Business is booming.

Innalillahi, Sarwono Kusumaatmadja Meninggal Dunia Usia 79 Tahun, Ucapan Bela Sungkawa Berkumandang

@ArizaPatria: Kami sangat berduka atas meninggalnya Guru Bangsa, Pak Sarwono Kusumaatmadja.

Innalillahi trending. Salah satunya kabar mantan menteri era Orde Baru dan Era Presiden Gus Dur, Sarwono Kusumaatmadja yang meninggal dunia dalam usia 79 tahun

Sarwono meninggal dunia setelah mengalami perawatan di sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia.

Ia mengembuskan napas terakhirnya Jumat (26/5/2023) pukul 17.15 waktu setempat.

Melihat pergaulannya yang luas, juga jejak kariernya yang mentereng, ucapan bela sungkawa pun menggema.

Ucapan bela sungkawan yang sudah muncul antara lain dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, putri mantan Presiden Abdurahman Wahid, Alissa Wahid hingga masih banyak lagi.

Termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup dimana dimana namanya melekat dengan kementrian tersebut.

Berikut ucapan belas sungkawa yang sempat terekam sebelum pukul 19.30 WIB.

@cakimiNOW: Innalillahi wa inna’illaihi rojiun  Pak Sarwono Kusumaatmadja telah meninggalkan kita semua siang hari ini di Penang Hospital, Malaysia. Semoga diampuni salah & khilaf almarhum dan diterima segenap amal ibadahnya oleh Allah SWT.  Kita kehilangan salah seorang putra terbaik bangsa…

@AlissaWahid: Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Selamat jalan, pak Sarwono. Terimakasih telah membersamai #GusDur. Beliau sangat menghormati  bapak, terutama karena bapak justru sangat kritis tanpa kehilangan hubungan baik. Alfatihah.

@rachlannashidik: Sedikit dari intelektual cum politisi yang makin jarang kita dapati dalam kepolitikan Indonesia hari ini. Berkenalan di zaman Reformasi yang sedang bergolak dan menjadi dekat karena menemukan banyak kecocokan pandangan. Wilujeng istirahat, Kang!

Baca Juga:  Polri Sukses Gaungkan Cegah Penyebaran Omicron, Angkanya Meningkat

@andreasharsono: Sarwono Kusumaatmadja (1943-2023), mantan menteri lingkungan hidup, awalnya wartawan mingguan Mahasiswa Indonesia (Bandung) pada 1966, meninggal dunia di Jakarta hari ini. Terakhir ngobrol soal vaksin pada Februari 2019 #RIP

@DediMulyadi71: Selamat jalan Pak Sarwono Kusumaatmadja. Tempat terbaik sudah disiapkan oleh Allah swt untukmu. Yakinlah pandangan dan intuisi pikiranmu selalu mewarnai khazanah intelektual anak bangsa Indonesia. Alfaatihah. Aamiin.

@ArizaPatria: Kami sangat berduka atas meninggalnya Guru Bangsa, Pak Sarwono Kusumaatmadja. Begitu besar kontribusi beliau untuk bangsa dan negara Indonesia. Mari teladani perjuangannya, dan kita doakan semoga Pak Sarwono ditempatkan Allah SWT di surga. Alfatihah, Aamiin. #arizapatria

@anandasukarlan: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kakak kelas di Kanisius, mantan menteri mas Sarwono Kusumaatmadja berpulang jam 15.14 di Adventist Hospital, Penang. Mohon doanya semoga almarhum dilapangkan jalannya menuju Yang Maha Pencipta. #sarwonokusumaatmadja

@musniumar: Yayasan Pondok Pesantren Modern Hubbul Wathan menyampaikan duka cita yg dalam atas wafatnya Sarwono Kusumaatmadja, menteri di era Presiden Soeharto. Kami mendoakan husnul khatimah.

@vonnycornellya_: Innalillahi wa innaillaihi rojiun…Semoga husnul khotimah. Dilapangkan kuburnya, dilancarkan jalannya menuju surgaNya.

Profil Sarwono Kusumaatmadja

Ir. H. Sarwono Kusumaatmadja lahir 24 Juli 1943. Ia adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah dari DKI Jakarta untuk masa bakti 2004-2009.

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Persatuan Nasional.

Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1974 dari Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung.

Sebelumnya, ia menamatkan pendidikan tingkat atas di Kolese Kanisius.

Sarwono meninggal pada 26 Mei 2023 di Adventist Hospital, Penang, Malaysia.

Periode 1971-1988, ia menjabat sebagai anggota DPR-RI dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Golkar (1983-1988).

Selain menjabat Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), ia juga menjabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

Ia juga pernah menjadi anggota Partai Keadilan dan Persatuan (Indonesia) pada Pemilu 1999.

Periode 1999-2001, ia menjabat Menteri Eksplorasi Kelautan pada Kabinet Persatuan Nasional dan terpilih dalam pemilu legislatif 2004 sebagai anggota DPD-RI dari DKI Jakarta pada tahun 2004.

Terakhir ia menjadi anggota dewan komisaris PT Energy Management Indonesia sebagai Komisaris Utama.

Pada tahun 2007 Sarwono melamar sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta masa jabatan 2007-2012 melalui PDI Perjuangan.

Ia menempati peringkat teratas dibandingkan enam bakal calon gubernur di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, dengan nilai 96, mengungguli ekonom Faisal Basri (skor 95), Bibit Waluyo (91), Edy Waluyo (89), Agum Gumelar (85), dan Fauzi Bowo (80).

Tapi, akhirnya PDI Perjuangan menetapkan Fauzi Bowo sebagai calonnya berkoalisi dengan sekitar 20 partai dan berhasil memenangi pemilihan gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...