Business is booming.

Panik Trending, Netizen Desak Pemerinth Bubarkan Laskar Manguni

kita pengen lihat ketegasan pak @mohmahfudmd untuk membubarkan ormas ini

Tagar Panik trending di media sosial X (Twitter) pada Selasa (28/11/2023), menyusul netizen mendesak pemerintah membubarkan Laskar Manguni yang terlibat bentrok di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) karena dinilai bersifat radikal.

“kita pengen lihat ketegasan pak @mohmahfudmd untuk membubarkan ormas ini, karena radikal dan merusak toleransi juga terindikasi dapat memecah persatuan NKRI,” tulis pemilik akun Twitter @darah_tigo, menanggapi tagar Panik yang trending hingga tercatat 8.918 ciutan yang mereka sampaikan.

Sebelumnya, massa aksi bela Palestina terlibat bentrok dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Manguni di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Orang-orang Laskar Manguni membuat kekacauan. Ambulance BSM dirusak dan Anto anggota BSM dianiaya hingga kritis. Bendera Palestina dan bendera Tauhid yang ada ambulance pun dibakar.

Netizen pun heboh menanggapi tagar Panik yang trending tersebut. seperti pemilik akun Twitter @Benny67814301 menulis, “@mohmahfudmd bgmn ini pak? Dibubarin bisa kali. Jgn sibuk sama jabatan baru anda aja CAWAPRES. Masih Menkopulhukam kan? Blm resign bukan?”

Lalu pemilik akun Twitter @Mankchichi menulis, “Apa kontribusi laskar manguni untuk negara sehingga tidak layak dibubarkan. Bandingkan dengan FPI yg sigap membantu di setiap bencana, tapi anda @mohmahfudmd bubarkan.”

@Pemburu0077 menulis, “Bubarkan manguni teroris… Mereka itu kumpulan para gembong penjahat”

@cornerbrown_ menulis, “udah jelas melanggar uud ngibarin bendera isriwil, ada korban jiwa smpe meninggal masa gk layak sih di bubarin, klo gk di bubarin brrti ada backingannya tuh.”

@kurangsenja_ menulis, “Dengan membiarkan bendera israel berkibar aja udah nyalahin aturan kok, dan heran aja penegak hukum nya tidak bertindak, masa harus nunggu bentrok dulu baru pada gerak”

@IsNahu14 menulis, “Jangan cuma Hizbut Thahir dan FPI saja yg berani di tindak. Ini bentuk ketidak adilan bagi kami MAYORITAS UMAT MUSLIM INDONESIA. Tidak di tindak lanjuti dengan serius maka akan makin serius kami sikapi kejadian di Bitung Sulawesi Utara.”

@AnwarAffandi12 menulis, “Jangan kalian seenaknya ya… Umat Islam sudah cukup sabar dengan semua perlakuan rezim. Tapi sekarang tidak lagi, sudah waktunya menunjukkan kemuliaan!”

@BumiOfai menulis, “Pasti yg panik yg menjadi pengayom tu ormas….”

@amirulyusra menulis, “Damai…oke …….Proses hukum yg terlibat..Bubarkan Ormas Radikalnya ?”

@khasdani menulis, “Sebenernya yg bikin onar siapa ya ?
Demo umat Muslim bela palestina di manapun nga ada ribut loh ..”

@BachrenzNoval menulis, “Bubarkan LSM zionis Bitung”

@Kangerzet menulis, “Semoga aparat kepolisian bersikap adil, transparan dan profesional. Jika hanya sekedar asal comot, provokator yang sudah jelas terang benderang dibiarkan berkeliaran, bukan tidak mungkin akan menyulut kerusuhan lagi. Jangan ambil resiko, sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.”

@HermanBudiSant4 menulis, “Yth Kapolri @ListyoSigitP ..Saran TR kpd seluruh jajaran Polri sampai tkt terendah tuk laksanakn Peraturan Menlu RI No.3 Tahun 2019 ttg Larangan Mengibarkan Bendera Israel di NKRI. Jk ada sgr sita bendera tsb shg ga ngundang kerusuhan cc @DivHumas_Polri”

Polisi tangkap dua tersangka baru kasus bentrok dua kelompok di Bitung

Ditreskrimum Polda Sulawesi Utara dan Satreskrimum Polres Bitung berhasil menangkap dua tersangka baru dalam peristiwa bentrokan dua kelompok yang terjadi di Kota Bitung pada Sabtu (25/11/2023).

Baca Juga:  Lirik dan Terjemahan I Wanna be Yours oleh Arctic Monkeys

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Iis Kristian, dalam konferensi pers, di Bitung, Senin (27/11/2023) malam, mengatakan akan meng-update penambahan jumlah tersangka.

“Dari tujuh tersangka sebelumnya yang sudah diamankan, sampai Senin malam ini bertambah lagi dua tersangka yaitu OK dan IG. Tersangka tersebut diduga sebagai pelaku di tempat kejadian perkara (TKP) 1 dengan korban atas nama Anto,” kata Iis Kristian didampingi Dirreskrimum Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Gani Siahaan.

Sehingga, lanjut dia, tersangka yang diamankan hingga Senin malam berjumlah sembilan orang.

“Dari penambahan dua tersangka, sampai Senin malam ini keseluruhan tersangka yang sudah diamankan, yang semula tujuh tersangka, menjadi sembilan tersangka,” katanya.

Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan mengatakan, penambahan dua tersangka ini dilakukan melalui penangkapan di lokasi berbeda.

“Penangkapan pertama yakni tersangka OK, di Kota Tomohon. Untuk tersangka kedua IG ditangkap di Kabupaten Minahasa,” katanya.

Ia menambahkan, kedua tersangka, selain menganiaya korban juga melakukan perusakan mobil ambulans.

“Perlu diketahui juga bahwa dua tersangka ini mereka melakukan penganiayaan termasuk merusak kendaraan ambulans di TKP 1,” kata Gani.

Pihaknya mengimbau kepada para pelaku yang masih belum tertangkap agar menyerahkan diri.

“Kami mengimbau kepada para pelaku yang masih belum tertangkap, kami akan melakukan pengejaran terus sampai semua pelaku di dua TKP ini akan terungkap.Lebih baik menyerahkan diri,” katanya.

Kabid Humas Iis Kristian juga mengimbau masyarakat agar mempercayakan penanganan kejadian kepada aparat keamanan.

” Kami mengimbau percayakan penanganan peristiwa di Kota Bitung ini kepada aparat keamanan. Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

(Sumber: Antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...