Business is booming.

GOTO Trending, Ini Profil William Tanuwijaya yang Jual 332,22 Juta Saham GoTo Dikecam Netizen

Netizen pun ramai menghampiri dan memberikan sapaan hangat diakun milik william

Tagar GOTO trending di media sosial X (Twitter) pada Sabtu (14/10/2023), menyusul netizen mengecam pendiri Tokopedia dan komisaris GoTo yang menjual 332,22 juta saham GoTo senilai Rp26,2 miliar.

Kabar tersebut disampaikan pemilik akun Twitter @profesor_saham dalam ciutannya yang trending tersebut. Tercatat 6.714 ciutan disampaikan netizen pada tagar GOTO, singkatan dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

“BREAKING NEWS
Setelah mengetahui founder sekaligus ceo Tokopedia william tanuwijaya menjual saham $Goto dan mendapatkan uang Rp 26,2 milyar.
Netizen pun ramai menghampiri dan memberikan sapaan hangat diakun milik william,” tulis pemilik akun Twitter @profesor_saham.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar GOTO yang trending tersebut. Seperti pemilik akun Twitter @GuarEmperor menulis, “kacauuu”

Lalu pemilik akun Twitter @dedengkot000 menulis, “Pindah ke bitcoin aja pada, ga bisa dimanipulasi sendiri krn global. Uda males beli ihsg, paling kalo mau juga cuma saham bank big4 terutama bca”

@cliffthamess menulis, “salah, harusnya yg di tuju @IDX_BEI
kenapa bisa ngeluarin kebijakan perusahaan yang rugi besar bisa IPO, masa jajaran direksinya ga mikir IPO startup cuma jadi exit strategy doang, paham kalo ga prospek gausah dibeli, cuma sangat disayangkan IDX yg harusnya jadi filter malah diem”

@OllLebowski menulis, “Emang idx minim perlindungan thd ritel. Targetnya cuma kejar jumlah IPO. Perusahaan boncos triliunan bisa listing aja udah aneh. Belum lagi IPO abal-abal buat lariin dana ritel.”

@michaelkoh_ menulis, “Padahal dari awal ga ada yang maksa mereka beli saham GOTO, mereka sendiri yang mencet tombol buy. Udah FOMO + gabisa analisa pas rugi marah2 sendiri. Pak William sebagai pemegang saham juga punya hak penuh kalo mau menjual kepimilikan sahamnya.”

@papa_piyo menulis, “Lah? Pedahal ga aada yg nyuruh beli goto. Yg mencet tombol “buy” kan mereka sendiri”

@rahskydli menulis, “Lagian udah dari awal, sudah jadi rahasia umum kalau IPO si ijo cuma utk exit strategy, masih aja pada beli bahkan hold”

@Freethetic menulis, “Pendirinya aja udah kabur perlahan, trus ada akun yg sangat optimis saham GOT* ini akan terbang lagi karna kinerja bagus 😄😄 Gw mah udah kabur 2 hari setelah IPO 😄😄”

Profil William Tanuwijaya

William Tanuwijaya lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 11 November 1981. Ia mengenyam pendidikan sekolah dasar hingga menengah di kampung halamannya. Ia baru meninggalkan tempat kelahirannya saat meneruskan kuliah di Jakarta.

Inilah pertama kali William meninggalkan kampung halamannya, diberikan kesempatan oleh ayah dan pamannya untuk melanjutkan kuliah di Jakarta. William sangat bersemangat dan dengan hati yang penuh rasa penasaran itu ingin segera sampai di Jakarta. Waktu itu, ia menaiki kapal selama 4 hari 3 malam untuk sampai ke Jakarta. Ia mengambil kuliah di Universitas Bina Nusantara.

Baca Juga:  Gempa 6,4 M di Garut, Air di Bak Mushola Bergoyang dan Muncrat Cukup Lama

Datang ke Jakarta, tak hanya untuk kuliah. Namun, bagi pria yang cukup ulet ini mengisi waktu senggangnya dengan bekerja sambilan sebagai operator di warung internet (warnet) setiap harinya dari jam 9 malam hingga 9 pagi. Walaupun sibuk kuliah sambil bekerja, ia berhasil meraih gelar sarjana Teknik Informasi pada tahun 2003.

Saat lulus kuliah, ia memilih untuk bekerja kantoran di beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri pengembangan sowftware. Pertama ia bekerja selama 4 bulan PT Boleh Net Indonesia, terus pindah ke PT Signet Pratama selama 9 bulan, dan berlanjut masih sebagai software developer di PT. Sqiva Sistem hingga Maret 2005.

Berbekal dengan keahliannya dan pengalaman yang ia miliki William dipercaya menjabat menjadi IT and Business Development Manager di PT Indocom Mediatama selama kurang lebih 2 tahun. Pada tahun 2007, ia mendapatkan ide untuk membangun Tokopedia dengan konsep mal online.

Walaupun William bukan berlatar belakang dari keluarga berbisnis, ia memiliki tekad yang kuat untuk membangun bisnis mall online ini. Saat sedang membangun bisnisnya, ayahnya divonis kanker, ia tak pulang, karena ia tidak bisa meninggalkan pekerjaanya karena ia satu-satunya pencari nafkah di keluarganya. Hasil kerjanya inilah yang membantu biaya orangtuannya.

Selama dua tahun berusaha akhirnya atasan dari tempat ia bekerja memberikan modal sebesar sepuluh persen dengan menggandeng Leontinus Alpha Edison rekan kerjanya. Kini, hasil buah tangannya toko online bernama Tokopedia, makin besar. Semua barang ada di sini, penjualnya banyak.

PENDIDIKAN

SD-SMA di Pematang Siantar, Sumatera.
Universitas Bina Nusantara, Teknik Informasi

KARIER

Game Developer, PT Boleh Net Indonesia, Juni 2003 – September 2003 (4 bulan)
Software Developer, PT Signet Pratama, September 2003 – Mei 2004 (9 bulan)
Software Developer, PT Sqiva Sistem, Mei 2004 – Maret 2005 (11 bulan)
IT and Business Development Manager, PT Indocom Mediatama, Oktober 2006 – Desember 2008 (2 tahun 3 bulan)
Co-founder, CEO PT Tokopedia, Januari 2009 – Saat ini (6 tahun 10 bulan)

(Sumber: Viva.co.id)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...