Business is booming.

Sosok Gianluca Vialli, Beri Pesan Rahasia Kebahagiaan Sebelum Meninggal Dunia karena Kanker

Kata Vialli kebahagiaan bergantung pada perspektif yang Anda lihat dalam hidup

RIP Legend trending.  Sepak bola Italia berduka. Setelah Pele meninggal dunia, kali ini Legenda sepak bola Italia Gianluca Vialli.

Jika Pele meninggal dunia usia 882 tahun, Vialli  pada usia 58 tahun karena penyakit kanker pankreas.

Dia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Royal Marsden, London, Jumat (6/1/2023).

Nah, Football Italia membagikan wawancara terakhir Vialli, sembilan bulan lalu, untuk acara Netflix.

Saat itu Vialli berbicara tentang kehidupannya, penyakitnya, dan rahasia kebahagiaan.

“Saya yakin bahwa anak-anak kami lebih mengikuti teladan kami daripada kata-kata kami. Saya tahu saya memiliki lebih sedikit waktu sekarang karena saya sadar tidak akan mati karena usia tua,” kata Vialli dalam wawancara dengan Alessandro Cattelan untuk Netflix.

Dalam wawancara di sebuah bangku dengan latar diduga lapangan golf, Vialli mengakui dirinya saat itu lebih rapuh. Meski demikian ia berusaha tampil tegar seraya menyebut nama istri dan dua anak perempuannya.

“Dalam hal ini, saya mencoba menjadi contoh yang positif. Saya mencoba memberi tahu mereka bahwa kebahagiaan bergantung pada perspektif yang Anda lihat dalam hidup,” ujar Vialli.

Vialli menikahi Cathryn White-Cooper pada 26 Agustus 2003 dan menjadi ayah dari dua orang putri, Olivia dan Sofia. Dia juga dikenal seorang pegolf dan terus tinggal di London, 20 tahun setelah meninggalkan Chelsea.

Pada November 2018, Vialli mengungkapkan telah berhasil mengatasi pertempuran selama setahun melawan kanker pankreas. Namun pada Desember 2021 terungkap bahwa dia telah didiagnosis menderita penyakit tersebut untuk kedua kalinya.

Baca Juga:  City Terlalu Tangguh Buat Tim Tamu, Babak Pertama Man City vs Leipzig 3-0, Hattrick Erling Haaland

Gianluca Vialli lahir 9 Juli 1964 dan memulai karir klubnya di Cremonese pada tahun 1980 dengan membuat 105 penampilan dan mencetak 23 gol. Penampilannya mengesankan Sampdoria yang mengontraknya pada tahun 1984.

Bersama Sampdoria ia mencetak 85 gol dan memenangkan tiga piala Italia, Serie A dan Piala Winners Eropa. Pada tahun 1992, Vialli ditransfer ke Juventus dengan rekor dunia sebesar 12,5 juta poundsterling saat itu.

Selama waktunya di klub Turin ia memenangkan Piala Italia, Serie A, Piala Super Italia, Liga Champions UEFA, dan Piala UEFA. Pada tahun 1996 Vialli bergabung dengan Chelsea dan menjadi manajer pemain Chelsea pada musim berikutnya.

Di Chelsea ia memenangkan Piala FA, Piala Liga, Piala Winners UEFA dan Piala Super UEFA. Dia adalah salah satu dari sembilan pesepakbola yang memenangkan tiga kompetisi klub utama Eropa.

Bersama tim nasional Italia Vialli tampil di dua Piala Dunia FIFA, pada tahun 1986 dan (di kandang sendiri) pada tahun 1990. Dia juga ambil bagian di UEFA Euro 1988, membantu negaranya mencapai semifinal, dan terpilih menjadi tim turnamen.

Selama dua puluh tahun karirnya sebagai pesepakbola profesional, dia mencetak 259 gol di level klub, 16 gol bersama tim nasional. Ia menjadi pemain Italia dengan skor tertinggi kesepuluh di semua kompetisi.

Setelah pensiun, Vialli beralih ke manajemen, pandit dan bekerja sebagai komentator untuk Sky Italia. Dia adalah bagian dari staf non-pemain tim nasional Italia sebagai kepala delegasi saat mereka menang UEFA Euro 2020.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...