Business is booming.

Mas Gibran Trending, Disenggol Kasus Klitih, Ia Sarankan Lapor Kapolda DIY

Mas Gibran trending. Salah satunya karena ia disenggol soal Klitih yang sedang ramai di Yogyakarta dan ia menjawab.

“Lapor aja ke pak kapolda.”

Siapa Kapolda Yogyakarta saat ini, dia adalah Irjen Pol Suwondo Nainggolam.

Irjen Pol Suwondo adalah Kapolda termuda saat ini, 50 tahun.

Ia juga menjadi kapolda dari alumni Akpol termuda yakni Akpol 1994.

Adalah akun @RinduWahono yang nyenggol @gibran_tweet terkait klitih dan ditanggapi Gibran.

Terbaru, Rindu Wahono mengabarkan bahwa pelaku klitih sudah ditangkap.

Namun netizen lain menyebut bahwa foto yang ditayangkan bukan foto pelaku klitih di titik nol Yogyakarta melainkan pelaku klitih di daerah Sedayu.

Seperti diketahui klitih yang pernah trending April tahun 2022 lalu kini trending lagi.

Hal itu karena ada kejadian mirip Klitih di titik nol km Yogyakarta pada Selasa (7/2/2023) petang.

Persisnya terjadi di depan museum Serangan Oemoem 1 Maret, Yogyakarta.

Video tentang dua kelompok pemuda, salah satu dari mereka membawa celurit beredar luas di media sosial.

Para pemuda yang disabet celurit kemudian lari meninggalkan sepeda motornya.

Sementara para pemuda pembawa celurit kabur berboncengan tiga orang.

Tak lama kemudian dua pemuda berboncengan lewat seraya melempar motor yang tergeletak di pinggir jalan.

Baca Juga:  Imam Al-Mahdi Trending Namun Pas Dibuka Tak Ada Hasilnya

Diduga mereka merupakan pemuda pembawa celurit.

Video lainnya yang beredar adalah terjadi tawuran dua kelompok.

Tak terlihat jelas, diduga masih terkait dengan video pertama dimana diantara mereka ada yang bawa celurit.

Hal itu mungkin terjadi dari suara komentar warga di video tersebut bahwa ada yang kena bacok.

Namun juga beredar video bahwa itu bukan klitih. Seorang saksi mata pada tawuran itu bilang hanya salah paham dua orang yang masing-masing punya teman.

Kabid Humas Polda Kombes Pol Yulianto mengaku telah menelusuri CCTV di kawasan tersebut.

Menurutnya peristiwa kekerasan itu terjadi pada Selasa 7 Februari 2023, sekitar 04.00 WIB.

“Kepada #SedulurJogja yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut, silakan sampaikan ke kami,” tulisnya.

Petisi Klitih

Nah, bersamaan dengan kemunculan kasus klitih, petisi agar pemerintah daerah dan kepolisian membuat kebijakan yang bisa mencegah klitih muncul lagi.

Namun petisi-petisi lama saat kejadian tahun lalu ternyata kurang memperoleh respon positif.

Ini karena klitih sepertinya dianggap kejahatan biasa, yang muncul sewaktu-waktu saja, itu pun pada malam hari.

Ada dua petisi tentang Klitih, pertama berjudul “PENEGAKAN HUKUM UNTUK PELAKU ” KLITIH / KEJAHATAN JALANAN “

Namu Klitih yang dibuat tahun lalu oleh Sandy Bryon kurang memperoleh respon.

Hanya 11 orang dari 100 target pertama yang menandatangani.

Yang kedua petisi berjudul “Pemda, Buat Regulasi Khusus tentang Kasus Klitih”

Petisi yang dibuat PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia) Jogja memperoleh respon lebih dari 4.200 dari 5.000 orang penanda tangan yang ditargetkan.

Baca Juga:  Profil Kapten Inf Windra Sanur, Bukan Lulusan Akmil Namun Posisinya Mentereng Sebagai 'Perisai Hidup' Presiden Jokowi

Ketika kasus Klitih muncul lagi, sejumlah warga kembali menandatanganinya.

Dalam pengantarnya petisi “Pemda, Buat Regulasi Khusus tentang Kasus Klitih” menulis.

Kasus Klitih (baca: penganiayaan di jalan) semakin marak akhir-akhir ini.

Istilah klitih kekinian dikenal sebagai fenomena penyerangan dengan menggunakan senjata tajam oleh sekelompok orang yang mengendarai motor.

Namun tahukah kalian bahwa sejarah klitih justru awalnya tidak seperti itu.

Aksi ini biasanya dilakukan secara bergerombol dengan menggunakan senjata tajam berjenis pedang, golok, maupun gir sepeda motor yang telah dimodifikasi.

Aksi klitih di Yogyakarta ini marak terjadi hingga masyarakat geram.

Klitih pada umumnya terjadi di malam hari dengan menyusuri jalanan sepi.

Pelaku langsung menyabet korbannya secara bergerombol hingga menimbulkan luka parah dan tak jarang menyebabkan kematian.

Dan aksi kekerasan ini sudah menyebar ke daerah lain selain di Yogyakarta.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...