Heru Trending, Netizen Soroti PJ Gubernur DKI yang Bilang Anggaran Rp 81,3 Triliun Tak Cukup
Legislator duga ada kampanye dini terkait stiker Heru di halte
Tagar Heru trending di media sosial X (Twitter) pada Jumat (19/1/2024), menyusul netizen soroti PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi yang mengeluh anggaran Rp81,3 trilun untuk Jakarta tak cukup tapi ia caper pasang iklan dengan baliho hingga videotron yang habiskan anggaran.
Sontak netizen pun gaduh menanggapi tagar Heru yang trending hingga tercatat 33.300 ciutan yang mereka sampaikan.
PJ Gub Jkt Heru Budi, Curhat klo Anggaran 81.3 T tdk cukup utk mengurus DKI Jkt.
Alhamdulillah dari sini kita faham bgtu bagusnya Managemen & tata kelola Pak Anies saat jd Gub DKI Jakarta.
Insya Allah, Indonesia akan maju ditangan Pemimpin yg Tepat spt Pak Anies. #AMINAjaDulu pic.twitter.com/tMzlwiz7LC
— BP™ (@BangPino__) January 17, 2024
Lalu pemilik akun Twitter @choosetheother menulis, “Kalo ga cukup ngapain lu bikin sampah visual kayak gini her”
@xandreanda menulis, “Dana nya habis buat iklan muka nya di setiap sudut jakarta”
Kamu termasuk yang ngeluhin foto-foto PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi atau yang biasa aja?
Cek sama-sama yuk di mana aja foto Pak Heru dipajang.
| Narasi Daily pic.twitter.com/XmWw0ySztV
— Narasi Newsroom (@NarasiNewsroom) January 18, 2024
@5t3v3n_P3g3L menulis, “Sumpah, ni orang narsis banget, padahal cuma jabatan give away🙄”
@kayarayaaaaa menulis, “Heru bilang anggaran 80T ga cukup kan buat jakarta. Ya iya lah ga cukup orang dipake pasang videotron muka dia sendiri.”
@Old_Shaterhand menulis, “Curhat anggaran kurang itu artinya pengakuan kegagalan. Pak Anies tak pernah kita dengar mengeluh, apalagi soal anggaran, padahal jaman covid anggaran terkontraksi hingga tinggal sekitar 50 T. Program2 untuk warga DKI jalan terus, WTP 5 kali berturut2 pula. Jadi siapa yang gabisa kerja?”
@raedifz menulis, “Masalh besar min, coba itu dihitung anggaran atau nilai yang hilang dari iklan wajah beliau. Pasang videotron di satu titik aja bisa 90 juta per hari, belum cetak banner muka beliau. Dan pelu dikritisi muatan kontennya juga ga sampai yaitu membuat pemilu damai, malah jadi gaduh”
@yourkdramarama menulis, “GANGGGUUUU. Pantesan ngeluh anggaran kurang kebanyakan caper masang muka dimana mana sih 😭😭😭”
@RidNgemil menulis, “Dulu aja jaman foke kita eneg liat foto dia di mana2. Narsis bener pejabat pasang foto sendiri kayak kerjaannya udah bener aja. Eh ini yang lebih ble’ek kagak malu pasang fotonya. Emang udah berbuat apa lo utk jakarta?”
@Romanzah5 menulis, “Klu menurutku NGAK ada MALu hanya PJ mau melebih Gubernur pilihan warga jakarta ,pak anies aja dulu 5 tahun jadi gubenur asli Ngak ada suka pajang mukanya di mana-mana”
@HakunaM24121873 menulis, “Masalah besar Min. Gw gamau pajak gw digunain utk pajang FOTO yg ga esensial bgt! Kalo ajakan gapapa, tapi JANGAN FOTO please merusak pemandangan. +Jakarta udah bagus-bagus desainnya juga dirusak jd makin jelek. Buang-buang duit pajak rakyat!”
