Business is booming.

Bayern Butuh Keajaiban untuk Lolos Semifinal Liga Champions, Publik Jadi Teringat Nagelsmann

Bayern harus menang  4-0 di leg kedua babak perempatfinal jika ingin  lolos ke babak empat besar.

Bayern Muenchen butuh keajaiban untuk bisa lolos ke babak semifinal Liga Champions.

Hal itu menyusul kekalahan telah klub raksasa Jerman itu oleh Manchester City 3-0 di Stadion Etihad, Rabu (12/4/2023) dini hari WIB.

Hasil itu menempatkan City menjadi selangkah terdepan dalam perburuan tiket semifinal Liga Champions.

Ini karena Bayern harus menang  4-0 di leg kedua babak perempatfinal jika ingin  lolos ke babak empat besar.

Semua mission tak mudah, meski butuh keaajaiban.

Leg kedua akan digelar di markas Bayern, Stadion Allianz, pada Kamis (20/4/2023) mendatang.

Sebelumnya, Pelatih City Pep Guardiola dibayang-bayangi Thomas Tuchel, pelatih baru Bayern.

Tuchel pernah mengalahkannya saat membesut Chelsea di babak final Liga Champions tahun 2021.

Kini publik mengenang kembali Julian Nagelsmann saat melatih Bayern dengan potensi treble winners.

Sejak diambil alih Tuchel, Bayern tersingkir dari DFB Pokal oleh Freiburg dan kini sudah kalah 3-0 di leg pertama perempat final UCL.

Setelah menang unggul 1-0 di babak pertama, City bermain makin agresif meski penguasaan bola masih dipegang Bayern.

Gol pertama City dicetak melalui tendangan cantik Rodri menit ke-27.

Baca Juga:  Profil Lando Norris, Juara Baru Formula 1 2025

Kesalahan pemain belakang Bayern membuat terciptanya gol yang dicetak Bernardo Silva melalui sundulan kepalanya.

Adalah Jack Grealish yang berhasil merebut bola dari pemain belakang Bayern.

Dengan tumitnya ia memberikan umpan pada Erling Haaland yang melesat ke arah kotak penalti.

Selanjutnya ia memberikan umpan silang dan di sambut sundulan kepala Silva yang berdiri tak terkawal.

Haaland selanjutnya membuat Bayern babak belur dengan golnya menit 76.

Dengan gol kaki kanannya, Haaland menyambut umpan sundulan kepala John Stones.

Meski tak mencetak gol, Stones selanjutnya terpilih sebagai pemain terbaik atau Player of the Match.

Stones dianggap melakukan dengan baik perannya sebagai gelandang bertahan sekaligus menjadi motor lapangan tengah City.

“Penampilan John Stones sejak Piala Dunia dalam peran hybrid untuk Man City sangat luar biasa. Kami telah berbicara selama bertahun-tahun tentang Timnas Inggris yang memiliki bek tengah yang dapat melangkah ke lini tengah dan mendikte permainan,” tulis mantan pemain timnas Inggris dan Liverpool, Jamie Carragher via twitter.

Stones yang kini berusia 28 tahun membela City sejak tahun 2016. Dia memenangkan Liga Premier pada 2018, 2019, 2021 dan 2022, Piala EFL pada 2018 dan 2020, dan Piala FA pada 2019.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan Bayern tidak bermain buruk, membuat 56 persen penguasaan bola dan umpan akurat lebih baik.

Namun Bayern kalah tajam dari City dimana tuan rumah membuat 17 tembakan dan sembilan tembakan arah gawang, sedang Bayern 12 shots dan empat shots on target.

Susunan pemain:

Manchester City (3-2-4-1): 31-Ederson Moraes; 6-Nathan Ake, 3-Ruben Dias, 25-Manuel Akanji; 5-John Stones, 16-Rodri; 10-Jack Grealish, 8-Ilkay Guendogan, 17-Kevin De Bruyne (19-Julian Alvarez 68′), 20-Bernardo Silva; 9-Erling Haaland

Pelatih: Pep Guardiola

Baca Juga:  Profil Kolonel Inf Ali Aminudin, Akmil 1995, Promosi Dir Rahkomhan Ditjen Strahan

Bayern Muenchen (4-2-3-1): 27-Yann Sommer; 5-Benjamin Pavard, 2-Dayot Upamecano, 4-Matthijs de Ligt, 19-Alphonso Davies (22-Joao Cancelo 81′); 8-Leon Goretzka, 6-Joshua Kimmich; 11-Kingsley Coman, 42-Jamal Musiala (17-Sadio Mane 69′), 10-Leroy Sane; 7-Serge Gnabry (25-Thomas Mueller 80′)

Pelatih: Thomas Tuchel

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...