Daftar Negara Membantu Myamar Usai Diguncang Gempa, Termasuk Indonesia
Hingga Minggu, 30 Maret 2025, jumlah korban tewas mencapai 1.644 orang, dengan 3.408 lainnya terluka dan 139 masih hilang.
Sejumlah negara turun tangan membantu Myanmar dan Bangkok usai diguncang gempa Magnitudo 7,7. Indonesia ada diantara yang memberikan bantuan.
Gempa Myanmar dengan magnitudo 7,7 masih dalam pengananan yang melibatkan sejmlah negara. Hingga Minggu, 30 Maret 2025, jumlah korban tewas mencapai 1.644 orang, dengan 3.408 lainnya terluka dan 139 masih hilang.
Pusat gempa di wilayah Sagaing, dekat Mandalay. Â Namun Guncangan gempa juga dirasakan hingga Bangkok, Thailand, menyebabkan kepanikan dan evakuasi di berbagai gedung.
Di Thailand, dilaporkan sedikitnya sembilan orang tewas akibat gempa ini. ​
Gempa ini disebabkan oleh aktivitas pada Sesar Sagaing, yang merupakan sesar geser mirip dengan Sesar San Andreas di California. Kedalaman gempa yang dangkal dan standar konstruksi bangunan yang rendah di Myanmar memperparah tingkat kerusakan. ​
Pemerintah militer Myanmar telah mengajukan permohonan bantuan kemanusiaan kepada komunitas internasional. Negara-negara seperti India telah berjanji untuk memberikan bantuan, sementara PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia sedang memobilisasi respons terhadap bencana ini. ​
Situasi di Myanmar tetap kritis, dengan upaya penyelamatan dan pemulihan yang terus berlangsung di tengah tantangan akibat konflik internal dan infrastruktur yang rusak.​
Daftar Negara yang Memberikan Bantuan:
India
Mengirim tim penyelamat dan tenaga medis.
Menyediakan bantuan darurat, termasuk tenda, makanan, dan obat-obatan.
China
Mengirimkan pasokan bantuan kemanusiaan.
Memberikan bantuan keuangan untuk pemulihan infrastruktur.
Thailand
Mengirim tim SAR dan bantuan medis karena gempa juga berdampak di negaranya.
Mendirikan pos bantuan di perbatasan Myanmar.
Jepang
Melalui JICA (Japan International Cooperation Agency), Jepang mengirim tim teknis dan bantuan logistik.
Amerika Serikat
Memberikan bantuan keuangan melalui USAID.
Menyediakan peralatan penyelamatan dan tenaga ahli dalam mitigasi bencana.
Indonesia
Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PMI, Indonesia mengirim bantuan logistik dan tim medis.
Uni Eropa
Mengalokasikan dana darurat untuk membantu korban melalui organisasi kemanusiaan.
Organisasi Internasional yang Terlibat:
PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengirim tim medis dan suplai kesehatan.
WFP (Program Pangan Dunia) menyediakan bantuan makanan.
UNICEF membantu anak-anak yang terdampak bencana.
Palang Merah Internasional (IFRC)
Menyediakan tenda, makanan, dan layanan medis darurat.