Business is booming.

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Masih Akan Terjadi di Sumbar hingga 22Mei

Menurut Kepala BMKG banjir bandang di sumbar sekali karena hujan detas juga karena hujan tertahan endapan vulkanik di hulu sungai.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan kepada masyarakat bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi bakal terjadi hingga tanggal 22 Mei 2024 atau selama sepekan ke depan.

“Prospek cuaca selama satu pekan ke depan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya.

Dwikorita Karnawati menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat merupakan pemicu banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor yang melanda tiga kabupaten/kota di Sumatra Barat (Sumbar) yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padangpanjang.

Ia mengungkap penyebab banjir lahar dingin Sumbar. Ia menyebut, banjir bandang itu terjadi dari aliran sungai-sungai yang berhulu dari lereng atas Gunung Marapi.

“Lahar hujan terjadi karena endapan material hasil erupsi gunung Marapi yang terendapkan di lereng-lereng. Kemudian tersapu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” katanya.

Guubernur umbar Mahyeldi saat meninjau kondisi pasca banjir bandang di Sumbar. (Diskominfo Sumbar)

Hingga Senin (13/5/2024) ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 41 korban meninggal dunia. Selain itu, 17 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Menurut Dwikorita, banjir bandang terjadi ketika air hujan tertahan endapan vulkanik di hulu sungai. Sehingga tidak mengalir ke hilir.

Akumulasi air hujan yang terlalu banyak menjebol endapan tersebut, kemudian membawa material vulkanik berupa campuran pasir, batu, dan kerikil. Selain banjir lahar hujan, ia menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Sumatera Barat juga mengalami longsor.

Baca Juga:  Ingat Hari Libur Maulid Nabi Muhammad Digeser Jadi Rabu 20 Oktober

Bencana ini timbul akibat runtuhan batuan vulkanik. “Fenomena ini semuanya dipicu hujan dengan intensitas lebat,” ujar Dwikorita.

Hujan intensitas sedang hingga lebat, lanjutnya, melanda provinsi tersebut akibat adanya sirkulasi siklonik atau pusaran angin. Hal tersebut kemudian membawa uap air pembentuk awan hujan secara intensif pada 8 Mei 2024.

Dijelaskan Dwikorita, berdasarkan analisa BMKG per tanggal 6 Mei 2024 telah terdeteksi adanya pola sirkulasi siklonik di sebelah barat Aceh yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif.

“Merespons hal tersebut, BMKG di hari yang sama langsung menerbitkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berujung bencana hidro-meteorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan dan longsor di Sumatra Barat,” kata Dwikorita dalam konferensi pers Bencana Hidrometeorologi Sumatra Barat secara daring, Minggu (12/5/2024) malam.

Berdasarkan analisa BMKG, lanjutnya, hingga tanggal 13 Mei 2024 berpotensi terjadinya hujan dengan intesitas sedang hingga lebat. 

Sedangkan, pada tanggal 14 Mei diperkirakan ada penurunan intensitas hujan menjadi ringan, lalu pada tanggal 15-17 Mei 2024 diprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan lagi hingga tanggal 22 Mei 2024.

“Artinya kewaspadaan terhadap terjadinya banjir lahar hujan, juga Galodo atau banjir bandang serta longsor ini masih akan berlanjut paling tidak hingga tanggal 17-22 Mei atau sepekan ke depan. Maka, masyarakat dihimbau untuk menghindar atau menjauhi lereng-lereng bukit atau gunung yang rawan longsor,” ujarnya.

Selain itu, tambah dia, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memonitor informasi BMKG, dengan memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini yang selalu dikeluarkan resmi BMKG setiap hari beberapa kali. 

Dwikorita pun merekomendasikan untuk dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Sumbar. Menurutnya, TMC dengan cara menabur zat NaCl atau garam ke langit menggunakan pesawat, merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan potensi cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Profil Ron DeSantis, Capres AS Pilihan Elon Musk, Masih Berusia 43 Tahun
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...