Business is booming.

Profil Maruarar Sirait, Pamit dari PDI Perjuangan Pilih Jokowi

Tinggal tunggu waktu. Siapa lagi yg menyusul?

Tagar Maruarar Sirait trending di media sosial X (Twitter) pada Selasa (16/1/2024), menyusul politikus kondang ini mengundurkan diri dari PDI Perjuangan.

Sontak netizen pun gaduh menanggapi tagar Maruarar Sirait yang trending hingga tercatat 3.895 ciutan yang mereka sampaikan.

Seperti pemilik akun Twitter @Kangdewo22 menulis, “Terbukti PDIP sedang melakukan seleksi kesemua kaderny, siapa yang masih tulen sesuai dengan ideologi dan siapa yang sebatas kekuasaan akan terpisahkan. Track recordnnya bang Arar ini semuanya jg sdh tahu salah satunya mendukung 3 periode. tp apapun keputusannya apresiasi gentle”

Lalu pemilik akun Twitter @antisibuk menulis, “Udah 2 singa debat pdip mundur..jika selepas ini bang adian ikut pamit.. dah lah.. game over udah”

@panduhernawan menulis, “Intinya masalah logistik+kekuasaan, tapi sikap bapak ini, ane masih angkat topi, karena pamitan, ibarat lu bertamu ke rumah orang, datang permisi pulang juga permisi.”

@proclaro_lover menulis, “Hmm… tinggal tunggu waktu. Siapa lagi yg menyusul? “

@kicau_sunyi menulis, “ara ini orang cerdas. kenapa ya pdip gak suka?”

@NalaBimala menulis, “Setidaknya dia lebih gentle dgn datang mengembalikan KTAnya.. Lah cawapresmu, @gibran_tweet gimana? Bapaknya sdh kembaliin KTA blum?”

@jaffraydouglas menulis, “Gelombang besar orang setia PDIP bakal keluar ikut jejak Jokowi. Ada arahan dari Presiden gak ni bang Partai Socmed? 😁”

@syafrul973 menulis, “Saya pengagum bg Ara,skrg lbh kagum lg,betul2 gentle,sportif,terlepas dr beliau mau berjuang dmn,tp etika beliau sngt baik,datang nampak muka,pergipun dgn permisi.semoga sehat selalu dan makin bersinar diport berikutnya.”

@RahardyanDhika menulis, “menjelang Hari Valentine bursa transfer makin rame aja 😀”

@oryaoiii menulis, “Wkwkwk 2024 PDIP BUBAR”

@TonyAlvito menulis, “Jokowi di ikutin, apa yg bisa diambil?”

@anak2NKRI menulis, “Waahhhh…. Kalo Maruarar Sirait keluar, tanda2 Pdip pecah internal & tinggal nunggu tenggelam”

Profil Maruarar Sirait

Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait lahir di Medan pada 23 Desember 1969.

Baca Juga:  Profil Laksda Yoos Suryono Hadi, Alumni AAL 1989, Kini Dan Sekoal

Pria berusia 54 tahun ini akrab disapa Ara dan memulai kariernya sebagai Manager KKBM Unpar Bandung.

Saat duduk di bangku kuliah, seperti dikutip wikipedia.org, ayah dari dua anak ini aktif di organisasi kemahasiswaan, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Melalui organisasi kampus tersebut, Ara banyak belajar mengenai dunia politik yang sarat akan negosiasi dan diskusi.

Tak hanya melalui GMKI cabang Bandung, Ara juga bergabung dengan Resimen Mahasiswa Unpar yang kemudian menjebloskannya dalam partai politik PDI-P sejak tahun 1999.

Kini, tak hanya aktif sebagai anggota DPR-RI komisi XI, pria ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Potenza Sinergi sekaligus Ketua DPP PDI-P.

Namun sejak Senin (15/1/2024), Maruarar Sirait pamit atau memutuskan keluar dari PDI Perjuangan.

Pendidikan

* FISIP Universitas Parahyangan, Bandung
* SMA Negeri 47 Jakarta
* SMPK Ora et Labora, Jakarta
* SD PKSD VI, Jakarta

Karier

* Anggota Komisi XI DPR-RI periode 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019.
* Komisaris Utama PT.Potenza Sinergi
* Manager KKBM Unpar Bandung

Ikuti langkah Jokowi, Maruarar Sirait keluar dari PDI Perjuangan

Politikus senior Maruarar Sirait memutuskan keluar dari PDI Perjuangan setelah puluhan tahun menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Mega, Pak Hasto dan jajaran partai karena selama ini sudah mengizinkan saya berbakti melalui PDIP,” ujar Maruarar usai mengunjungi kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta, Senin (15/1/2024).

Ia berterima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dan elite partai lainnya.

Keputusan keluar itu dari PDI Perjuangan itu diambil setelah Maruarar berdiskusi dengan orang terdekatnya. Setelah itu, Maruarar memutuskan untuk pamit dari PDI Perjuangan.

Baca Juga:  Jejak Karier Brigjen TNI Ayub Akbar, Akmil 1995, Danrem 143/Halu Oleo ke-37

“Saya doakan PDI Perjuangan tetap menjadi partai yang besar, memperjuangkan Pancasila, memperjuangkan kebenaran dan memperjuangkan keadilan,” katanya.

Pria asal Medan, Sumatera Utara, itu beralasan meninggalkan PDI Perjuangan, salah satunya adalah mengikuti langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, ia tidak merinci apakah alasan itu adalah mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tidak seperti PDI-P yang mengusung pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

“Saya memilih untuk mengikuti langkah Pak Jokowi karena saya percaya Pak Jokowi adalah pemimpin yang sangat didukung oleh rakyat Indonesia,” ucap Maruarar.

Maruarar mengaku bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Utut Adianto dan Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan Rudianto Tjen.

“Saya sudah ketemu dengan Bapak Utut Adianto dan juga Bapak Rudianto Tjen. Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Mega, Pak Hasto dan jajaran partai karena selama ini sudah mengizinkan saya berbakti melalui PDI Perjuangan,” ucapnya.

(Sumber: Antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...