Janice Tjen Trending Meski Dikalahkan Unggulan 1, Iga Swiatek
Swiatek dijuluki Ratu Qatar Open karena tiga kali juara turnamen itu, 2022, 2023, dan 2024.
Janice Tjen, petenis andalan Indonesia trending meski kalah telak dari petenis Polandia, Iga Swiatek 6-0, 6-3 di Babak Kedua Turnamen Qatar Terbuka atau Qatar Open, Selasa (10/2/2026).
Iga Swiatek adalah unggulan pertama turnamen tersebut sedang Janice Tjen bukan unggulan.
Qatar Terbuka dikenal dengan Qatar ExxonMobil Open adalah turnamen tenis profesional yang dimainkan di lapangan keras luar ruangan.
Usai pertandingan, Swiatek mengatakan bahwa dirinya sangat senang karena bisa kembali dan memperoleh dukungan sejak awal.
“Saya merasa pilihan-pilihannya mirip dengan Ash Barty. Itu seperti kilas balik yang menyenangkan,”ucap Swiatek yang dijuluki Ratu Qatar Open karena tiga kali juara turnamen itu, 2022, 2023, dan 2024.
Adapun Ash Barty yang disebutnya memiliki nama lengkap Ashleigh Barty,
Dia petenis profesional dan mantan pemain kriket Australia.
Iga Swiatek sendiri pernah menduduki peringkat No. 1 dunia selama total 125 minggu.
Saat ini menduduki peringkat No. 2 di nomor tunggal putri menurut WTA.
Tentang Janice Tjen
Janice Tjen kelahiran 6 Mei 2002 (23 tahun). Peringkat tertingginya sebagai pemain tenis tunggal di tingkat dunia yakni urutan 46 dan urutan 57 untuk kategori ganda,
Keduanya diraih pada 9 Februari 2026
Janice Tjen mendapat tawaran untuk menjadi pemain tenis oleh temannya Priska Madelyn Nugroho, salah satu pemain terbaik junior Indonesia pada saat itu.
Janice berlatih tenis sejak usia 7 tahun.
Setelah lulus dari SMA Negeri Ragunan (Sekolah Khusus Olahragawan), Jakarta, Janice berjuang untuk menjadi atlet profesional.
Untuk bermain profesional, Janice membutuhkan biaya yang besar, sehinga ia dan orangtuanya memutuskan agar ia bermain tenis melalui perguruan tinggi.
Janice menempuh jalur tenis perguruan tinggi di Amerika Serikat dan mendapatkan beasiswa atletik NCAA (National Collegiate Athletic Association).
Janice bermain untuk Universitas Oregon, kemudian pada 2021 ia pindah ke Universitas Pepperdine membela tim Pepperdine Waves dan lulus tahun 2024 dengan gelar Sarjana Sosiologi.
Hasil terbaiknya di liga tenis NCAA adalah sebagai runner-up NCAA Doubles 2024 berpasangan dengan Savannah Broadus.
Janice Tjen mewakili Indonesia di Asian Games 2022, di mana ia berpasangan dengan Aldila Sutjiadi untuk meraih medali perunggu di nomor ganda putri.
Dalam kurun waktu 1 tahun, Juni 2024–Juni 2025, Janice berhasil memenangkan 13 gelar ITF dalam nomor tunggal dan 6 gelar ITF dalam nomor ganda.
Janice mendapatkan penghargaan Player of the Month 2 bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2025 dari ITF (International Tennis Federation).
Penghargaan bulan Mei 2025 diberikan karena ia memenangkan 2 gelar juara dan menjadi salah satu petenis dengan match-wins terbanyak kedua selama tur.
Penghargaan bulan Juni 2025 diberikan karena Janice memenangkan 5 gelar juara dan memenangkan 25 match selama berturut-turut.
Pada Agustus 2025, ia lolos ke babak utama Grand Slam pertamanya di AS Terbuka dengan mengalahkan unggulan ketiga kualifikasi Aoi Ito dalam dua set langsung.
Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang berkompetisi di turnamen besar sejak Angelique Widjaja di AS Terbuka 2004.
Di babak pertama, Janice mengalahkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova dalam tiga set, menandai kemenangan pertama pemain wanita Indonesia di Grand Slam sejak Widjaja di Wimbledon 2003.
Ia dikalahkan di babak kedua oleh Emma Raducanu dalam dua set langsung.
Janice Tjen menjadi petenis tunggal Indonesia pertama setelah 23 tahun yang berhasil mencapai babak final WTA setelah Angelique Widjaja pada 2002 di Pattaya.
Pada debutnya di tur WTA ini, Janice melaju ke babak final di WTA 250 SP Open 2025 dan menduduki posisi runner-up setelah kalah dari Tiantsoa Sarah Rakotomanga Rajaonah dari Prancis.
Untuk mencapai babak final tersebut, sebelumnya Janice berhasil mengalahkan unggulan ke-7, ke-3, dan ke-6 turnamen, yaitu Leolia Jeanjean, Alexandra Eala, dan Francesca Jones.
Pada 5 Oktober 2025, Janice berhasil meraih gelar pertamanya pada turnamen WTA 125 dalam nomor ganda putri berpasangan dengan sesama atlet Indonesia, Aldila Sutjiadi, pada turnamen Suzhou Open di China.
Pada 26 Oktober 2025, Janice Tjen berhasil meraih gelar tur WTA pertamanya dalam nomor ganda pada turnamen WTA 250 Guangzhou Open 2025 berpasangan dengan Katarzyna Piter.
Gelar tur WTA pertamanya dalam nomor tunggal berhasil didapatkan pada 2 November 2025 di WTA 250 Chennai Open setelah mengalahkan Kimberly Birrell.
Gelar ini adalah gelar pertama petenis tunggal putri Indonesia di ajang tur WTA setelah 23 tahun yang lalu.
Janice Tjen menjadi petenis Indonesia kedua yang mencapai 50 besar peringkat WTA kategori tunggal setelah Yayuk Basuki.