Ini yang Dijanjikan Prabowo pada Peringatan Hari Buruh di Monas?
Karena jatuh pada Hari Jumat 1 Mei 2026, Prabowo dijadwalkan tibadi lokasi acara pukul 08.00 Wib.
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.
Namun perhatian dipastikan akan berpusat di Monuman Nasional (Monas) karena Presiden Prabowo akan tampil di menjanjikan sesuatu pada para buruh.
Karena jatuh pada Hari Jumat 1 Mei 2026, Prabowo dijadwalkan tibadi lokasi acara pukul 08.00 Wib.
Agenda utama berupa Pidato Kenegaraan/Politik dimana Presiden akan menyampaikan arahan strategis ketenagakerjaan dan memberikan “kejutan” kebijakan atau kado bagi kesejahteraan buruh.
Acara formal dijadwalkan berakhir pada pukuk 11.00 WIB untuk memberikan kesempatan bagi massa dan panitia mempersiapkan ibadah Salat Jumat di area yang telah disediakan panitia.
Karena ada acara buruh, Area Tugu Monas ditutup untuk kunjungan wisata.
Pada Kamis (30/4/2026) malam menjelang hari buruh, Seskab Teddy berkesempatan memenuhi undangan Bapak Kapolri Listyo Sigit untuk menemui dan berdiskusi dengan beberapa perwakilan federasi buruh yang telah tiba di Jakarta.
Dialog berlangsung hangat di posko terpadu kawasan silang Monas, Jakarta, sambil membahas berbagai aspirasi dari rekan-rekan buruh, terutama menjelang perayaan Hari Buruh esok, 1 Mei.
Dalam peringatan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah janji dan “hadiah” kebijakan yang mencakup aspek substantif bagi kesejahteraan pekerja.
Dilansir dari berbagai sumber, janji-janji itu diantaranya.
Penghapusan Sistem Outsourcing: Presiden berjanji untuk menghapuskan sistem outsourcing dan mengembalikan aturan pembatasan jenis pekerjaan yang boleh dialihdayakan sesuai semangat UU No. 13/2003.
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT): Presiden berkomitmen untuk segera merampungkan dan mengesahkan RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dalam waktu dekat.
Kesejahteraan Ojek Online & Kurir: Pemerintah menyiapkan solusi komprehensif berupa jaminan kesehatan, jaminan sosial, serta pemberian Bonus Hari Raya (BHR) khusus bagi pengemudi ojol dan kurir online.
Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional: Sebuah lembaga yang diisi oleh para tokoh pimpinan buruh dari seluruh Indonesia untuk memberikan masukan langsung kepada Presiden mengenai regulasi yang dianggap merugikan pekerja.
Satgas PHK: Pembentukan satuan tugas khusus untuk memantau dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak atau tidak adil.
Reformasi Perpajakan: Janji untuk meninjau kembali kebijakan pajak agar tidak memberbankan pekerja berupah rendah.
Kado Simbolis: Presiden juga memberikan hadiah berupa kaos dan payung yang didesain langsung oleh beliau untuk para buruh yang hadir di Monas.
Janji-janji ini disampaikan di depan ratusan ribu massa buruh sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk berdiri bersama para pekerja dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.