Business is booming.

Kader Golkar Mulai Bermunculan Menolak Jokowi dan Gibran Usai Partai Beringin Ini Trending

Politisi sejati yang "berakal & beneran mengerti politik" pasti menolak

Tagar Golkar trending di media sosial X (Twitter) pada Senin (18/3/2024), menyusul kader Partai berlambang Beringin ini mulai bermunculan menolak Jokowi dan Gibran yang akan menguasai Golkar.

“Dalam AD/ART Golkar saat ini telah diatur bahwa seseorang yang ingin menjadi Ketua Umum harus memiliki minimal 5 tahun pengalaman di dalam kepemimpinan Partai Golkar,” kata Ketua Umum DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Adies Kadir.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Golkar yang trending hingga tercatat 4.209 ciutan yang mereka sampaikan.

Seperti pemilik akun Twitter @spirithardiesha menulis, “Masa partai sdh puluhan tahun, mau dikuasai oleh bocil kmarin sore😂😂😂”

Lalu pemilik akun Twitter @ongky_m_hidayat menulis, “Inilah yang dinamakan dengan fenomena BANTENG MENEK RINGIN, dan Banteng yang bisa memanjat pohon beringin hanyalah GIBRAN.”

@Ayahnya_anu menulis, “ayo dong gk usah malu sebab ini saatnya kalian memperbaiki citra yg sdh sebagian besar rusak. sebaik2 diantara kalian yg mau memperbaiki, dan akan menjadi goresan sejarah yg baik pula.”

@GerryMurlianda menulis, “Alah nanti jg diam, nanti pas dikunjungi langsung membungkuk. Semoga cepat hancur”

@Fatimah81819162 menulis, “Emangnya Golkar cm milik Airlangga Hartarto? Pak JK sesepuh/eks Ketum Golkar yg kini dukung AMIN pengaruhnya masih kuat dikalangan akar rumput/kader Golkar. Fakta!.”

@mierthea78 menulis, “Makanya kalo pilih ketum jangan berdasarkan amplop. Ini endingnya, Manusia manusia yg dibutakan duniawi.”

@Bani___Adam menulis, “Mungkin loh bang, di internal partai GOLKAR nggak ada kader yang memenuhi kualifikasi seperti kepintaran pak Jokowi 😁😁😁”

@totopethul2 menulis, “Sudah semestinya @golkar_id belajar dari PDIP yang sudah memberikan karpet merah segalanya untuk dia dan keluarganya namun dihempaskan begitu saja.”

@kasmir1962 menulis, “Golkar akan sulit menolak Jokowi &Gibran jk ingin menguasai Golkar. Petinggi Golkar harusnya terbuka menjlaskn ke kader Golkar permasalahan yg sesungguhnya mengapa JKW bs menguasai Golkar.”

@ramadhanfnu menulis, “kalian aja yg dungu klo mau di kuasai sama orang rakus kekuasaan….lihat PDI tamat riwayatnya dgn jokowi…!!!”

@Ukimarz menulis, “ahh metal manusia di negeri wakanda kalo di ‘bom’ pake duit biasanya langsun KO deh 🤪🤪”

@EmhadyZ menulis, “Yg berani menolak karena belum ketahuan berkasus apapun. Sebentar lagi setelah diketahui kasusnya, maka tidak lagi menolak.”

@HAhmadsahlan menulis, “Siapapun, kapanpun dan dimanapun manusia yg masih waras tentu tidak akan suka dan rela jika tiba2 ada manusia lain yang tanpa susah payah dan punya andil tiba2 datang untuk memimpin dan meng-atur2nya.”

@Rahadi0816 menulis, “Yang welcome adalah mereka yang sudah tersandera apalagi yang kelas berat.”

@Tom_Alan4 menulis, “Politisi sejati yang “berakal & beneran mengerti politik” pasti menolak.”

@iklanraja menulis, “Mantap, sebagian sudah mulai siuman.”

Peneliti: Gibran Rakabuming belum punya kapasitas pimpin Golkar

Baca Juga:  Resensi Serial Adolescence, Raih Enam Penghargaan di Emmy Awards 2025

Peneliti Populi Center Usep S. Ahyar mengatakan Gibran Rakabuming Raka belum memiliki kapasitas yang cukup untuk memimpin partai sebesar Golkar.