@Ichsaaannnnn menulis, “Ngeluh APBD DKI kurang, jangan² gegara buat masang foto2 dia tuh anggaran jadi kurang!”
@durin_idn menulis, “udah kebanyakan pasang baliho, tapi tetep bikin sengsara warga Kampung Bayam 😡 makan tuh baliho”
@Polusi_udara01 menulis, “Gak pantes pajang foto dimana2 pekerjaannya aja pekerjaan yg diberikan sbg pengganti. Durasi time juga singkat. Jgn aji mumpung 🙏🏻 konyol itu namanya. Lalu prestasi kerjanya zonk. Ama polusi udara tengkurep. Bahh parahh 👎🏻 pj tdk bermutu”
@timleocity menulis, “Katanya anggaran DKI kurang, terus ngapain ya dia pasang baliho bahkan LED videotron di tempat2 mahal? Wkwk mau maju jd cagub periode berikutnya jg kagak ada yg milih lu anjir. Heruuuu heruuuuu, narcissistic abiezzzzzz”
@BapakeTjah3 menulis, “Yg jadi pertanyaan dr manakah ide pasang gambar tsb? Klo itu ide datang lsg dr PJ gub DKI, berarti memang…., Klo datang dr Anak buah berarti anak buahnya pingin jadi penjilat, dan memang yg dijilat menikmati.”
@adipat1_karno menulis, “Yang jelas mubazir anggaran untuk sesuatu yg gak guna… Coba Anies yg kek gini.. bisa sijulidin si paling kritis Partai Seputaran Ibukota @psi_id 40 hari 40 malam.”
Legislator duga ada kampanye dini terkait stiker Heru di halte
Anggota Komisi B DPRD DKI Muhammad Taufik Zoelkifli menduga adanya kampanye dini terkait stiker Penjabat (PJ) Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Halte TransJakarta.
“Kalau banyak menampilkan spanduk dengan foto dan nama diri bisa dianggap sebagai kampanye dini untuk Pilkada Jakarta 2024,” kata Taufik kepada pers di Jakarta, Jumat (12/1/2024).
Taufik menuturkan pemasangan stiker bertuliskan “Pilihan cerdas, Pemilu aman, Indonesia Kuat!” disertai foto Heru memakai seragam putih sambil mengepalkan tangan terpampang di pintu Halte TransJakarta itu tidak sesuai dengan waktunya.
Lantaran, menurut dia, belum jadwal kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) berdasarkan rancangan peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), yakni dimulai 25 September hingga 23 November 2024.
Adapun, masa kampanye saat ini dilaksanakan demi menyambut pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) sehingga yang cocok berkampanye, yakni calon presiden, calon wakil presiden, calon legislatif dan partai peserta Pemilu.
Terlebih, jika untuk memakai alasan pemilu damai maupun netral maka tidak perlu disertai penampilan gambar wajah dari pejabat, terutama Heru yang digadang menjadi bakal calon Gubernur DKI 2024.
“Cukup nama, lambang atau ikon Kota Jakarta seperti Monas dan sebagainya,” tuturnya.
Meski di TransJakarta tak ada aturan memasang foto pejabat, namun dia menyoroti etika yang seharusnya menyesuaikan masa kampanye. “Menurut saya sih etika, karena ini belum masa kampanye pilkada, harusnya enggak dilakukan,” katanya.
Komisi B DPRD DKI akan melihat secara menyeluruh terkait aturan di TransJakarta demi menciptakan penggunaan transportasi umum yang aman dan nyaman.
Sebelumnya, Manajemen PT TransJakarta menyebutkan pemasangan stiker Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di sejumlah halte TransJakarta berisikan imbauan agar masyarakat ikut berperan menjaga Pemilu 2024 berlangsung aman dan damai.
“Stiker sudah kami pasang sejak 10 November 2023 lalu. Ini dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilu 2024, ajakan untuk menjaga agar pemilu berjalan aman,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta Wibowo di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
(Sumber: Antaranews.com)