Business is booming.

Profil Kartini Muljadi, Wanita Terkaya yang Meninggal Usia 95 Tahun

Kartini Muljadi adalah pemilik perusahaan PT Tempo Scan Pacific Tbk, sebuah perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Jakarta.

Kartini Muljadi, pendiri Tempo Scan Group, meninggal  dunia pada Senin (20/10/2025) sore dalam usia 95 tahun.

PT Tempo Scan Pacific Tbk adalah sebuah perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Jakarta.

Jenazah Wanita kelahiran 17 Mei 1930  akan disemayamkan di Grand Heaven di Jakarta.

Grand Heaven di Jakarta adalah rumah duka modern yang menawarkan layanan kedukaan lengkap sebagai solusi satu atap (one-stop funeral solution).

Rumah duka ini adalah salah satu yang terbesar di Indonesia dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI)

Profil Kartini Muljadi

Dilansir Wikipedia, Kartini Muljadi (17 Mei 1930 – 20 Oktober 2025) adalah seorang pebisnis dan pengacara korporat asal Indonesia

Ia pernah bekerja sebagai hakim dan notaris. Sejak tahun 2007, Kartini adalah salah satu wanita terkaya di Indonesia.

Kartini lahir dengan nama Pauline Fanny Kho pada tanggal 17 Mei 1930 di Kabupaten Roma Karanganyar (Sekarang Kebumen), Karesidenan Kedu, Hindia Belanda.

Orang tuanya adalah Budi Tjahono dan Marianne Han.

Ayahnya berdarah Jawa (Kebumen) bercampur Tionghoa.

Sedangkan Ibunya, memiliki darah Belanda, adalah guru di sebuah sekolah lokal.

Ayahnya bekerja sebagai akuntan di Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij (ANIEM).

Saat Pauline berusia sekitar 2,5 tahun, ibunya meninggal.

Ayahnya kemudian menikahi seorang wanita keturunan Tionghoa, yang bekerja sebagai pedagang dan mengajari Kartini untuk bekerja secara industri, terutama selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda, karena tidak ada sekolah.

Ayahnya juga terus mendorong Pauline untuk menabung uang.

Baca Juga:  Jojo Beri Harapan Tim Thomas Cup Indonesia, Menang Gim Pertama

Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, etnis Tionghoa didorong untuk mengadopsi nama Indonesia, sehingga ayahnya pun mengubah namanya dari Kho (Xu dalam bahasa Tiongkok) menjadi Budi Tjahjono.

Sementara Pauline Fanny Kho mengubah namanya menjadi Kartini, sesuai nama tokoh emansipasi wanita Indonesia, yakni Kartini.

Pada tahun 1958, Kartini diangkat menjadi seorang hakim di Pengadilan Khusus Jakarta, di mana ia ditugaskan untuk menangani kasus kriminal, perdata, dan kebangkrutan.

Pada saat itu, hakim Belanda telah digantikan oleh hakim Indonesia.

Kartini bekerja di pengadilan hingga tahun 1970 dan memiliki reputasi bersih dari korupsi.

Pasca suaminya, Djojo Muljadi, yang bekerja sebagai seorang notaris, meninggal pada tanggal 21 Februari 1973, Kartini pun mengundurkan diri dari jabatan hakim, karena gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kartini lalu ditunjuk sebagai notaris yang berdomisili di Jakarta. Kliennya meliputi BUMN seperti Wijaya Karya dan perusahaan multinasional seperti Unilever.

Kartini juga mulai mengajar hukum acara perdata di sejumlah fakultas hukum di Jakarta. Kartini kemudian menjadi notaris terkenal, yang bekerja untuk sejumlah perusahaan besar pada dekade 1970-an dan 1980-an.

Pada tahun 1990, Kartini pensiun dari pekerjaan notaris dan mendirikan kantor hukum dan konsultansi hukumnya sendiri yang diberi nama Muljadi & Rekan.

Kliennya meliputi perusahaan nasional dan multinasional besar.

Saat krisis finansial Asia 1997-98 terjadi, Kartini menyediakan pendampingan hukum untuk sektor perbankan.

Selama berkuliah di Jakarta, Kartini juga bekerja di sebuah salon kecantikan yang dimiliki oleh seorang wanita Belanda yang menikahi seorang dokter Indonesia.

Wanita Belanda tersebut pun mengajarinya cara untuk membuat kosmetik.

Saat wanita tersebut kembali ke Belanda, Kartini pun membeli bisnis milik wanita tersebut dengan cara mencicil. B

isnis tersebut kemudian menjadi Tempo Scan, yang didirikan pada tahun 1953.

Baca Juga:  Profil Bambang Hermanto alias Baherbmc, Anggota DPR Partai Golkar Dapil Jabar VIII

Nama bisnis tersebut lalu diubah menjadi Tempo Scan Pacific dan kemudian menjadi salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia.

Produk farmasi dari perusahaan tersebut antara lain Bodrex dan Hemaviton.

Kosmetik yang diproduksi oleh perusahaan tersebut antara lain losion badan Marina dan produk perawatan bayi My Baby.

Pada tahun 2007, Kartini menempati peringkat ke-28 dalam daftar warga negara Indonesia terkaya yang disusun oleh Forbes, dengan kekayaan sebesar $260 juta.

Pada tahun 2021 menurut Forbes, Kartini Muljadi masih merupakan masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Namanya tercatat dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Firma hukumnya, Kartini Muljadi & Rekan, merupakan firma hukum korporasi dan komersial ternama di Indonesia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...