Business is booming.

Jejak Karier Hasbi Hasan, Dilahirkan di Lampung dan Menjadi Guru Besar di Universitas Lampung

Kini Hasbi Hasan, sekretaris Mahkamah Agung RI, menjadi tersangka kasus dugaan suap  penanganan perkara di MA.

Hasbi Hasan, sekretaris Mahkamah Agung RI, menjadi tersangka kasus dugaan suap  penanganan perkara di MA.

Dalam keterangan tertulisnya, juru bicara KPK, Ali Fikri, menyebut cekal dilakukan untuk kebutuhan penyidikan.

Cekal dilakukan untuk enam bulan ke depan.

Ada pun penetapan Ali Hasbi sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup.

Penetapan tersangka ini juga diperkuat dengan keterangan dari para saksi dan pihak berperkara lain.

Prof. Dr. H. Hasbi Hasan, S.H., M.H. dillantik menjadi sekretaris Mahkamah Agung RI  berdasarkan Surat keputusan Presiden RI, Joko Widodo No:193/TPA Tahun 2020 tanggal 8 Desember 2020.

SK itu tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Sekretariat MA.

Ia dilantik Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA), Dr. H.M Syarifuddin SH., MH, di Ruang Kusumah Atmadja Gedung Mahkamah Agung, Jakarta,  Selasa, 22 Desember 2020.

Kala itu Dr. Hasbi menggantikan A.S Pudjoharsoyo yang telah habis masa jabatannya pada Agustus lalu.

Dalam video profilnya di YouTube Humas Mahkamah Agung RI, beliau menyampaikan bahwa dirinya berasal dari keluarga berlatar belakang pendidikan.

“Dimanapun berada saya tidak boleh lepas dari pendidikan itu. Saya tetap harus mengajar, memberikan kontribusi, menularkan ilmu-ilmu yang sebatas saya mampu” katanya diakhir video.

Ada pun jabatan di luar MA antara lain pernah menjadi Ketua Program Studi Magister di Universitas Jayabaya dan Direktur Pascasarjana Universita Ibnu Chaldun.

Riwayat Pendidikan Hasbi Hasan

Hasbi Hasan lahir di Menggala, Bandar Lampung, Provinsi Lampung 22 Mei 1967 (56 tahun).

Ayah empat anak ini menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Menggala dan lulus pada 1979.

Hasbi selajunjutnya masuk menjadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur dan tamat pada 1985.

Dari Gontor, Hasbi melanjutkan pendidikan S1 di Fakultas Syariah IAIN Raden Intan (kini UIN Raden Intan), Lampung  dan lulus 1990.

Selanjutnya Hasbi menempuh pendidikan strata dua (S2) pada Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM, Jakarta dan tamat pada 2002.

Berdasarkan lansiran website Badan Litbang dan Pendidikan dan Pelatihan Diklat Hukum dan Peradilan MA, setelah menyelesaikan pendidikan S2 kemudian Hasbi mengambil pendidikan doktoral (S3) di IAIN Sunan Gunung Djati (kini UIN) Bandung dan lulus pada 2010.

Di sisi lain, berdasarkan data pendidikan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, ternyata Hasbi juga mengambil program doktoral ekonomi syariah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hasbi lulus pada 20 Oktober 2009.

Puncak karir dan prestasi akademik diraih oleh Prof. Hasbi pada tanggal 1 Oktober 2021.

Saat itu ia dikukuhkan sebagai Profesor (Guru Besar) bidang Ilmu Peradilan dan Ekonomi Syariah pada Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Ada pun upacara pengukuhan dilakukan tanggal 2 Maret 2022 di Aula Universitas Lampung.

Pengukuhan ini dilakukan dalam Rapat Luar Biasa Senat Universitas Lampung yang terbuka dan dibuka untuk umum.

Pengukuhan Dr. Hasbi ini dimulai pada 1 Oktober 2021 melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 64209/MPK.A/KP.05.01/2021 tanggal 21 September 2021.

Sehingga terhitung tanggal tersebut, Dr. Hasbi resmi menjadi Guru Besar atau Professor.

Jejak Karier Hasbi Hasan

Calon Hakim Pengadilan Agama pada Pengadilan Agama Pangkal Pinang (1997–1999)

Hakim Pengadilan Agama Tanggamus (1999–2001).

Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan 2002-2007.

Dipercaya sebagai Asisten Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non- Yudisial. Pada Januari 2005.

Kepala Bagian Kesekretariatan Pimpinan (eselon 3) 2005-2015.

Direktur Pembinaan Administrasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 2015-2018.

Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama Palu 2018-2019.

Kepala Pusat Penelitan dan Pengembangan Hukum dan Peradilan BLDK Mahkamah Agung RI 2019-2020

Sekretaris Mahkamah Agung dipercaya sebagai Sekretaris MA Desember 2020.

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Widodo Noercahyo, Akmil 1997, Aspers Kaskogabwilhan III
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...