Business is booming.

Profil Eva Celia, Akan Jadi Tokoh Kinan dalam Film Laut Bercerita

Netizen pun menebak-nebak peran yang akan dibawakannya. Tebakan mereka salah satunya Eva Celia akan memerankan tokoh Kinan.

Eva Celia trending. Namanya muncul sebagai salah satu nama yang akan membintangi film Laut Bercerita yang akan dijadikan film Panjang.

Novel karya Leila S Chudori sebelumnya pernah dijadikan film pendek.

Laut Bercerita sempat diadaptasi ke dalam film pendek berdurasi 30 menit yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara.

Pemeran dalam film pendek tersebut antara lain: Reza Rahadian, Ayushita, Dian Sastrowardoyo, Tio Pakusadewo, Aryani Willems, Tanta Ginting, Haydar Salishz, Ade Firman Hakim, Lukman Sardi, Adjie N.A.

Film ini ditayangkan perdana saat novelnya diluncurkan pada 12 Desember 2017.

Kini nama Eva Celia muncul dalam film panjang Laut Bercerita.

Netizen pun menebak-nebak peran yang akan dibawakannya.

Tebakan mereka salah satunya Eva Celia akan memerankan tokoh Kinan.

Kinan adalah seorang tokoh dalam novel “Laut Bercerita” karya Leila S. Chudori.

Novel tersebut terinspirasi dari aktivis perempuan pada masa Orde Baru.

Dalam cerita, ia menjadi ketua perkumpulan mahasiswa yang disebut “Winatra”

Kinan berperan penting dalam membawa tokoh utama, Biru Laut, ke dunia aktivisme.

Peran dalam cerita: Kinan adalah sosok yang membawa Biru Laut masuk ke dalam gerakan mahasiswa. Ia juga digambarkan sebagai ketua dari “Winatra”, sebuah perkumpulan terlarang, dan keputusan-keputusannya sangat memengaruhi gerakan rekan-rekannya.

Kinan digambarkan sebagai sosok yang tangguh dan berpengaruh dalam gerakan tersebut, meskipun ia harus menghadapi banyak risiko.

Kinan salah satu karakter paling Kuat, clever, dan yg paling dicari aparat.

Tiap ada temen2 aktivisnya yang ketangkep, aparat selalu nanyain “Kinan ada di mana?” Dia adalah otak dari segala otak pergerakan

Sinposis

Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori menceritakan perjuangan Biru Laut dan kawan-kawan sesama aktivis mahasiswa pada masa Orde Baru yang berujung pada penghilangan paksa.

Cerita ini mengeksplorasi kekejaman penyiksaan yang mereka alami, pengkhianatan, dan dampak traumatis pada keluarga yang ditinggalkan, terutama adik Biru Laut, Asmara Jati.

Selain itu, novel ini juga menyoroti kisah cinta yang tak pudar dan perjuangan mencari keadilan serta kebenaran atas peristiwa kelam di masa lalu.

Cerita berlatar masa transisi dari Orde Baru ke Reformasi, fokus pada tahun 1998 yang penuh ketegangan.

Tokoh utamanya, Biru Laut, adalah seorang aktivis mahasiswa yang aktif menentang rezim otoriter melalui organisasi-organisasi mahasiswa.

Novel ini menggambarkan perjuangan mereka melawan ketidakadilan, yang akhirnya membawa mereka pada risiko besar seperti penangkapan dan penyiksaan.

Penangkapan dan Penyiksaan Laut dan beberapa rekannya ditangkap oleh aparat, mengalami penyiksaan, dan menghilang tanpa jejak setelah aksi mereka.

Setelah Laut menghilang, keluarganya, terutama adiknya, Asmara Jati, terus mencari kejelasan nasibnya dan menghadapi duka yang mendalam.

Novel ini juga mengikuti upaya Asmara Jati dan kelompok lain untuk menuntut keadilan bagi para korban penghilangan paksa melalui testimoni dan aksi-aksi nyata seperti Kamisan.

Melalui narasi “dari dasar laut”, Laut bercerita kepada pembaca mengenai apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya, meskipun ia sendiri tidak pernah kembali dengan selamat.

Profil Eva Celia

Eva Celia Lesmana lahir 21 September 1992 (33 tahun). Ia adalah seorang penyanyi-penulis lagu, pemeran, dan model berkebangsaan Indonesia.

Eva tumbuh di lingkungan akting, karena Eva juga keponakan dari produser film kondang, Mira Lesmana.

Eva juga memiliki paman yang senior di dunia seni peran, Mathias Muchus.

Eva pertama kali mengecap akting saat berusia 8 tahun, ketika main sebagai bintang tamu dalam sebuah film televisi bersama Adjie Massaid dan Ayu Azhari, serta ibunya, Sophia Latjuba produksi Prima Entertainment.

Eva pernah terpilih sebagai pemain terbaik saat bermain dalam film “Out of the Smoke”, sebuah film pendek yang diikutsertakan pada High/Scope Junior High School Festival 2006, saat ia masih sekolah di High Scope Jakarta Selatan.

Eva Celia bersama sang ayah, Indra Lesmana saat tampil dalam Festival Film Indonesia 2019.

Selain berakting, Eva juga membintangi produk sabun dan jamu, juga bersama ibunya.

Ia memulai debutnya di sinetron ketika Multivision Plus mengorbitkannya lewat sebuah serial yang berjudul Sherina.

Dalam serial tersebut Eva bermain bersama Ricky Harun, putra dari Donna Harun.

Setelah lepas dari Multivision Plus, ia menerima tawaran SinemArt lalu memulai pekerjaannya dengan Sinemart bermain dalam serial Juwita Jadi Putri.

Di serial itu ia beradu akting dengan aktris senior seperti Rima Melati dan Meriam Bellina.

Eva juga terpilih menjadi icon salah satu provider kartu telepon seluler.

Sementara di layar lebar, Eva ikut membintangi film horor Takut: Faces of Fear (2008) dalam segmen The Rescue, dan sebuah film besutan Ratna Sarumpaet, Jamila dan Sang Presiden (2009).

Pada akhir tahun 2008, Eva mengikuti keluarganya pindah rumah ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Di sana, ia lebih memilih berkonsentrasi untuk melanjutkan pendidikannya dan vakum dulu dari dunia hiburan.

Pada tahun 2013, Eva berperan dalam film Adriana sebagai tokoh utama.

Selanjutnya, pada tahun 2014, Eva ambil bagian sebagai Dara dalam film laga Pendekar Tongkat Emas bersama aktor-aktor papan atas Indonesia seperti Christine Hakim, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Slamet Rahardjo, dan Tara Basro.

Diproduksi oleh Miles Films, karya besutan Ifa Isfansyah ini dikabarkan menghabiskan dana hingga 25 miliar rupiah dalam proses produksinya.

Baca Juga:  Profil Ade Paloh, Keponakan Surya Paloh yang Meninggal Dunia
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...