Business is booming.

Klitih Meresahkan, Petisi Lama Tentang Klitih Kembali Ditandatangani

Peristiwa terbaru klitih terjadi di titik nol km Yogyakarta pada Selasa (7/2/2023) petang.

Klitih trending lagi. Polisi sedang memburu para pelakunya.

Peristiwa terbaru klitih terjadi di titik nol km Yogyakarta pada Selasa (7/2/2023) petang.

Saat itu dua sekelompok pemuda bentrok, sebagian diantaranya menggunakan celurit, membuat heboh.

Polisi sudah memeriksa lima saksi, namun masih memburu para pelaku yang dianggap meresahkan itu.

Nah bersamaan dengan kemunculan kasus klitih, petisi agar pemerintah daerah dan kepolisian membuat kebijakan yang bisa mencegah klitih muncul lagi.

Namun petisi-petisi lama saat kejadian tahun lalu ternyata kurang memperoleh respon positif.

Ini karena klitih sepertinya dianggap kejahatan biasa, yang muncul sewaktu-waktu saja, itu pun pada malam hari.

Ada dua petisi tentang Klitih, pertama berjudul “PENEGAKAN HUKUM UNTUK PELAKU ” KLITIH / KEJAHATAN JALANAN “

Namu Klitih yang dibuat tahun lalu oleh Sandy Bryon kurang memperoleh respon.

Hanya 11 orang dari 100 target pertama yang menandatangani.

Yang kedua petisi berjudul “Pemda, Buat Regulasi Khusus tentang Kasus Klitih”

Petisi yang dibuat PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia) Jogja memperoleh respon lebih dari 4.200 dari 5.000 orang penanda tangan yang ditargetkan.

Ketika kasus Klitih muncul lagi, sejumlah warga kembali menandatanganinya.

Dalam pengantarnya petisi “Pemda, Buat Regulasi Khusus tentang Kasus Klitih” menulis.

Baca Juga:  Profil Markus Horison, Dicap Pembawa Sial Saat Timnas Dibantai Malaysia di Piala Asia U-17

Kasus Klitih (baca: penganiayaan di jalan) semakin marak akhir-akhir ini.

Istilah klitih kekinian dikenal sebagai fenomena penyerangan dengan menggunakan senjata tajam oleh sekelompok orang yang mengendarai motor.

Namun tahukah kalian bahwa sejarah klitih justru awalnya tidak seperti itu.

Aksi ini biasanya dilakukan secara bergerombol dengan menggunakan senjata tajam berjenis pedang, golok, maupun gir sepeda motor yang telah dimodifikasi.

Aksi klitih di Yogyakarta ini marak terjadi hingga masyarakat geram.

Klitih pada umumnya terjadi di malam hari dengan menyusuri jalanan sepi.

Pelaku langsung menyabet korbannya secara bergerombol hingga menimbulkan luka parah dan tak jarang menyebabkan kematian.

Dan aksi kekerasan ini sudah menyebar ke daerah lain selain di Yogyakarta.

Berikut komentar terbaru warga yang menandatangi petisi Klitih yang dibuat PBHI Yogya

@Aegidius suparanto·2 jam yang lalu: pengin jokja aman

@Yuli S·4 jam yang lalu: Klitih merupakan tindak kejahatan, walaupun pelaku masih di bawah umur, namanya tindak kejahatan harus diberi hukuman

@Nurul Azizatil Jannah·5 jam yang lalu: Klitih meresahkan

@Fitri Aryani·5 jam yang lalu: BrAntas dan hukum klintih.

@Ragita yekti kinanti·7 jam yang lalu: yaallah tolong banget klitih tuh dibasmi, sangat meresahkan

@Dhiesna Datu prihapsari·7 jam yang lalu: Saya tinggal di Jogja

Seperti diketahui, klitih yang pernah trending April tahun 2022 lalu kini trending lagi.

Hal itu karena ada kejadian mirip Klitih di titik nol km Yogyakarta pada Selasa (7/2/2023) petang.

Persisnya terjadi di depan museum Serangan Oemoem 1 Maret, Yogyakarta.

Video tentang dua kelompok pemuda, salah satu dari mereka membawa celurit beredar luas di media sosial.

Para pemuda yang disabet celurit kemudian lari meninggalkan sepeda motornya.

Baca Juga:  Sebanyak 139 Pati TNI Naik Pangkat, Ini Tiga Jabatan Strategis Diantaranya

Sementara para pemuda pembawa celurit kabur berboncengan tiga orang.

Tak lama kemudian dua pemuda berboncengan lewat seraya melempar motor yang tergeletak di pinggir jalan.

Diduga mereka merupakan pemuda pembawa celurit.

Salah satu akun twitter yang paling banyak memperoleh respon atas video klitih tersebut adalah akun @RezkyRamadhanz

Ia kemudian membuat caption video: Iki Jogja, Kolombia po Guatemala??

Cuitan dan videonya telah memperoleh 4,024 Retweets 2,464 Quote Tweets dan 13.1K  Likes

“Rung mati ra gayeng ra layak siar,” tulis @bangslots menanggapinya.

“Nunggu di backsound jogja istimewa,” kata @NgatmoMbilung

“GTA san andreas,” ucap @cumaduahuruf menyebut game kekerasan PS yang terkenal.

Sementara itu pada video lainnya terdengar aksi gadung kelompok pemuda tengah tawuran.

Karena terhalang pagar tak terlihat jelas apa yang sedang terjadi.

Hanya saja terdengar suara, “Woi kena bacok itu…”

Kasi Humas Polresta Kota Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan bahwa pihaknya langsung turun tangan melihat kasus klitih tersebut.

Polisi segera memeriksa setidaknya 5 saksi dan mengecek rekaman CCTV.

Lima saksi tersebut di antaranya korban serta pemilik video yang memviralkan peristiwa tersebut.

Kendati demikian, Timbul mengatakan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari korban. Namun pihaknya sudah mencari saksi-saksi tersebut berdasarkan rekaman CCTV.

Timbul mengakui adanya tindakan penyerangan menggunakan senjata tajam berjenis celurit seperti terekam dalam video yang beredar. Pelaku beraksi secara acak karena antara korban dan pelaku tidak saling mengenal.

Aksi kejahatan jalanan tersebut berlangsung hari Selasa 7 Februari 2023 sekira pukul 04.00 lebih. Pelaku kurang lebih berjumlah 6 orang berboncengan sepeda motor.

Berdasarkan pemeriksaan saksi, korban dan pelaku bertemu di jalan kemudian korban dipepet hingga terprovokasi.

Baca Juga:  Profil Arda Guler, Bintang Muda Turki yang Mencetak Gol Pertama untuk Real Madrid
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...