Business is booming.

Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Tangani Kasus Megakorupsi Timah

Ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga (2012–2018).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kini dalam sorotan.

Ia tengah menangani kasus megakorupsi tata niaga timah yang merugikan negara hingga Rp275 Triliun.

Febrie Adriansyah tampaknya sudah menyadari bahwa kasus itu tidak mudah dan tidak berdiri sendiri.

Memanfaatkan pengawal anggota TNI dari polisi militer (PM) adalah kesadaran atas keselamatan menangani kasus itu.

Sebanyak 21 orang telah ia tersangkakan. Belakangan dikabarkan ada yang terusik.

Tak main-main yang terusik itu adalah seorang jenderal purnawirawan bintang empat dengan inisial Jenderal B.

Belakangan terungkap ia dibuntuti seorang anggota Densus 88.

Info itu diketahui dari pengawalnya yang anggota TNI dari PM tadi.

Begitu anggota Densus itu tertangkap, kantor Jampidsus diteror sejumlah orang yang diduga anggota Densus 88.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedan belum bisa berbicara banyak soal informasi Jampidsus dikuntit oleh oknum Densus 88.

Namun, Ketut menyebut kondisi Febrie saat ini aman.

Profil Febrie Adriansyah

Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. (lahir 19 Februari 1968).

Ia adalah jaksa Indonesia yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia sejak 10 Januari 2022.

Meski lahir di Jakarta, tapi ia besar di Jambi, pendidikan beliau dari SD sampai dengan strata satu diselesaikan di Jambi. 

Ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga (2012–2018).

Saat ini, banyak kasus korupsi big fish telah dituntaskan oleh beliau diantaranya kasus Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, BTS Kominfo dan masih banyak lagi. 

Berkat prestasinya tersebut telah berhasil menyelamatkan triliunan kerugian keuangan negara.

Febrie Adriansyah hanya lima bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sejak 29 Juli 2021.

Sebelum menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ia menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung.

Debut Febri Adriansyah sebagai jaksa dimulai di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kerinci pada tahun 1996. 

Jabatan terakhirnya di Kejari Sungai Penuh adalah sebagai Kasi Intelijen. 

Febrie kemudian berpindah-pindah tugas. 

Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, dan Kajati Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:  Ini Yang Dikatakan Khairun Saat Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jembatan Dua
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...