni Umar

Dirangkum dalam akun miliknya Arahjaya.com, Prof. Dr. Musni Umar, SH., M.Si., Ph.D adalah Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), sosiolog terkemuka dan peneliti.

Ia menyelesaikan Ph.D dalam bidang Sosiologi di Faculty of Social Sciences and Humanities, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Baca Juga:  Ahok Trending, Netizen Takjub Saksikan Anies Ceramahi Basuki T Purnama

Magister dalam bidang Sosiologi di Universitas Indonesia (UI).

Pernah mengikuti program pasca sarjana ilmu politik di UNAS dibawah bimbingan Prof. Dr. Deliar Noer dan Prof. Dr. Sutan Takdir Alisyahbana (tidak diselesaikan).

Pendidikan sarjana (S1) diselesaikan di Perguruan Ilmu Alqur’an (PTIQ) dan sarjana hukum di Universitas Islam Jakarta (UUD).

Memperoleh gelar Adjunct Profesor dari Asia e University, Malaysia.

Semasa menjadi mahasiswa, pernah menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa, aktivis HMI dan aktivis mahasiswa 77/78.

Pernah mendekam di penjara “Kampus Kuning” bersama AM. Fatwa, Arief Rachman, pimpinan dewan mahasiswa/senat mahasiswa Jakarta serta pimpinan ormas mahasiswa dan pemuda serta tokoh masyarakat tahun 1978.

Memulai berkarir di swasta sebagai karyawan dengan jabatan terakhir Industrial Relations Manager.

Kemudian keluar dan mendirikan perusahaan sendiri dan menjadi Direktur Utama.

Di akhir pemerintahan Presiden Soeharto, Fahmi Idris dan Fadel Muhammad mengajak bergabung di DPP Golkar dengan jabatan sekretaris departemen koperasi dan wiraswasta merangkap anggota koordinator bidang ekonomi.

Pemilu 1997 terpilih menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara (PAW) dari Fraksi Partai Golkar.

Pada saat menjadi anggota DPR RI, Musni Umar mendirikan Pondok Pesantren Hubbul Wathan di Desa Toli-Toli Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dan menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hubbul Wathan sampai sekarang.

Saat itusempat memberi beasiswa puluhan anak-anak miskin untuk melanjutkan pendidikan.

Setelah selesai di DPR RI, Musni Umar melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia.

Pada masa pemerintahan SBY, Musni Umar dipilih menjadi anggota merangkap juru bicara Eminent Persons Group Indonesia-Malaysia bersama Prof. Dr. Quraish Shihab, Des Alwi, Ali Alatas, Pudentia, dan Wahyuni Bahar dengan Ketua Jenderal TNI Purn Try Sutrisno.

Baca Juga:  Angka Positif Covid-19 Mulai Konstan di Bawah 5.000 Kasus Per Hari

Pada tahun 2015 diangkat menjadi wakil rektor bidang akademik Universitas Ibnu Chaldun.

Gebrakan yang dilakukan antara lain memberi beasiswa tamatan SLA sebanyak 200 orang dari kalangan tidak mampu yang bermukim di kawasan padat, kumuh dan miskin di Johar Baru Jakarta Pusat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Ibnu Chaldun.

Aktivitas lain, melakukan penelitian dan menjadi narasumber di berbagai stasiun TV, serta menjadi pembicara di dalam dan luar negeri.

Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini hampir setiap hari menulis artikel yang dipublikasikan di arahjaya.com, wawancara dengan media dan radio serta menganalisis masalah sosial yang dipublikasikan di Youtube.

Musni Umar telah menulis puluhan buku dan ratusan jurnal dan artikel. Tahun 2021 akan meluncurkan 6 buku yang sudah di edit (disunting).

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...