Profil Sherly Tjoanda, Resmi Gantikan Alm Suami, Jadi Cagub Malut
Wanita berusia 40 tahun itu resmi diusung Partai Nasdem, PPP, Demokrat, PKB, PAN, Gelora, Buruh dan PSI menggantikan suaminya.
Sherly Tjoanda, istri mendiang Benny Laos akhirnya disetujui menggantikan suaminya menjadi calon Gubernur Maluku Utara.
Wanita berusia 40 tahun itu resmi diusung Partai Nasdem, PPP, Demokrat, PKB, PAN, Gelora, Buruh dan PSI menggantikan suaminya.
Ia akan berpasangan dengan Sarbin Sehe di Pilgub Maluku Utara.
Komisi Pemilihan Umum Maluku Utara telah menerima dokumen pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe.
Sherly bahkan telah melakukan tes kesehatan pada 18 Oktober 2024 di RSPAD.
Sherly merupakan pengganti calon gubenur Benny Laos yang meninggal dunia karena kecelakaan laut di Taliabu.
Sherly juga menjadi korban namun hanya mengalami lka ringan dalam insiden ledakan speed boat yang menewaskan enam orang termasuk suaminya.
Lalu Sherly Tjoanda?
Sherly Tjoanda kelahiran 8 Agustus 1984.
Sherly menikah dengan Benny Laos pada tanggal 28 Mei 2005.
Dari pernikahannya tersebut, mereka telah dikaruniai 3 orang anak, satu wanita dan dua pria.
Mereka Bernama Edberd, Edelin, dan Edrick
Sherly dikenal sebagai sosok istri yang setia, ia kerap mendampingi Benny Laos dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda kampanye.
Hal ini dapat terlihat dari berbagai unggahan di media sosial Instagramnya.
Sherly membagikan kebersamaannya dengan Benny Laos saat mendampingi sang suami berkampanye di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Tampak dalam video tersebut, Sherly dengan ceria dan antusias menemani Benny berdialog dengan masyarakat setempat.
Selain mendampingi suami, Sherly juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial di wilayah Maluku Utara.
Istri dari mantan Bupati Morotai tersebut diketahui merupakan pembina Yayasan Bela Peduli.
Yayasan Bela Peduli merupakan organisasi sosial yang didirikan Sherly bersama Benny.
Yayasan ini aktif memberikan bantuan untuk rumah-rumah ibadah dan korban bencana.
Yayasan ini juga berkontribusi memberikan dukungan finansial demi kemajuan bidang seni dan olahraga di Maluku Utara.
Sherly juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara.
HKTI merupakan organisasi yang bergerak di bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Maluku Utara.