Business is booming.

PM Netanyahu Umumkan Stop Aliran Listrik, Bahan Bakar dan Makana ke Jalur Gaza

Di Gaza, setidaknya 232 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.600 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Perang Israel dan Hamas, kelompok perjuangan Palestina, makin memanas dan ratusan orang koban meninggal dunia tak terhindarkan.

Nama Israel dan Hamas pun trending bersamaan.

Keduanya saling melancarkan serangan setelah membuat pernyataan perang di jalur Gaza.

Terbaru, Presiden Israel Benjamin Nentanyhu mengumumkan memulai blokade terhadap Gaza dan akan memutus aliran listrik, bahan bakar, dan barang-barang yang masuk dari Israel.

Sebagian besar wilayah Gaza sudah dilanda kegelapan saat malam tiba setelah pasokan listrik dari Israel, yang memasok hampir seluruh listrik di wilayah tersebut, diputus.

Dalam video pernyataan yang beredar di Medsos, Netanyahu berkata bahwa fase pertama operasi balasan telah berakhir dan Israel telah melawan mayoritas militan Hamas.

Ia bersumpah untuk melanjutkan serangan “tanpa syarat dan tanpa jeda.”

Seperti dirangkum CNN, Netanyahu mengatakan Israel sedang “berperang” setelah militan Gaza melancarkan serangan mendadak pada Sabtu pagi.

Hamas diduga menembakkan ribuan roket dan memasuki Israel melalui darat, laut dan udara menggunakan paralayang.

Setidaknya 300 orang tewas dan ribuan lainnya terluka di Israel.

Baca Juga:  Profil Brigjen Pol Hirbak Wahyu Setiawan, Akpol 1992, Karo analis Baintelkam Polri

Pertempuran terjadi sepanjang hari, dan serangan roket baru menghantam Tel Aviv dan daerah lainnya pada Sabtu malam.

Di Gaza, setidaknya 232 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.600 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Israel melancarkan serangan udara ke wilayah tersebut sementara pasukannya bentrok di darat dengan pejuang Hamas.

Hamas mengklaim telah menangkap puluhan warga Israel, termasuk tentara, dan video yang diautentikasi oleh CNN menunjukkan beberapa penyitaan yang dramatis.

Militer Israel telah mengakui adanya penyanderaan warganya oleh Hamas.

Kelompok Hamas tak bisa dipisahkan dari pembahasan tentang Israel dan Palestina.

Pada pertengahan Mei 2021, kelompok ini setuju dengan Israel yang mengumumkan gencatan senjata setelah lebih dari 240 orang meninggal dunia dalam 11 hari.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...