Profil Pondok Pesantren Al Khoziny, Berdiri Sejak 1927
Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Pihak pesantren meminta seluruh pihak terutama keluarga korban untuk bersabar menunggu proses evakuasi selesai
Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore.
Bangunan musala tersebut ambruk dan menimpa para santri yang sedang shalat Ashar berjamaah.
Dari pantauan ANTARA hingga pukul 17.55 para petugas dari BPBD, Badan SAR Nasional (BASARNAS), kepolisian, hingga TNI beserta warga masih berusaha melakukan evakuasi.
Hingga pukul 19.00, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengerahkan dua ekskavator guna membantu proses evakuasi santri.
Sejak sore hari belasan ambulans telah membawa santri yang terluka menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.
Pihak pesantren meminta seluruh pihak terutama keluarga korban untuk bersabar menunggu proses evakuasi selesai sembari mendoakan para korban agar diberi keselamatan.
Profil Pondok Pesantren Al Khoziny
Dilansir dari jatim.nu.or.id Pondok Pesantren Al Khoziny yang terletak di Jalan KHR Moh Abbas I/18 termasuk salah satu pesantren tertua di Jatim.’
Dalam profil Pondok Pesantren Al Khoziny di Facebook, pesantren ini didirikan tahun 1927.
Persisnya dengan pengasuh KHR Moh Abbas Khozin (1927-1978), KHR Abd Mujib Abbas (1978-2010) dan KHR Abd Salam Mujib (2010-Sekarang)
Ada pun pesanter terdiri dari unit Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, Madrasah Formal, dan Institut Agama Islam Al Khoziny.
Tercatat, sejumlah ulama besar pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Siwalanpanji ini, seperti KH M Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang), KH Nasir (Bangkalan), KH Abd Wahab Hasbullah (Tambakberas, Jombang).
Lalu KH Umar (Jember), KH Nawawi (Pendiri Pesantren Ma’had Arriyadl Ringin Agung Kediri), KH Usman Al Ishaqi (Alfitrah Kedinding, Surabaya), dan KH Abdul Majid (Bata-bata Pamekasan).
Ada juga KH Dimyati (Banten), KH Ali Mas’ud (Sidoarjo), KH As’ad Syamsul Arifin (Situbondo), dan masih banyak yang lainnya.
Menurut beberapa data yang ditemukan penulis di beberapa artikel atau jurnal penelitian yang menyebutkan bahwa
Pesantren Al Khoziny berdiri di antara tahun 1926 atau 1927 belum bisa dibenarkan.
Hal itu disampaikan KHR Abdus Salam Mujib, Pengasuh Pesantren Al Khoziny pada saat Haul Masyayikh dan Haflah Rajabiyah ke-80 Pesantren Al Khoziny 2024. Kiai Salam Mujib mengatakan bahwa pesantren ini ada sekitar tahun 1920.
Data itu baru diketahui setelah Kiai Salam Mujib menerima rombongan satu bus dari Yogyakarta beberapa tahun lalu.
Menurut cerita tutur yang disampaikan Kiai Salam Mujib, ketua rombongan sowan ke Pesantren Buduran Sidoarjo ini untuk ngalab berkah, sebab orang tuanya santri pertama KHR Moh Abbas bin KHR Khozin Khoiruddin di Pesantren Buduran.