Business is booming.

Profil Raja Juli Antoni, Siap Dievaluasi Kasus Banjir di Sumatera

Raja Juli Antoni menyatakan akan mencabut perizinan 20 perusahaan yang mengelola hutan yang tersebar di seluruh Indonesia,

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni trending. Ia dianggap menjadi salah satu Menteri yang bertanggung jawab atas kerusakan hutan di Sumatera.

Kerusakan hutan yang menyebabkan banjir di Sumut, Sumbar dan Aceh.

Raja Juli Antoni semdiri menyatakan siap dievaluasi buntut banjir bandang tersebut.

Raja Juli Antoni menyatakan akan mencabut perizinan 20 perusahaan yang mengelola hutan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di tiga provinsi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.

Raja Juli menjelaskan, pencabutan itu setelah dirinya mendapatkan izin dari Presiden Prabowo Subianto.

Profil Raja Juli Antoni

Raja Juli Antoni, Ph.D. lahir 13 Juli 1977 (48 tahun).

Ia adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Kehutanan RI sejak 20 Oktober 2024.

Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia sejak 15 Juni 2022.

Sebelumnya, dia merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga 2014.

Raja Juli Antoni merupakan putra dari Raja Ramli Ibrahim, tokoh masyarakat Riau yang pernah menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau.

Raja merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat.

Ia meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) pada tahun 2001 dengan skripsi berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Baca Juga:  IPB University Buka Program Sarjana Kecerdasan Buatan

Ia kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia.

Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2000–2002 ini juga pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institute yang didirikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Pada tahun 2009, Ia sempat menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilihan Umum Legislatif 2009 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Subang, Sumedang, dan Majalengka).

Akan tetapi, Ia belum terpilih karena kurang suara dengan Maruarar Sirait serta Tb. Hasanuddin (caleg terpilih PDIP dapil Jabar IX).

Ia sempat menjadi calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015–2020, tetapi kemudian mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi sebagai Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru didirikannya bersama beberapa politikus muda lainnya.

Pendidikan

S1 IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta)

S2 Universitas Bradford, Inggris

S3 Universitas Queensland, Australia

Organisasi dan Karier

Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 2000-2002

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Periode 2022-2024

Baca Juga:  Kiki Saputri Sebut Pilih Berjuang untuk Negeri Lewat Jalur Dalam

Plt. Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Periode 2024

Menteri Kehutanan RI sejak 20 Oktober 2024.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...