Business is booming.

Profil Aldila Sutjiadi, Sosok yang Ikut Menentukan Sukses Janice Tjen

Janice Tjen akhirnya kandas dari petenis Inggris Emma Raducanu di turnamen grand slam AS Terbuka, Rabu (27/8/2025).

Janice Tjen akhirnya kandas dari petenis Inggris Emma Raducanu di turnamen grand slam AS Terbuka, Rabu (27/8/2025).

Janice Tjen terhenti di babak kedua turnamen bergengsi dengan skor 2-6, 1-6.

Namun ia sudah membuat sejarah, sebagai petenis Indonesia yang melaju ke babak utama

Janice pun merupakan petenis Tanah Air pertama yang memenangkan pertandingan babak utama grand slam setelah Angelique Widjaja di Wimbledon 2003.

Nah dalam satu sesi wawancara Janice menyebut dan mengaki nama Aldila Sutjiadi, seniornya yang ikut berperan dalam perjalanan di dunia tenis.

“Saya sangat dekat dengan Aldila. Dia selalu bersikap seperti kakak perempuan yang bagi bagi saya,” kata Janice di laman resmi US Open 2025.

Profil Aldila Sutjiadi

Aldila Sutjiadi lahir 2 Mei 1995 (30 tahun) adalah petenis profesional Indonesia yang berspesialisasi dalam ganda.

Ia memiliki peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat 26 dunia di ganda, yang diraih pada 23 Oktober 2023, dan peringkat 344 di tunggal, yang diraih pada 24 Mei 2021.

Sutjiadi telah memenangkan lima gelar ganda di WTA Tour dan empat gelar ganda di WTA Challenger Tour, serta satu gelar tunggal dan lima belas gelar ganda di Sirkuit ITF.

Saat ini, ia merupakan petenis Indonesia dengan peringkat tertinggi di ganda menurut WTA.

Baca Juga:  Daftar Nama Lengkap Alumni Akpol 1993 Pesat Gatra, Ada Irjen Pol Teddy Minahasa, Midi Siswoko, Helmy Santika, Rudi Darmoko

Pada Asian Games 2018, Sutjiadi dan Christopher Rungkat mempersembahkan medali tenis pertama bagi Indonesia dalam 16 tahun.

Unggulan ke-11 di ganda campuran, Sutjiadi/Rungkat mengalahkan unggulan kelima Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum dari Thailand di final.

Dengan memenangkan gelar ganda pertamanya di Copa Colsanitas 2022 bersama Astra Sharma, Sutjiadi menjadi petenis Indonesia pertama yang memenangkan gelar di Tur WTA sejak Angelique Widjaja memenangkan gelar ganda terakhirnya di Wismilak International 2003 di Bali.

2008–2015: Tahun-tahun junior, menjadi pemain profesional di usia 15 tahun

Sutjiadi memulai debutnya sebagai pemain junior pada tahun 2008, di usia 13 tahun.

Puncak karier juniornya antara lain memenangkan tunggal dan ganda di Kejuaraan Junior Internasional Indonesia 2010 serta mencapai semifinal ganda di Kejuaraan Junior Australia Terbuka 2012.

Pada tahun 2010, di usia 15 tahun, Sutjiadi menjadi pemain profesional di turnamen Sirkuit ITF di Jakarta.

Pada usia 17 tahun, ia memenangkan medali emas tunggal dan ganda di Pekan Olahraga Nasional Indonesia 2012 dan memulai debutnya bersama tim Piala Fed Indonesia pada tahun berikutnya, 2013.

Pada SEA Games 2015 di Singapura, Sutjiadi memenangkan medali perunggu ganda putri berpasangan dengan Jessy Rompies serta beregu bersama Rompies, Lavinia Tananta, dan Ayu Fani Damayanti.

2016-2017: Masa kuliah, ganda All-American

Pada tahun 2017, Sutjiadi lulus dari Universitas Kentucky.

Sebagai atlet universitas yang bermain untuk Wildcats, Sutjiadi dinobatkan sebagai All-American ganda putra pada tahun 2016 dan 2017, memenangkan kejuaraan nasional pertama Kentucky di nomor ganda putra pada Kejuaraan Indoor Nasional ITA bersama Mami Adachi pada tahun 2016, dan dinominasikan untuk penghargaan Wanita Terbaik NCAA 2017.

2018–2022: Debut utama, gelar Tur WTA, dan 100 besar

Baca Juga:  Kol Inf Djon Afriandi Resmi Diganti Kol Inf Riyanto Sebagai Danrem 012/TU

Pada Asian Games 2018 di Jakarta, bertanding bersama Christopher Rungkat di nomor ganda campuran, Sutjiadi memenangkan medali emas untuk Indonesia dengan mengalahkan pasangan Thailand Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana.

Berkat peningkatan peringkatnya, Sutjiadi mulai lebih sering bermain di WTA Tour. Pada Januari 2022, ia kalah di babak kualifikasi pertama Adelaide International 2, sebuah turnamen WTA 250, melawan Danka Kovinić dan di babak pertama ganda berpasangan dengan Plipuech.

Sutjiadi/Plipuech kemudian menerima wildcard untuk ganda Australia Terbuka 2022.

Mereka kalah dari unggulan kelima Alexa Guarachi/Nicole Melichar-Martinez, dalam dua set langsung, di babak pembuka.

Sutjiadi kemudian berkompetisi bersama Astra Sharma di ganda Copa Colsanitas 2022.

Mereka mengalahkan unggulan kedua Irina Bara/Ekaterine Gorgodze di perempat final, sebelum meraih kemenangan comeback melawan Beatriz Haddad Maia/Camila Osorio di semifinal.

Di final, Sutjiadi/Sharma menang atas Tara Moore/Emina Bektas dalam tiebreak pertandingan.

Ini adalah gelar pertama Sutjiadi dalam kariernya sekaligus gelar pertama di Tur WTA bagi petenis Indonesia sejak Angelique Widjaja memenangkan trofi ganda bersama María Vento-Kabchi di turnamen Wismilak International 2003 pada bulan September 2003.

Setelah turnamen tersebut, Sutjiadi masuk ke peringkat 100 besar untuk pertama kalinya di peringkat 86.

Bulan berikutnya, Sutjiadi berpasangan dengan Katarzyna Kawa untuk mengangkat trofi di LTP Charleston Pro Tennis senilai $100 ribu dengan mengalahkan Sophie Chang/Angela Kulikov di final.

Di Prancis Terbuka 2022, Sutjiadi memulai kemitraan baru dengan pasangannya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...