“Saya kira untuk memimpin di partai yang sekuat Golkar, memang harus orang yang memang punya pengalaman dan punya karakter yang kuat. Sementara Gibran belum teruji untuk itu. Kecuali kalau bapaknya,mungkin saya malah mengusulkan Jokowi,” katanya dihubungi di Jakarta, Jumat (15/3/2024).

Menurut Usep, Golkar merupakan partai yang besar yang tidak hanya mengandalkan ketua umum, sebagai sosok sentral dalam memimpin partai, tetapi memiliki banyak kader berkualitas dan merata secara keorganisasian.

Menurut dia, jangan menyamakan Golkar dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sekarang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, yang juga adik Gibran. Ia mengatakan mekanisme organisasi Golkar sudah mapan dan matang, tidak begitu saja direbut.

Pengalaman Gibran, menurut Usep, masih belum teruji untuk mengelola berbagai faksi dan kepentingan yang ada di tubuh partai serta munculnya berbagai dinamika. Gibran dianggap masih belum mampu meredam atau mengurai masalah-masalah itu.

“Golkar itu organisasi besar, partai besar, mekanismenya juga sudah mapan, dewasa juga. Jadi, memang diperlukan sosok pemimpin yang memang pandai juga mengelola konflik. Jadi, di Golkar teruji, tapi memang mekanisme kepartaiannya juga jalan dan selalu selesai,” jelasnya.

Lanjut dia, Golkar juga gejolak konfliknya selalu ada. Begitu banyaknya tokoh dan masing-masing punya gerbong, punya pengikut yang akhirnya konflik. Golkar kata dia, tidak ada tokoh sentral semacam PDIP, Gerindra atau Demokrat.

“Jadi konflik itu memang tidak harus selalu dibunuh seperti di partai-partai, yang memang punya tokoh sentral. Mereka yang berkonflik atau menciptakan konflik disingkirkan. Tapi kalau di Golkar, saya lihat itu konfliknya justru dikelola dan menjadi kekuatan yang diperlukan oleh organisasi semacam Golkar,” jelasnya.

Baca Juga:  Sosok Ousmane Dembele, Ini Yang Menyebabkan Raih Ballon d'Or 2025

Menurut dia, nama-nama politisi Golkar yang mencuat untuk maju sebagai ketum Golkar seperti Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Bahlil Lahadalia, dianggap sebagai kader yang cukup layak menjadi Golkar satu, daripada Gibran Rakabuming Raka.

Sebab menurutnya, kalaupun Gibran maju menjadi ketum Golkar minimal harus menunggu satu generasi lagi.

Bahkan ,kata dia, Gibran juga dinilai masih di bawah kapasitas tokoh muda Golkar lainnya seperti Maman Abdurrahman, Ahmad Doli Kurnia, Ace Hasan Syadzily dan tokoh muda lainnya.

“Gibran itu lebih di bawah lagi, saya kira levelnya dari segi usia dari segi kematangan itu lebih di bawah lagi. Belum terlihat kemandirian politik dari Gibran,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, bursa calon ketua umum Partai Golkar semakin ramai dibicarakan, terutama setelah kehadiran Gibran Rakabuming Raka yang juga putera sulung Presiden Joko Widodo yang digadang-gadang bakal menjadi calon potensial pada Munas Golkar yang rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2024.

Usulan nama Gibran dalam bursa kepemimpinan Partai Golkar pertama kali disebut oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari yang melihat dua potensi besar dalam diri Gibran.

Pertama, Gibran tidak lama lagi menduduki jabatan posisi strategis sebagai orang nomor dua di Indonesia pada saat dilantik menjadi wakil presiden secara resmi pada Oktober 2024.

Kedua, Partai Golkar ke depan harus berorientasi terhadap anak muda karena pemilih terbanyak berasal dari kalangan muda. Sebab itu, tantangannya partai Golkar juga harus diisi oleh banyak anak-anak muda.

(Sumber: Antaranews.com)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...