Business is booming.

Profil Mamat Alkatiri, Namanya Trending Usai Melamar Kekasihnya, Nafhafirah

Dalam potret mereka berdua, Nafha menulis singkat awal perkenalannya dengan kata “Memandangku.” Potret itu diiringi lagu Project Pop, Pacarku Superstar.

Mamat trending. Mamat yang dimaksud adalah Komika Mamat Alkatiri.

Ia resmi melamar kekasihnya bernama Nafhafirah pada Kamis (7/3/2024).

Nafha adalah seorang wanita asal Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Mamat mengenal Nafha sejak tahun 2023 lalu.

Ada pun kabar lamaran Mamat dengan Nafha bisa diketahui melalui akun instagram story @nafhafirah

Nafha menunjukkan potret mereka berdua.

Potret itu kemudian disebar di akun tiktok dan instagram hingga menjadi trending,

Dalam potret mereka berdua, Nafha menulis singkat awal perkenalannya dengan kata “Memandangku.”

Potret itu diiringi lagu Project Pop, Pacarku Superstar.

Lalu potret itu dibagikan di akun X atau twitter oleh akun @mamat_gun_shop dengan caption: terimakasih semuanya.

 

Akun asli Mamat baik di X, instagram dan Tiktok hingga berita ini diturunkan belum membagikan foto-foto lamarannya.

Ditiktok dibagikan oleh akub Elsa A Jaspal.

@elsa.a.japasal

Selamat untuk pace dan mace owner atas acara lamarannya, semoga lancar sampai ke pelaminan dan langgeng selamanya 😍 #mamatgunshop #nafhafirah #mamatalkatiri #fypシ

♬ Pacarku Superstar – Project Pop

Nafha sendiri dikenal sebagai Tiktoker dengan nama akun Nafhafirah yang memiliki 321 ribu followers lebih.

Sementara itu Mamat lahir tahun 1992 asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat ia memulai karir menjadi seorang komika sejak lama.

Profil Mamat Alkatiri

Muhammad Yusran Farid, S.KG., yang dikenal dengan nama Mamat Alkatiri (lahir 24 Juni 1992).

Ia adalah seorang pelawak tunggal atau komika berkebangsaan Indonesia.

Mamat merupakan pelawak tunggal dari Indonesia Timur yang berbasis di komunitas Stand Up Indo Jogja.

Berasal dari Kota Fakfak yang terletak di provinsi Papua Barat, Mamat merupakan pelawak tunggal asal Papua pertama yang dikenal secara nasional.

Mamat mulai dikenal secara nasional setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV pada musim ketujuh yang diadakan di tahun 2017.

Ia berhasil keluar sebagai runner-up kompetisi.

Meskipun lahir di Ambon, Mamat merupakan putra daerah asli dari Fakfak, Papua Barat dan memiliki garis keturunan Arab.

Besar di Fakfak, Mamat kemudian pergi merantau ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan.

Mamat tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan kedokteran gigi, yang kemudian lulus pada akhir tahun 2020.\

Ia kemudian mengenal stand up comedy dan ikut bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jogja sekitar tahun 2014.

Mamat memilih stand up comedy untuk menyampaikan keresahannya sebagai anak Papua yang hidup di rantau sekaligus kritis terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

Ini mengingat belum ada komika yang berasal dari Papua yang melakukan hal tersebut.

Mamat sendiri sering mengisi acara stand up comedy seputar Yogyakarta, salah satunya ia pernah membuat show bersama tiga rekan sekomunitasnya di Stand Up Indo Jogja yang juga berasal dari Indonesia Timur.

Mereka adalah Ali Akbar, Aan Papeda, dan Fathi Djunaedi bertajuk “Eastimewa”, di mana acara tersebut dibuat untuk menggalang dana bantuan untuk pendidikan khususnya di Indonesia Timur.

Mamat juga pernah diundang salah satu institusi negara untuk mengisi salah satu acara stand up comedy.

Mamat juga ditunjuk menjadi komika opener dari Pandji Pragiwaksono untuk tour nya yang bertajuk “Juru Bicara” di kota Yogyakarta.

Mamat kemudian melanjutkan langkahnya di stand up comedy dengan mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia yang diadakan Kompas TV.

Mamat diketahui pernah mengikuti audisi SUCI 5 dan SUCI 6 pada tahun 2016 di Yogyakarta dan berhasil mendapatkan golden ticket di audisi SUCI 6, namun ia belum beruntung untuk lolos.

Setahun kemudian ia kembali mengikuti audisi, kali ini untuk SUCI 7 di Surabaya dan kembali ia mendapatkan golden ticket bahkan ia akhirnya lolos sebagai salah satu finalis.

Mamat lolos bersama rekan sekomunitasnya yang lain di Stand Up Indo Jogja yaitu Coki Anwar.

Mamat di kompetisi SUCI 7 mengikuti jejak komika Indonesia Timur sebelumnya seperti Arie Kriting dan Abdur Arsyad, yaitu menyuarakan keresahannya sebagai wakil dari Indonesia Timur di mana ia juga mencatatkan namanya sebagai komika asal Papua pertama yang mampu tampil di kompetisi SUCI.

Meskipun penampilannya sempat naik turun, kekonsistenannya dengan persona “Anak Papua” di kompetisi patut diacungi jempol, hingga pada akhirnya ia berhasil mencapai babak grand final meskipun banyak masyarakat yang tidak menyangka langkahnya akan sangat panjang di kompetisi.

Di babak grand final, Mamat berhadapan dengan komika asal Bogor yang sudah berpengalaman dan dilabeli komika nasional yaitu Ridwan Remin.

Mamat akhirnya harus puas mendapat gelar runner up SUCI 7 meskipun duel terlihat berimbang sepanjang penampilannya.

Baca Juga:  Gundogan Bikin Kejutan Lagi, Gol Tendangan Volinya Membuat City Memimpin Lagi 2-1
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...