Business is booming.

Beda Visi dengan Presiden, PM Lebanon Saad Hariri Mundur

Ia menegaskan tak mencapai kesepakatan dengan Aoun, Presiden Lebanon

Saad Hariri (57), Perdana Menteri Lebanon memutuskan mengundurkan diri dari posisinya.

Pengumuman pengunduran diri Hariri disampaikan Kamis (15/7/2021), setelah ia mengaku gagal membentuk pemerintahan pada delapan bulan terakhir.

Keputusan itu dibuatnya usai bertemu dengan Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Ia menegaskan tak mencapai kesepakatan dengan Aoun terkait menteri-menteri yang akan berada di pemerintahannya.

“Saya mundur dari membentuk pemerintahan,” ujar Hariri dikutip dari Al-Jazeera.

“Aoun menuntut beberapa amandemen, yang dianggapnya penting dan bekata kami tak bisa mencapai pemahaman yang sama. Semoga Tuhan menyelamatrkan negara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Aoun menuduh Hariri telah memutuskan untuk mundur di tengah pertemuan mereka.

“Hariri menolak amandemen terkait perubahan menteri, distribusi sektarian mereka, dan nama-nama yang terkait dengan mereka,” bunyi pernyataan kantor Kepresidenan Lebanon.

Dalam wawancaranya dengan Al-Jadeed TV, Hariri mengatakan ia memilih kandidatnya berdasarkan pengalaman dan kemampuan mereformasi masalah eknomi.

Namun, Aoun tak menyetujui calon-calon yang akan diajukannya.

“Saya mengundurkan diri pada 2019, karena saya ingin pemerintahan dipenuhi para ahli, dan jika kami membentuk pemerintahan yang diinginkan Michel Aoun, negara ini tak akan selamat,” katanya.

“Masalah utama di negara ini adalah Michel Aoun, yang beraliansi dengan Hizbullah, yang kini melindunginya. Inilah yang terjadi di negara ini, dan jika seseorang tak melihatnya maka mereka buta,” lanjut Hariri.

Masalah ini kian membuat pemerintahan Lebanon semakin berada dan terjerembab dalam krisis politik serta keuangan.

Keputusan mundurnya Hariri, membuat pound Lebanon berada dalam titik terendah.

Saat ini nilai tukar untuk satu dolar AS adalah 21.000 pound Lebanon.

Saad El-Din Rafik Al-Hariri lahir 18 April 1970.

Ia adalah politikus Lebanon-Saudi yang menjabat sebagai perdana menteri Lebanon dari 2009 hingga 2011 dan 2016 hingga 2020.

Baca Juga:  Bupati Memberamo Raya Tersangka Korupsi Dana Covid-19

Putra Rafic Hariri ini mendirikan dan memimpin partai Gerakan Masa Depan sejak 2007.

Ia dipandang sebagai “tokoh terkuat” dari Aliansi 14 Maret.

Hariri menjabat sebagai Perdana Menteri Lebanon dari 9 November 2009 hingga 13 Juni 2011.

Setelah tiga tahun tinggal di luar negeri, ia kembali ke Lebanon pada 8 Agustus 2014 dan menjabat masa jabatan kedua sebagai Perdana Menteri sejak 18 Desember 2016 hingga 21 Januari 2020.

Pengumuman mengejutkan Hariri tentang niat untuk mengundurkan diri, disiarkan pada 4 November 2017 di TV pemerintah Saudi.

Saat itu telah secara luas dilihat sebagai bagian dari konflik proksi Iran-Arab Saudi di Lebanon dan memicu perselisihan antara Lebanon dan Arab Saudi.

Pengunduran diri itu kemudian ditangguhkan, menyusul permintaan Presiden Michel Aoun untuk “menundanya sebelum konsultasi lebih lanjut”.

Pada 29 Oktober 2019, di tengah protes Lebanon 2019–20, ia mengumumkan pengunduran dirinya, dan kabinetnya.

Ia ditunjuk sebagai perdana menteri pada 22 Oktober 2020,[12] tetapi gagal membentuk pemerintahan dan mengundurkan diri pada 15 Juli 2021.

Komentar
Loading...